Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Papa pulang


__ADS_3

"Papa pulang" Zio tersenyum bahagia menghampiri keluarga kecilnya yang tengah tersenyum menyambut kepulangan nya dari luar kota.


"Papa kenapa lama sekali ke luar kota nya, biasa pergi paling dua atau tiga hari, sekarang seminggu" Celetuk sibungsu Davina.


"Papa sedang ada proyek baru Sayang" Jawab Zio duduk ditengah-tengah anak istri tercinta.


"Oya pa, kita makan yuk. Bunda udah Masakin makanan kesukaan papa untuk menyambut kepulangan papa" ujar Clarissa mengandeng mesra lengan Zio yang terlihat lebih gemuk dan berisi, gerbang terbalik dengan postur tubuhnya semasa bujangan tinggi dengan bentuk perut yang sispec.


"Duh mesranya yang lagi kangen- kangenan." ledek kedua anak kembarnya yang suka usil.


"Iya dong, katanya kalian berdua pengen segera punya adek lahi?" goda Zio yang langsung membuat Davina dan Devan saling pandang dan menggeleng kan kepalanya tidak suka.


Mereka menikmati makan dengan penuh kebahagiaan dan canda tawa kedua Putra putri mereka. ditempat lain Lara melamun di balkon Apartemen, pikiran nya masih menerawang tentang mimpinya.

__ADS_1


"Kenapa aku mimpiin Bunda orang lain, perasaan ku begitu tentram melihat tatapan mata nya, yang memberikan ku kehangatan dan kasih sayang seorang ibu yang tidak pernah aku dapatkan."


Lara menyeka air matanya yang lolos begitu saja, bi Ijah yang memperhatikan tingkah gadis itu dari belakang ikut menyeka air matanya, dia juga merasakan kesedihan seperti yang dirasakan Lara perlahan dia mendekat dan mengelus pelan punggung Lara .


"Bibi" ucap Lara memeluk erat tubuh bi Ijah dan menumpahkan segala tangis nya di bahu wanita paruh baya itu.


"Sabar ya Non, bibi akan selalu bersama mu" membalas pelukan Lara, mereka berdua larut dalam perasaan sedih, Clarissa yang sedang menyuap makanan nya merasa tiba-tiba dadanya sesak, dan pikirannya langsung teringat Lara gadis cantik teman anaknya.


"Davina, kapan-kapan ajak Lara main kesini ya nak," Ucap Clarissa Antusias.


"Bunda ingin sekali ngobrol-ngobrol dengan gadis itu," Ucap Bunda kembali.


" Ya Tuhan, harus kah aku berterus terang kepada Bunda, tentang siapa sebenarnya Lara. gadis yang selalu membuat onar fan masalah, terutama dengan ku. jika bunda tahu dia mungkin akan sangat membenci Lara, tapi melihat tatapan dan antusias Bunda, aku tidak ingin membuatnya kecewa," gumam Davina sambil menunduk. begitu juga Devan dia tidak ingin Bunda kecewa, sehingga dia juga memilih untuk bungkam.

__ADS_1


Suara deringan ponsel membuat Lara melepaskan pelukannya, dan menyeka kedua belah pipinya dengan punggung telapak tangan.


.


"Hallo Dio ada apa ?"


"Lara ketemuan yuk di club malam tempat biasa," ajak sahabat nya.


"Ngak bisa Dio, malam ini aku lagi capek dan ingin istrahat saja dikamar," tolak Lara yang mulai mau mendengarkan nasihat dari bi Ijah.


"Non Lara sekarang hebat." Ucap bi Ijah saat mendengar Lara sudah berani menolak saat diajak begadang di club.


"Iya ni, Lara sudah capek dan mulai bosan dengan kehidupan Lara, sekarang Lara hanya ingin bersama bibi saja," kembali memeluk bi Ijah.

__ADS_1


"Ya sudah, sekarang non Lara lanjut tidur lagi ya," bi Ijah menuntut Lara untuk masuk kekamar tidur nya kembali. dia sangat bahagia melihat lar yang mulai tenang dan patuh.


Bi Ijah mencium kening Lara layaknya anak sendiri, begitu juga Lara yang sangat bahagia mendapatkan perhatian itu, meskipun hanya dari pengasuhnya semenjak bayi.


__ADS_2