Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Daniel terbangun


__ADS_3

Caca terbangun, sambil menyingkirkan pelukan Arka secara perlahan. terbersit rasa bersalah dan penyesalan dalam hati Caca, mengingat perbuatan mereka yang sudah melampaui batas.


"Mama....papa maafkan Caca, semua sudah terjadi diluar kendali Caca. " mengusap air matanya yang menetes, Caca bangkit dan mengenakan pakaian nya kembali.


"Selamat tinggal sayang, aku pulang dulu." bisik Caca dan mencium sekilas wajah Azka yang masih tertidur pulas.


Caca menemui bodyguard yang masih menunggunya diluar ruangan, nampak wajah mereka yang mulai kusut Karena mengantuk menunggu nya.


"Kita pulang sekarang." ajak Caca berjalan mendahului mereka, sambil berusaha bersikap senormal mungkin. agar tidak memancing rasa penasaran mereka.


Azka sebenarnya tidak tidur pulas melainkan pura-pura tidur. dia menatap sedih punggung Caca yang lebih memilih pergi meninggalkan nya. semalam saat sebelum pesta dimulai, Azka sudah menyampaikan keinginannya untuk mengajak Caca menikah. meski tanpa restu kedua orang tuanya, namun tidak ada jawaban dari gadis itu. hingga mereka pun melakukan hubungan terlarang, Caca pun masih memilih untuk meninggalkankanya.


"Caca, aku bingung mengartikan sikapmu itu, padahal kamu telah menyerahkan sesuatu yang sangat berharga padaku. tapi kamu malah pergi tanpa marah bahkan menuntut ku." Azka menatap langit-langit kamar, tempat penginapan itu sambil berbantalkan keua telapak tangannya.


Di mobil yang membawanya pergi, Caca mengusap air matanya perlahan. mengingat kejadian semalam, dia telah memberikan sesuatu yang berharga pada kekasih yang sudah dipacari nya selama beberapa tahun terakhir, meskipun mereka lebih tepatnya dibilang Cinta jarak jauh. karena kedua orang tua Caca telah menyiapkan jodoh untuk anak mereka satu-satunya itu.


"Aku harus bagaimana menghadapi calon suamiku nantinya, jika seandainya kami menikah dan mengetahui jika aku sudah tidak perawan lagi. aku terlalu bodoh, karena rasa rindu yang tidak terbendung lagi, aku dan Azka melakukan nya. laki-laki yang sangat aku cintai." gumam Caca mengusap air matanya.


"Nona kamu tidak apa-apa kan.?" tanya Salah satu bodyguard yang menjaganya.

__ADS_1


"Tidak, aku cuma terharu berpisah dengan teman-temanku." Ela Caca sambil mencoba memaksakan senyumnya.


Lain ceritanya dengan Daniel, cowok mesum dengan sejuta ide gilanya. yang selalu gagal, membuka matanya dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan yang terlihat kosong. segera dia terduduk sambil melihat posisinya tertidur.


"Kenapa aku tidur disofa ini, dan masih ditempat acara reunian. mana teman-temanku yang lain.? berbagai pertanyaan berkecamuk di benaknya.


Daniel melirik jam dinding yang tergantung, tepat dihadapannya. yang sudah menunjukkan pukul setengah delapan pagi. segera dia bangkit dan menyeret langkahnya mendekati OB yang sedang bersih-bersih sampah dan bekas minuman dan makanan mereka semalam.


Saat hendak bertanya pada mereka tiba-tiba ponsel yang tersimpan disaku jaket Daniel bergetar, tertera nama Azka. serta beberapa panggilan dari Zio yang tidak terjawab.


"Hallo, hey brengsek dimana kamu.? kenapa kamu meninggalkanku begitu saja ditempat Ini." Daniel langsung membentak Azka.


"Beraninya kamu meledekku Azka, awass kamu." bentak Daniel emosi menuju tempat penginapan mereka bertiga Daniel, Zio dan Azka. sementara Clarisa mengambil kamar yang tidak terlalu jauh dari kamar mereka.


Tempat penginapan itu, posisinya tidak terlalu jauh dari gedung tempat mereka reunian, sehingga tidak perlu waktu lama bagi Daniel sampai dikamar mereka.


Ceklek pintu langsung terbuka lebar, dia melihat Zio dan Azka yang pura-pura tidur dibalik selimut tebal, diranjang khusus yang mereka pesan muat untuk mereka bertiga.


Dengan kesal Daniel menarik selimut dan membuangnya asal.

__ADS_1


"Tega kalian meninggalkanku, menggigil kedinginan tertidur sendirian disofa." bentak Daniel kesal.


"Maaf Daniel, aku dan Clarisa balik dari pantai juga susah menjelang pagi, begitu juga dengan Azka. dia baru juga sampai paling selisih vsatu jam dari kamu." terang Zio.


Daniel langsung terdiam, lalu menatap Azka intens,


"Sekarang Cepat katakan sejujurnya Azka, jika malam ini kamu sudah tidak pejaka lagi." mengangkat jari telunjuknya tepat diwajah Azka. dengan tampang Daniel yang terlihat begitu penasaran.


Azka mengangguk pelan, membenarkan perkataan Daniel, yang sukses membuat Daniel pingsan ambruk di kasur antara posisi Zio dan Azka, yang menatapnya bengong.


"Azka benarkah itu.?" tanya Zio memastikan.


"Iya Zio aku khilaf, dan termakan hasutan Daniel pria mesum tingkat akut ini." menunjuk Daniel.


"Astaga Azka, aku kecewa melihat jalan kalian yang salah, kamu mau mendengarkan kata-kata Daniel dari pada kata hatimu sendiri. aku harap kamu segera bertanggung jawab atas perbuatan mu terhadap Caca." perintah Zio kesal.


"Baik Zio, itulah yang aku inginkan. tapi orang tuanya tidak memberi kami restu." ucap Azka.


"Justru itu, kamu harus berjuang mendapatkan cintamu, tapi jangan gunakan cara yang salah. berjuang lah dengan benar baru kamu bisa dikatakan laki-laki sejati."

__ADS_1


"Baik Zio." Azka mengganti pelan. membenarkan kata-kata sahabat baiknya itu.


__ADS_2