Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Pertengkaran Farrel dan Papanya


__ADS_3

Begitupun dengan Nara, dia hampir tersedak. karena saat itu dia tengah meneguk minumannya. keringat dingin membasahi tubuh Nara. seiring dengan gerakan tangan yang gemetar sehingga tanpa sadar gelas ditangannya jatuh.


"Prrraaang....,, gelas yang ditangan Nara pecah, membuat semua orang menatap kearahnya.


"Kamu kenapa sayang...?" Tuan Hendrawan ikut panik melihat tingkah Nara, bahkan wajahnya yang semula berseri-seri, penuh kebahagiaan. sekarang berubah menjadi pucat. dan terlihat gugup serta ketakutan.


"Nggak... ngak papa kok mas" ucap Nara berusaha mengendalikan keadaan.


"Oh my good, ternyata anak ini putra mas Hendrawan. yang sering diceritakannya padaku. bagaimana ini....aku harap anak ini tidak mengingat ku kembali tentang kejadian malam itu. semoga saja dia tidak menggagalkan niatku untuk menikah dengan mas Hendrawan, aku sudah capek dan bosan hidup susah selama ini. semenjak masalah ku dulu. tidak satupun perusahaan mau memperkerjakan diriku. dan sekarang saat aku mendapatkan pria kaya untuk menjadi suamiku, masalah baru datang lagi" bathin Nara


"Sayang..., kamu tidak perlu gugup dan segitu kawatirnya. anakku sudah memberikan kita berdua restu untuk menikah" Hendrawan berfikir Nara begitu, pasti merasa grogi melihat sikap Farrel yang dingin.


Farrel berjalan mendekati mereka, namun dia hanya menatap sang papa, dan mengabaikan keberadaan Nara disana.


"Siang pa" Farrel menyalami papa, dan sedikit menggeser kursinya.


"Sayang, perkenalkan ini Farrel. anak mas satu-satunya" ucap Hendrawan mencoba mencairkan suasana yang terlihat sedikit menegang.


Nara mengangkat wajahnya, sambil memaksakan senyumannya. dia mengulurkan tangannya pada Farrel.


"Hay Farrel, perkenalkan aku Nara. teman dekat papamu" ucap Nara


Farrel mengalihkan pandangannya, dan tidak menjawab. dia sangat merasa jijik sekali menatap wajah Nara. apalagi bersentuhan tangan dengan wanita itu.


"Farrel jaga sikap mu" bentak Tuan Hendrawan, karena dia merasa malu dan kesal. melihat tingkah Farrel.

__ADS_1


"Tenang mas, jangan emosi begitu" bisik Nara


Farrel mengangkat sebelah tangannya pada manager restoran mewah itu, sambil membisikkan sesuatu. terlihat manager restoran mengangguk pelan. tanda dia memahami maksud perkataan Farrel.


Tidak begitu lama, para pengunjung restoran pergi meninggalkan restoran itu.


"Maaf sebelumnya, Tuan dan Nyonya. serta pengunjung lainnya. berhubung restoran siang ini telah dibooking oleh Tuan itu, maka kami harap semua segera meninggalkan restoran ini. tanpa kalian perlu membayar makanan dan minuman kalian, karena semua gratis dan telah dibayar oleh Tuan Farrel semua nya" ucap manager restoran


Semua pengunjung yang semula kesal dan heran. akirnya tersenyum senang, karena mendapatkan makanan gratis. dan langsung pergi meninggalkan restoran segera.


"Apa -apaan ini Farrel?" tanya Tuan Hendrawan, yang heran melihat tingkah Farrel yang semakin membuatnya emosi


"Aku hanya tidak ingin masalah keluarga kita jadi konsumsi publik" jawab Farrel


"Tidak ada masalah di keluarga kita, papa mengjakmu bertemu disini. hanya ingin memperkenalkan calon istri papa. dan kamu semula juga telah mengizinkan papa untuk menikah kembali"


"Apa maksudmu Farrel, Nara adalah wanita yang baik. dan kami saling mencintai, jadi tidak ada alasan untukmu menentang hubungan kami"


"Pa..., apa papa ti menyelidiki wanita ini terlebih dahulu, sebelum papa memutuskan untuk menikahi nya"


"Kalau soal itu, kamu tidak perlu ragu. kami sudah lama saling mengenal satu sama lainnya, dan Nara adalah wanita yang terbaik untuk menjadi istri papa"


"Wanita terbaik ?" ha....ha...." Farrel tertawa sinis, seolah-olah mencemoohkan ucapan papanya.


"Apa kalian sudah saling mengenal, sebelumnya ?"

__ADS_1


Pertanyaan Itu, terlontar begitu saja dari mulut Tuan Hendrawan. saat melihat tingkah aneh kedua nya.


"Be....belum mas, aku tidak mengenal anakmu itu sebelumnya. ini pertemuan pertama kami" Nara mencoba memberanikan dirinya untuk bersuara.


"Sekarang papa tanya kamu Farrel, apa kamu mengenali Nara sebelumnya ?"


"Tidak, tapi aku pernah melihatnya, dia tidur dengan laki-laki lain" jawab Farrel berbohong. dia tidak ingin mengatakan secara langsung pada papanya, jika dia pernah ditiduri oleh Nara dalam keadaan tidak sadar dan masih terpengaruh oleh minuman alkohol.


"Ha....ha....ha, Farrel aku sudah menduga sebelumnya, kamu pasti mempunyai seribu cara dan alasan untuk menggagalkan pernikahan papa" Hendrawan menduga itu semua hanyalah akal-akalan Farrel.


"Pokoknya kami akan menikah, meski dan tanpa restu dari anak nakal seperti mu ini" Tuan Hendrawan sudah membulatkan tekadnya


"Pokoknya sampai kapanpun aku tidak akan pernah merestui hubungan kalian, dan jika papa masih bersikeras untuk menikah dengan perempuan murahan ini. aku ingin semua harta dan aset papa dibagi dua denganku, jika tidak. aku akan menuntut pernikahan kalian" Farrel ikut meninggikan suara nya.


"Dasar anak durhaka kamu'" tubuh Tuan Hendrawan bergetar hebat menahan emosinya. begitupun dengan Nara dia langsung terlonjak kaget. mendengar ucapan Farrel barusan. namun dia masih berusaha untuk bersikap tenang.


"Dan satu lagi pa, meskipun seluruh aset papa telah dibagi dua denganku. namun aset bagian papa harus tertulis namaku sebagai pewaris tunggal nya nanti jika papa sudah tiada" ucap Farrel tertawa puas


"Kamu tidak bisa mengatur harta yang kumiliki, dasar anak tidak tahu diri"


"Pa... cobalah berpikir secara jernih. jika papa tidak membuat terlebih dahulu atas mamaku sebagai pewaris tunggal nya, apa papa mau setelah menikah dengan wanita ular'ini. papa meninggalkan karena dibunuh nya atau jatuh miskin seperti yang pernah dialami teman baik papa dulu"


"Placckk....,,Sudah hentikan Farrel"


Sebuah tamparan keras melayang di pipi Farrel, karena Tuan Hendrawan tidak mampu lagi menahan emosi nya.

__ADS_1


"Papa tunggu saja, aku akan segera menyiapkan pengacara handal. untuk membantu ku mengurus pembagian harta kita itu. dan aku juga memiliki surat wasiat dari Mama yang pasti akan merugikan papa"


sambil tersenyum puas Farrel melangkah pergi meninggalkan restoran.


__ADS_2