Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Murid Baru


__ADS_3

Larasati tambah cantik dan anggun, setelah sembuh dari koma beberapa tahun dulu. Larasati memutuskan untuk memakai hijab. serta baju gamis untuk menutupi lekukan tubuh nya yang indah.


"Lagi masak apa ma" sapa Zein memeluk tubuhnya mesra dari belakang


"Ini makanan kesukaan Cantika, hari ini dia akan berkunjung ke rumah kita, bersama Putri mereka Clarissa dan Gilang juga" Larasati nampak senang mengaduk masakan nya


"Wah...wah... seru ni, kita bakal kedatangan saudara" ucap Zein senang namun masih menggoda sang istri


"Udah lepasin pa....malu dilihat Catania" Larasati berusaha meloloskan diri dari pelukan Zein


Siangnya Cantika sudah sampai di kediaman sang kakak, sambil menggandeng suaminya Gilang. sementara Clarissa berjalan cepat menuju pintu, tidak sabaran ingin bertemu saudara sepupunya Catania.


Begitu juga dengan Catania, dia membuka pintu depan tergesa-gesa


"Selamat datang adikku" mereka berpelukan erat, saling melepas rindu.


"Gimana kabarmu dek, serta Mama dan Papa" tanya Larasati antusias


"Kami semua sehat kak, tapi Mama dan papa ngak bisa ikut" Cantika melepaskan pelukannya berjalan masuk kerumah yang terlihat sederhana itu, namun sangat indah dan bersih.


"Oya Kenapa kakak tidak menempati Rumah mewah pemberian bosnya kak Zein dulu" tanya Cantika


"Kamu tahu sendiri kan, Uda Zein itu lebih suka kesederhanaan dan kenyamanan seperti ini" balas Larasati


Mereka berkumpul dan ngobrol diruangan keluarga, sambil menikmati minuman segar, serta makanan khas daerah, yang dibawa Cantika sebagai oleh-oleh untuk kakaknya itu.


"Sebenarnya kami kesini, sekalian mengunjungi kakak. serta mencari kan sekolah yang cocok untuk Clarissa" ucap Gilang


"Sekolah" ucap Zein dan Larasati serempak

__ADS_1


"Ya Clarissa pengen melanjutkan sekolahnya ditempat yang terbaik dan bagus, dan tidak dikota kecil tempat kita" sela Gilang melirik Clarissa yang sibuk bercerita dengan Catania


"Bagaimana ditempat Catania sekolah di Luar Negeri saja" ucap Zein


Clarissa menggelengkan kepalanya,


"Sekolah yang ada asramanya aja Tante" ucap Clarissa semangat


"Kenapa kamu ingin tinggal di asrama sayang" Zein menatap Clarissa


"Ya pengen aja Om" jawab nya spontan


"Okey nanti Om akan bantu mencari kan sekolah yang bagus dan tepat untuk mu sayang" ucap Zein


"Terimakasih Om"


Zein teringat Rama, serta tempat sekolah nya Zio.


Besok nya Zein pun mendaftar Clarissa sebagai murid baru disekolah itu.


Disekolah nya Zio....


Tanpa terasa sudah Tiga tahun berlalu kehidupan Zio jalani tinggal di asrama, dengan kepintaran dan kejeniusan yang dimiliki Zio, sehingga dia mendapatkan berbagai prestasi serta selalu mendapat peringkat pertama di kelas nya.


Beda dengan kedua sahabatnya Azka dan Daniel, yang lebih suka menyontek dan minta bantuan Zio. setiap mendapatkan tugas sekolah, kadang Zio tidak mau membantu mereka yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan bermain games saja.


Selama itu juga Caca berusaha untuk menarik perhatian Azka, yang selalu mengabaikan nya, bahkan menolak untuk duduk sebangku dengannya, Azka meminta Yudi untuk menggantikan posisi nya semula, duduk di sebelah Azka.


"Azka ngak nyangka ya....aku senang banget, ternyata naik ke kelas Tiga, kita masih diberikan kesempatan untuk belajar dengan teman-teman yang sama " ucap Caca mengimbangi langkah Azka yang cepat memasuki kelas baru nya.

__ADS_1


"Gue ngak peduli" jawab Azka acuh


Saat Azka hendak duduk, refleks dia melonggos kesal. Caca telah duduk manis di sebelah nya. sambil tersenyum penuh kemenangan. sambil memainkan jemarinya.


"Minggir Ca, itu kursinya Yudi" ucap Azka kesal


"Kamu lupa ya, jika Yudi udah pindah sekolah ikut keluarga nya yang pindah tugas" ucap Caca senang, Guru masuk dan memulai pelajaran baru mereka. sehingga Azka memutuskan untuk membiarkannya.


Sebenarnya Azka secara tidak langsung sudah tertarik dengan Caca, namun dia masih gengsi untuk mengakui nya, mengingat kedua sahabatnya yang masih menyandang status jomblo sejati, meskipun banyak wanita disekolah ini yang tergila-gila pada nya.


Caca menulis di selembar kertas, dan mendorong pelan ketangan Azka, karena takut ketahuan guru yang sibuk menerangkan pelajaran.


Azka mengerutkan keningnya bingung, dan membuka lembaran kertas itu


..."I.... LOVE ... Azka,,...


...Please Azka,, akui saja perasaan mu. aku tahu kamu juga menyukai ku... Sudah cukup waktu dua tahun berlalu. untuk menutupi perasaan kita....


...Kamu mau kan mulai hari ini kita pacaran ......!!!!!...


Azka gemetar membacanya...dan menulis jawaban nya


..."Aku mau jadi pacar kamu"...


Kemudian Azka mengulung kertas itu, namun belum sempat dia memberikan pada Caca. Bu Rani yang selama ini jomblo akut dengan umur nya yang sudah kepala empat, berjalan cepat ke arah Azka, yang nyengir kuda melihat guru itu mendekat, dan menyambar kertas yang masih ditangan nya


"Apaan ini Azka" suara lantang terdengar, sambil membuka gulungan kertas dan langsung melotot membulatkan matanya, saat membaca tulisan yang tertera


Sambil berkata dalam hati

__ADS_1


"Aku ngak nyangka Azka selama ini, menyukai ku....pantesan dari tadi dia senyum-senyum terus melihatku"


__ADS_2