Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Edo Menemui Lara


__ADS_3

"Davina kamu selalu beruntung selangkah diatas ku, sekarang kasih sayang papa ku pun kamu rebut yang tidak pernah sama sekali dia berikan dan tunjukkan kepada ku" Lara mengusap air matanya.


Lara mengepalkan tangannya geram, sebenarnya dia yang sengaja ingin melukai Davina dengan membayar dia orang preman. namun usahanya digagalkan oleh papanya sendiri yang datang tiba-tiba menolong Davina.


Setelah kejadian itu, Lara mengikuti kemana papanya mengajak Davina makan dan ikut masuk ke restoran itu sambil mencari posisi yang aman. agar tidak terlihat Edo dan Davina.


" Lara tenangkan dirimu," bisik Dio


"Sudah- sudah ngapain juga kita mikirin anak itu, mending kita lanjutkan makannya" ucap Lara akirnya. dia berusaha untuk tidak menunjukkan perasaan nya yang sesungguhnya.


Setelah kepergian Edo yang diikuti Davina dan Anye, mereka nampak melambaikan tangannya di depan pintu Restoran dan melangkah menuju mobil masing-masing.


"Dio kamu tau nggak yang didepan barusan bersama si Davina brengxxxx itu" ucap Lara kesal.


"Tahulah... Lara kan teman sekelas kita juga" ucap Dio polos.


"Ih.. dasar ni anak, makanya jangan makan melulu isi ni otak. maksudku, Om yang lagi bersama Davina tadi" Celetuk Lara.


"Oooo begitu ya...,aku nggak kenal tuch. emang kamu kenal Lara" tanya Dio polos.


"Ya dia papa kandung ku mamanya Edo, yang tidak pernah memberikan ku kasih sayang apalagi menemuiku..aku hanya tahu jika dia papa ku. dia menetapkan diluar negeri beberapa tahun ini, namun bukannya menemuiku terlebih dahulu, malah dia menolong Davina sialan itu." Lara menunduk sedih sambil menghapus air matanya yang membanjir.

__ADS_1


"Lara ....aku tidak menyangka bahwa hidup mu lebih pahit dari yang aku pikir" mereka bertiga berpelukan seakan ingin memberikan kekuatan pada sahabatnya.


"Thanks ya" ucap Lara tersenyum pada kedua nya, mereka pun meninggalkan Restoran.


Edo hari ini mendatangi Apartemen Lara, beberapa kali Edo yang memencet password Apartemen itu, selalu tidak bisa karena Lara telah mengganti nya. terpaksa dia memencet bel yang terdapat di sana.


"Aku harus mengambil hati Lara, berharap dia mau menerima dan memaafkan ku, bagaimana pun aku harus menebus kesalahan ku. dan mulai memperlakukan nya dengan baik, seperti halnya keluarga Alexander memperlakukan Putri ku selama ini" Edo mondar-mandir didepan pintu resah jika Lara tidak menerima.


Edo terlihat beberapa kali mengusap wajahnya gusar, tidak lama pintu apartemen di buka, nampak bi Ijah terkejut menatap kedatangannya


"Tuan Edo ?"


Edo melangkah memasuki apartemen, mengedarkan pandangannya kesekeliling ruang, nampak sudah jauh berubah mulai dari tatanan perabotannya hingga sofa yang yang sudah diganti.


"Bagus sekali terlihat lebih hidup dan indah" gumam Edo.


"Ya Tuan semua ini, Nona Lara yang mendekor dan menyusun, agar dia merasa nyaman tinggal di sini"


Edo duduk di sofa yang terdapat ditengah-tengah ruangan, kemudian menatap foto Lara, dan tersenyum.


"Ternyata dia tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik" gumam Edo senang melihat putri angkat nya itu.

__ADS_1


"Iya Tuan, tapi Nona Lara kesepian karena....ku..kurang kasih sayang, dan tidak ada orang tuanya disini" Tutur bi Ijah segera menutup mulutnya menyadari posisi nya disini.


"Maaf atas kekencangan saya Tuan"


Edo merasa nyeri yang teramat menyesali perbuatan masa lalunya, tak terasa air mata nya tumpah, membanjiri kedua pipinya.


"Kamu tidak perlu minta maaf Bi, aku memang salah...aku tidak pantas menjadi seorang ayah. kesalahan ku terlalu banyak, hu...hu... Bi bantu aku membujuk Lara agar mau menerimaku" kembali menangis.


"Tidak.... tidak aku tidak akan menerima mu sebagai ayah ku. pergi dari sini...!!! aku benci...benci....benci " terdengar teriakan Lara yang menangis mengagetkan Edo dan bi Ijah .


Lara berlari menuju kamar nya dan membanting kasar saat Edo mengejar nya.


"Maafkan papa nak....papa janji akan berubah dan menjadi ayah yang baik untuk mu"


"Tidak... tidak... kalian jahat" pekik Lara disela tangisnya di balik pintu.


"Nak ...tolong dengar papa Nak, papa terpaksa meninggalkan mu, ...suatu saat secara perlahan papa akan menjelaskan padamu nak alasan yang sesungguhnya nya. apapun itu kesalahan papa janji akan menembus nya, apapun keinginan mu papa turuti nak... sekalian bersimpuh memohon maaf mu" Ucap Edo.


Bi Ijah juga tak kuasa menahan tangis melihat perdebatan Tuan dan anak yang sudah lama terpisah itu.


"Ayah janji akan membawa Mama juga untuk mu nak," bujuk Edo lagi.

__ADS_1


__ADS_2