
Hari ketiga mereka di villa ini, membuat kedekatan Zio dan Clarissa sudah menunjukkan kemajuan yang sangat baik. selain sudah bertukar No ponsel masing-masing. Zio dan Clarissa jika hendak menutup jendela kamar masing-masing mereka akan saling lempar pesawat yang terbuat dari kertas.
"Yauupps...." Zio menangkap layangan kertas itu dan membacanya
"Selamat malam kak Zio, met bobo.... moga mimpi indah" isi pesan yang tertulis di layangan kertas itu
Begitu pun Clarissa membaca isi pesan dari layangan Zio.
"Met malam Cantik....,, besok kita jalan-jalan ke sekeliling area puncak ini yuk"
Clarissa tersenyum membacanya, dan kembali membalas kemudian melemparkan kembali ke jendela kamar Zio.
"Okey... aku setuju banget, tidak sabar menikmati udara puncak yang segar dan bersih itu, tapi emang kita berdua sanggup, karena area ini terlalu luas, dan masih banyak pepohonan liarnya"
Zio kembali membalas
__ADS_1
"Sanggup lah, besok kita minta izin guru, sehabis itu kita pakai motor sewaan di yang tersedia disini" layangan itu kembali mendarat.
"Okey....Siiiiip " dan pintu jendela masing-masing terkunci rapat
Sementara Daniel dan Azka, merekam aksi konyol Clarissa dan Zio tersebut,
"Kalian berdua pada ngapain sih ?" Zio mendekati mereka yang tengah cengar-cengir memutar kembali rekaman itu
"Kami berdua tengah mengabadikan momen indah dan konyol kalian berdua, sapa tahu kalian berdua berjodoh. dan anak cucu kalian dapat menyaksikan gaya pedekate kalian itu, yang saling mengirim pesan melalui layangan ketas. dan melemparkan melalui jendela kamar" ucap Daniel
"Ya karena kami ingin sesuatu yang unik, nggak kayak kalian berdua yang langsung main nyosor" cemoohan Zio
"Udah kok" Zio kembali teringat saat lomba memakan buah apel itu, dan spon meraba bibirnya
Malam itu Zio bdan kedua sahabatnya menghabiskan waktu dengan bercanda gurau, hingga Akir nya ketiduran dengan posisi yang tumpang tindih.
__ADS_1
Zio terbangun dan menggeser kesal tubuh Azka yang berat menghimpit tubuhnya, dia bergegas menuju kamar mandi karena teringat janjinya semalam. hari ini mereka berdua akan menikmati waktu berkeliling villa.
Zio menyisir rambutnya, dan menatap penampilannya
"Aku merasa penampilan ku sudah cukup Rapi, semoga saja nanti aku tidak melakukan kecerobohan lagi dihadapan Clarissa"
Zio berjalan keluar dari kamar, meninggalkan kedua sahabatnya yang masih tidur indah di kasur. Zio pun meminta izin kepada guru, entah alasan apa yang dikemukakan oleh Zio sehingga guru dengan mudah memberikan nya izin.
Sambil duduk manis diatas motor sewaan, Zio menunggu sang pujaan hati Clarissa yang juga tengah melangkah anggun, menuju ke arah Zio yang juga tengah menatap mesra Clarissa.
"Yuk berangkat sekarang" ujar Zio sambil menyerahkan helm ketangan Clarissa
Clarissa duduk manis membonceng dibelakangnya, dengan perasaan bahagia serta bunga-bunga yang bertebaran indah di sekitar mereka, sesekali Clarissa mengusap wajahnya dengan punggung tangan seolah-olah mengibas kelopak bunga yang melekat
Begitu pun Zio yang terus tersenyum, seandainya dia bisa melihat lebar senyuman nya itu mungkin dia akan takut sendiri. karena hampir mencapai kuping. (ha....ha.... Author sengaja, soalnya pengen Lebai .... untuk hari ini)
__ADS_1
"Clarissa kamu pegangan ya.. soalnya jalanan ini terlalu licin. dan tidak rata, aku takut kamu ntar jatuh" ucap Zio sambil tersenyum
"I...iya kak" dengan ragu-ragu akirnya tangan Clarissa melingkar di pinggang Zio