
Zio membuka matanya sambil mengerjapkan berkali-kali, ketika hembusan angin yang berhembus kencang menerpa kulit wajah. dan bunyi daun kering yang jatuh tidak jauh dari posisi mereka tertidur.
Perlahan Zio bangkit dari pangkuan Clarisa yang ikut tertidur, sambil menahan tubuh gadis itu. Zio menatap wajah cantik itu begitu lekat, hatinya tidak bisa memungkiri jika Clarisa terlihat begitu cantik sambil tertidur, terdengar dengkuran halus dan hembusan nafas menerpa wajah Zio karena saking dekatnya.
"Aku mencintaimu sayang, idak pernah terbayangkan jika Cinta kita kembali bersatu setelah diterpa berbagai rintangan dulunya. sekarang aku akan memperjuangkan cinta kita bagaimana pun caranya. dan semoga tidak ada lagi yang menjadi penghalang bagi kita kedepannya." bisik Zio.
Zio mengangkat tubuh Clarisa yang masih tertidur pulas, dan membawa kedalam gendongan berjalan membawa menuju mobil. semula Zio agak kesulitan membuka pintu. namun dia berhasil jga tanpa membuat Clarisa terbangun. lalu menidurkan tubuh gadis itu kedalam mobilnya untuk melanjutkan kembali perjalanan mereka.
Cukup lama Clarisa tertidur, gadis itu terbangun ketika merasa tubuhnya seperti terguncang. dia langsung melirik kearah Zio disampingnya. nampak wajah kekasihnya itu terlihat pucat dan ketakutan.
__ADS_1
"Ada apa sayang ?" tanya Clarisa sambil memperbaiki duduknya.
"Sayang, seperti aku telah menabrak sesuatu binatang atau makhluk apa yang jelas kejadian nya tersa begitu cepat dan tiba-tiba ?" terang Zio
Wajah Clarisa ikutan terlihat tegang, gadis itu bergelayut di lengan Zio sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling luar mobil yang terlihat sangat sepi tanpa ada orang ataupun Mobil lainya yang melintas. Clarisa memegang tengkuk nya yang tiba-tiba tersa dingin.
"Bagaimana ini kak ?" apa sebaiknya kita langsung kabur saja mengingat tempat ini begitu sepi. aku takut terjadi sesuatu pada kita berdua." ucap Al sambil menahan tubuh Zio yang hendak keluar dari mobil.
Zio langsung menghampiri seekor kucing hitam, yang sedang terluka. dia mengusap pelan kucing yang sudah hampir mati itu. Clarisa memberanikan dirinya ikut turun dan melangkah berjalan mendekati Zio. sambil sesekali melirik kiri dan kanan nya.
__ADS_1
"Kak ayok kita segera pergi aku takut, lihatlah Kucing itu sudah mati sekarang." ucap Clarisa sambil terus bergelayut ketakutan dilengan Zio.
"Dayang kita harus mengubur kucing ini terlebih dahulu." ucap Zio sambil melepaskan pakaiannya. untuk dibalutkan pada tubuh kucing yang terluka dan sudah mati tersebut. Dengan mengunakan alat seadanya Zio menguburkan kucing itu dibawah pohon pisang yang terdapat di pinggir jalan itu.
Setelah selesai mereka langsung menuju mobil, terlebih dahulu Zio membersihkan tangan nya dengan air mineral yang mereka bawa. setelah itu mobil yang dikendarai Zio langsung meluncur meninggalkan tempat itu.
Clarisa sudah bisa bernafas lega setelah mobil mereka sudah menjauh, mulai berbaur dengan kendaraan lainnya. Zio dan Clarisa mersa ada keanehan dengan perjalanan yang mereka tempuh, mengingat sekarang sudah banyak rumah-rumah, orag seta kendaraan yang lalu lintas.
"Kak Zio mersa aneh ngak dengan perjalanan kira barusan ?" tanya Clarisa was-was.
__ADS_1
"Iya, tapi sebaiknya kita lupakan saja mengingat tujuan dan niat baik kita, toh kita juga sudah mengubur kan kucing yang tertabrak tidak sengaja itu." ucap Zio yang terus membaca salawat dalam hatinya.