
Suasana pantai yang temaram, dan hembusan angin yang membuat rambut panjang Clarisa tergerai bebas, menambah kecantikan nya. gadis itu nampak kesulitan merapikan rambut nya.
Zio membuka jacketnya dan memasangkan pada Clarisa, meskipun Clarisa sudah memakai jaket. namun Zio tidak ingin melihat Clarisa kedinginan. mereka berpegangan tangan menelusuri tepi pantai dengan deburan ombak yang saling berpacu dan menghempas.
Seekor anak kucing yang terlihat kelaparan, melintasi mereka. langkah xzio dan Clarisa terhenti. mereka menatap kasihan pada kucing itu. sambil melihat matanya yang meminta untuk dikasihani.
"Kasihan sekali nak kucing ini." Clarisa pun membuka tas kecil yang yang terdapat sedikit makanan dan memberikan pada kucing itu. terlihat kucing yang kelaparan itu makan dengan rakusny. Zio tersenyum memperhatikan ketulusan dan kebaikan hati Clarisa.
Mereka melanjutkan perjalanan, dan berhenti disebuah kafe yang terdapat di pinggiran pantai, Zio membimbing Clarisa memasuki tempat yang langsung menghadap langsung kecarah pantai.
__ADS_1
Zio sengaja memesan makanan dan minuman yang panas, agar tubuh mereka yang kedinginan, bisa hangat kembali. sambil sesekali memandang wah Clarisa yang masih sering bersemu merah jika diperhatikan oleh Zio.
"Aku sangat bahagia sekarang, tidak pernah terbayangkan. jika aku bisa bertemu. bahkan sudah pacaran dengan Cinta pertamau. meskipun banyak halangan yang menerpa hubungan kami." bathin Clarisa.
Sementara, Mentari dan Farrel sengaja pergi menuju tempat penginapan mereka dulu. Farrel ingin mengenang kembali masa-masa indahnya bersama Mentari. bahkan Farrel sengaja membooking kamar tersebut jauh-jauh hari. agar keinginan nya tersebut dapat tercapai.
Mentari mengatupkan kedua belah tangannya dia seakan tidak percaya, Farrel membawa kekamar yang pernah menjadi saksi diadan Farrel memdu Kadi dn Cinta yang salah dimasa remaja mereka. namun suasana kamar itu terlihat sengaja didekor seindah mungkin. seperti layaknya kamar pengantin baru.
"Sayang aku sengaja mengajakmu kekamar ini, selain mengenang masa lalu kita. aku juga ingin melakukan itu, dengan keadaan dan statusmu yang sudah menjadi istri sahku. biar kamu ini yang dulu pernah menjadi saksi. tahu bahwa kita masih bersama dengan status yang sah." terang Farrel sambil merebahkan Bunga ditempat yang khusus untuk anak itu dan menyelimuti tubuh kecilnya.
__ADS_1
Malam itu, Farrel dan Mentari menikmati kembali tidur dan memadu kasih, dengan rasa yang jauh lebih indah, dan perasan yang tenang. tanpa ada lagi perasaan was-was dan rasa bersalah. seperti dulu. hingga pagi menjelang keduanya tertidur sambil berpelukan.
Sedangkan Daniel, tertidur diatas sofa dibantu oleh teman-temannya. sedangkan Agnes dan Jeni. mereka memilih tidur di penginaoan. satu kamar berdua. sambil bercerita panjang tentang kehidupan mereka masing-masing.
Dikamar Caca dan Azka, mereka berdua telah salah jalan. persaan rindu dan tidak mendapatkan restu dari kedua orang tua Caca, membuat keberanian Azka semakin kuat.
"Mungkin inilah jalan satu-satunya, agar aku bisa memilikimu Sayang." bathin Azka.
" Azka, jangan diteruskan. kamu sedang mabuk berat." tolak Caca, ambil berusaha mengendalikan gejolak gairah nya yang terus dipancing Azka. yang masih berpura-pura mabuk.
__ADS_1
Namun Azka tidak menghiraukan penolakan Caca, di terus melakukan cumbuan dan sentuhan. hingga Caca juga mulai ikut terhanyut suasana dan gairah nya.
Malam itu, mereka memulai segala, tanpa peduli lagi kedepannya. yang terpenting hasrat dan tujuannya tercapai. Azka terus membuat Caca mendesah. hingga akhirnya keduanya tertidur begitu saja.