
Tuan Hendrawan melemparkan kertas yang berisi surat kepindahan sekolah yang baru, tepat dihadapan wajah Farrel yang tertunduk acuh. anak satu-satunya yang jauh berubah drastis semenjak kepergian istrinya dua tahun yang lalu.
"Farrel ini sudah sekolah yang ke tujuh, papa tidak mau lagi mendengarkan pengaduan pihak sekolah baru mu ini nantinya, cukup sudah penolakan dari sekolah sebelum nya yang tidak tahan melihat sikap buruk mu itu" bentak Hendrawan emosi melihat tingkah anaknya itu yang selalu berbuat semaunya sendiri
Farrel tidak menghiraukan ucapan Papa nya, dan masih asyik bermain games Online bersama sahabat nya, melihat hai itu emosi Hendrawan naik. spontan tangannya maju menarik ponsel Farrel dan melemparkannya ke dinding hingga hancur.
"Papa.... apaan sih" berdiri kesal
"Kamu yang memancing emosi papa, Farrel ini peringatan terakhir. jika kamu masih belum bisa berubah. dengan terpaksa papa akan menarik semua fasilitas kemewahan dan mencoret namamu menjadi pewaris tunggal kekayaan papa nantinya"
Farrel bergidik juga melihat keseriusan dan pancaran kemarahan papanya itu. karena baru kali ini terlihat begitu emosi.
"Okey ... Farrel akan berubah dan menuruti perintah papa" ucap Farrel menunduk
__ADS_1
Melihat itu sikap Hendrawan kembali melunak,
"Besok papa akan perintah kan sopir untuk mengantarkan mu kesekolah baru itu, sekarang beberes lah karena kamu juga akan tinggal di asrama nanti nya"
Tidak ada bantahan yang keluar dari mulut Farrel, dia hanya menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan, sambil menatap foto sang Mama tercinta.
"Maafkan Farrel ma" ucap nya lirih
Paginya mobil sudah siap menunggu Farrel, termasuk koper besar nya. Farrel memeluk erat tubuh Papa sebelum mobil yang mengantarkan nya meninggalkan perkarangan luas Rumah itu.
"Baik Tuan muda" sopir pun menjemput kedua sahabat majikanya itu
Farrel menatap gedung sekolah baru itu diikuti Yuda dan Ricky yang berdiri di belakang nya.
__ADS_1
"Lumayan...,, semoga ini sekolah terakhir kita" gumam Farrel teringat ancaman papanya
Setelah menemui kepala sekolah, Farrel diantarkan ke kelas yang akan menjadi tempat belajar barunya. mereka mengikuti langkah kaki kepala sekolah yang bertumbuh gendut itu.
Bu Rani menghentikan proses mengajar nya, saat melihat kedatangan kepala sekolah.
"Silahkan masuk pak" ucap Bu Rani
"Okey anak-anak semua, hari ini kalian kedatangan tiga siswa baru. pindahan dari sekolah lain. bapak harab kalian bisa berteman dengan baik sehingga bisa membantu proses belajar kalian kedepannya" ucap kepala sekolah
"Farrel silahkan masuk dan perkenalkan diri kalian masing-masing"
Farrel melangkah dengan angkuh yang diikuti kedua sahabatnya Ricky dan Yuda. dari belakang yang membuat semua mata para cewek-cewek membulat sempurna dengan mulut membentuk Oooo.... mereka seakan terhipnotis melihat ketampanan Farrel. namun tidak dengan kedua temannya Ricki dan Yuda yang berwajah jauh dibawah standar level cowok idaman mereka.
__ADS_1
Agnes terlihat sibuk sendiri dengan penampilan nya begitu juga dengan Jeni, yang tidak mau kalah. sementara Caca bersikap biasa saja karena menurut nya ketampanan Azka and The Genk tidak akan tertandingi.
Dengan cuek nya Farrel melewati meja Agnes dan Jeni yang masih melongo, Farrel duduk di kursi paling belakang bersama Ricky dan Yuda.