
Berita kepulangan Zio Alexander, sudah tersebar ketelinga para sahabat-sahabat dekat nya dahulu. terutama Daniel dan Azka. yang langsung senang dan bahagia. semenjak kasus yang pernah menimpa Zio disekolah dulu. Zio pergi tanpa memberi kabar lagi pada para sahabat dekatnya.
"Aku punya rencana bagus, agar kita semua bisa berkumpul seperti dulu lagi.!" ucap Daniel
"Rencana apa.?" tanya Azka penasaran
"Sebaiknya kita mengadakan reuni sekolah."
"Aku tidak yakin Zio bakal mau datang, karena sekolah itulah yang menyebabkan Zio pergi dari kita." ucap Azka kurang setuju.
"Justru itu, dengan adanya reunian itu. nama baik Zio akan kembali, disana kita minta pihak sekolah memberikan klarifikasi dari pernyataan Farrel yang pernah meminta maaf. secara tidak langsung dia juga telah mengakui jika dia penyebab dari semua kejadian itu." terang Daniel.
"Okey, aku sangat setuju, apalagi bisa bertemu dengan Caca. karena semenjak mengikuti orang tuanya yang pindah tugas ke Kalimantan. kami seperti putus komunikasi, karena orang tuanya tidak memberikan Ami restu. " suara Azka terdengar sedih .
"Justru itu juga kesempatan emas buat kalian berdua, pas reunian itu kamu bisa membawa Caca kawin lari ke kampung halaman mu yang terisolir itu, otomatis orang tua Caca tidak akan bisa !melacak keberadaan kalian." ucap Daniel.
__ADS_1
Azka terdiam cukup lama, memikirkan kata-kata Daniel yang dirasanya ada benarnya.
"Hallo Azka, jaringan ditempat mu gangguan Laginya... hallo.... hallo." Daniel mengangkat ponselnya.
"Iya aku masih mendengarkan mu berceloteh tidak jelas, makanya aku diam." terang Azka yang sedang bersantai diatas pohon jengkol. karena disana jaringan nya sangat bagus.
"Gimana dengan ideku barusan sangat bagus kan.?" Daniel mengulangi lagi.
"Aku sih mau saja kalau membawa Caca kabur kesini, kalau dia mau mengikuti ku, tapi aku khawatir dengan kemarahan orang tuanya nanti." Azka masih terlihat ragu.
"Tenang teman aku akan membantumu."
"Eh ada nak Daniele." ucap mami Anyelir antusias
Daniel menyalami semua, Zio yang baru menyadari kehadiran Daniel langsung memeluk sahabat kecilnya itu, namun terlebih dahulu dia melayangkan pukulan kecil. yang merupakan tos jika mereka berdua bertemu.
__ADS_1
Setelah berbasa-basi dengan keluarga besarnya, Zio mengajak Daniel ngobrol di taman belakang. agar mereka bebas ngobrol apapun.
"Zio selain kangen bertemu dengan mu, aku juga berkeinginan untuk mengadakan reuni disekolah kita dahulu atau kita sewa gedung saja." ucap Daniel.
"Ide mu bagus juga." balas Zio.
"Jadi kamu setuju.?"
"Setuju sekali, karena aku juga kangen dengan teman-teman kita yang lain. terutama Azka yang suka sekali berbuat konyol." ungkap Zio antusias.
"Syukurlah jika kamu telah melupakan dan tidak mempermasalahkan lagi kasus itu."
"Untuk apa diingat dan dibahas lagi, yang jelas Farrel sudah meminta maaf dan mengakui kesalahannya." ucap Zio.
"Apa kamu pernah bertemu mereka lagi.?" tanya Daniel penasaran.
__ADS_1
"Pernah, karena Clarisa sekarang sudah menjadi pacarku. sedangkan Farrel sudah menikah dan mempunyai seorang putri bersama Mentari. dia kemaren datang diacara ulang tahun perusahaan, " Zio menyerahkan botol Minuman mineral pada Daniel. mereka ngobrol santai sambil minum dan makanan kecil.
Daniel melonggo, dia tidak menyangka sama sekali. jika ternyata banyak informasi yang sudah terlewati oleh nya.