Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Pergi ke Amerika


__ADS_3

Tanpa terasa perputaran waktu begitu cepat, Zio telah mendapatkan bukti surat kelulusan serta ijazah. semua itu diurus langsung oleh papi nya, sementara Zio hanya bisa menunggu dirumah.


Zio kembali membolak-balik bukti kelulusan dan ijazah nya itu, serta penghargaan atas prestasi dan nilai terbaik yang dia peroleh. juga terselip sebuah amplop surat.


Dengan rasa penasaran Zio membuka amplop berwarna coklat itu, yang ternyata dari pihak sekolah. yang berisi permintaan maaf secara tertulis, yang mengatakan itu kesalah pahaman. dan mereka juga berjanji akan mengusut kasus itu secara tuntas. atas pencemaran nama baik Zio. meskipun dia telah melanjutkan pendidikannya ditempat yang baru.


"Percuma saja kalian mengusut kasus itu, karena semua nya telah terlambat. aku tidak butuh lagi penyelesaian ." gumam Zio kesal dan melemparkan surat itu.


Kemarahan Zio memuncak, saat dia menerima pesan Vidio dari No. ponsel yang tidak dia kenali. semula Zio hanya mengabaikan pesan Vidio Itu. menurutnya itu adalah pekerjaan orang yang iseng. bahkan dia sempat untuk menghapus dari draft. namun No itu kembali mengirimkan kepada Zio. secara berulang-ulang kali. sehingga mau tidak mau Zio akirnya membuka nya.


Dengan tangan gemetar, serta mata Zio yang membulat sempurna saat melihat percintaan Clarisa dengan Farrel. dia tidak menyangka sama sekali jika wanita itu adalah Clarisa. cinta pertama nya.


"Clarisa ternyata dugaan ku selama ini salah, kamu tidak pernah mencintai ku. bahkan kamu lebih memilih laki-laki brengsek itu dibandingkan aku, kuharap kamu bisa bahagia dengan pilihan mu itu."


Zio yang merasa terluka, menghapus semua foto-foto Clarisa yang sempat tersimpan di memori ponselnya. sambil tersenyum getir menahan perasaan dan luka yang teramat sangat.


Siangnya Zio menemui papi nya yang terlihat masih sibuk diruangan kerja. meskipun sekarang hari libur. dengan mengumpulkan kekuatan dan kesiapan mental untuk menyampaikan keinginannya. Zio mengetuk pintu ruangan tersebut.


Tok...tok....tok....,,


"Masuk. "


Terdengar suara jawaban dari papi


Zio membuka gagang pintu, melangkah masuk dan duduk dikursi depan meja kerja Papinya, yang masih berkutat dengan laptop.

__ADS_1


"Ada apa Zio.?" tanya Rama tanpa mengalihkan perhatian nya dari layar monitor.


"Pi, Zio pengen secepatnya pergi ke LA" ucap Zio mantap


"Tapi jadwal mulai belajar mu disana kan masih lama" jawab Rama, dan menutup layar monitor itu. dan menatap Zio intens mencari keseriusan dari ucapan anak sulungnya itu.


"Zio ingin beradaptasi dengan lingkungan disana dulu Pi, sekalian liburan dulu. sebelum Zio sibuk dengan kuliah dan pelajaran"


"Okey baiklah, papi segera mengurus nya"


"Makasih Pi" Zio pergi meninggalkan ruangan kerja Papinya


Rama menatap punggung Zio yang berlalu, dia bisa merasakan perasaan Zio sekarang, dituduh melakukan sesuatu tanpa dia berbuat. makanya dia memberikan izin kepada Zio, supaya anaknya kembali bersemangat seperti dulu kembali.


Setelah selesai mengurus tempat kuliah Zio yang baru, Rama akan kembali mendatangi sekolah itu dan mengusut kasus yang menimpa putra nya sampai tuntas.


Paginya Rama ditemani Anyelir dan Zio, mereka terbang keluar negeri tepat Negara Amerika. tempat yang dipilih Rama untuk Zio bisa melanjutkan pendidikannya. mengingat mereka juga mempunyai sebuah apartemen mewah disana.


Anyelir tidak kuasa menahan haru, saat kembali menginjakkan kakinya untuk yang ke dua kalinya di negara itu. masih berputar indah di memori nya, kenangan beberapa tahun silam. di negara ini dia dipertemukan kembali dengan suaminya.


"Berhenti dulu disini Pi.!" ucap Anyelir tiba-tiba saat mereka melintasi rumah sakit. yang pernah mempertemukan mereka dulu.


"Okey mi" Rama memerintahkan sopir yang menjemput mereka untuk menepi.


Anyelir melangkah turun dari mobil, sambil memperhatikan jalanan didepan rumah sakit itu. langkah kakinya twrayun pelan. Rama dan Zio mengikuti Anyelir dari belakang.

__ADS_1


Anyelir berhenti tepat di tempat dia pernah melihat Rama yang kacau, dan frustasi atas perpisahan mereka yang tidak disengaja oleh Anyelir dulu. Rama memeluk Anyelir dari belakang.


Sementara Zio langsung mengeluarkan ponselnya, untuk mengabadikan momen kemesraan kedua orang tuanya tersebut.


"Romantis nya, mami dan papi ku"


Ledek Zio, yang dibalas gelak tawa Rama dan Anyelir. Zio juga mengambil foto-foto mereka ditempat yang menyimpan banyak kenangan dan sejarah pertemuan kedua orang tua nya.


"Zio masih ingat tempat ini nggak nak.?" tanya Anyelir


Zio terlihat bingung, karena waktu itu dia masih terlalu kecil.


"Masih mi, tapi tidak banyak. tapi Zio tahu ditempat ini keluarga kita berkumpul kembali" jawab Zio


"Betul sekali nak" mereka bertiga berpelukan hangat. dan kembali melanjutkan perjalanan menuju apartemen Rama yang disana. tidak butuh waktu lama mereka telah sampai di apartemen.


"Ayo masuk kita harus segera istrhat, habis perjalanan jauh ini" ucap Rama


"Wah, bagus nya apartemen papi disini " puji Zio


"Ini apartemen milik Oma Merlin sayang" ucap Anyelir


Zio langsung menuju kamar tidur nya sendiri, dan langsung istrhat. sementara Anyelir dan Rama, langsung menghubungi Opa dan kedua anaknya Aira dan Zaki. kedua nya langsung merengek pengen ikutan juga. namun mengingat sekolah mereka yang sebentar lagi akan menempuh ujian terpaksa Rama tidak mengajak keduanya.


"Papi janji, liburan sekolah nanti akan mengajak kalian berdua, ga Opa untuk jalan-jalan di Negara ini"

__ADS_1


"Okey Pi, rasanya Aira udah nggak tahan lagi untuk nunggu lama" ucap Aira


"Iya sabar dulu sayang" ucap Anyelir


__ADS_2