
"Sssttt... Brengxxxx" ucap Farrel mengambil ponselnya dan menatap emosi wajah orang yang telah iseng menyenggol tangannya barusan.
"Sorry bro..." ucap Daniel mengangkat kedua tangannya
Farrel menarik keras kerah baju Daniel,
"Hey bro...,, perlu kamu ketahui cewek didepan itu gebetan sahabat gue Zio, jadi gue peringati jangan pernah coba-coba untuk mendekati nya" bisik Daniel
"Ha....ha... masih gebetan bukan pacar. jadi kesempatan ku masih terbuka lebar"
Farrel melepas kasar cengkraman tangannya, sehingga Daniel terdorong beberapa langkah kebelakang. Farrel lebih memilih meninggalkan tempat itu. dia tidak ingin menunjukkan kesan buruk dihadapan Clarissa.
"Kedatangan mereka bertiga membuat mood ku bertambah jelek" gumam Farrel pergi ingin menemui kedua sahabatnya Ricky dan Yuda
Zio berjalan mendekati meja Clarissa
"Kita boleh gabung nggak di sini ?"
"Boleh silahkan" jawab Clarissa tersenyum kerah Zio
__ADS_1
"Eh kalian semua pada ikutankan studi tour sekolah nggak" ucap Daniel
Zio melirik Clarissa berharap gadis itu juga ikut, namun bibir Clarissa terlihat enggan untuk mengatakan kata "Ya" dia cuma tersenyum menanggapi, membuat rasa penasaran Zio memuncak namun dia terlalu gengsi untuk menanyakan secara langsung.
"Kalau aku sih pengen banget ikutan, gimana dengan kalian" Daniel kembali bertanya dan menatap satu persatu teman-temannya
"Kok pada bengong saja, emang kalian nggak bosan habis' ujian semester ini. kita perlu penyegaran juga tahu !
"Emang tempat nya dimana ?" tanya Mentari
"Kalau nggak salah di daerah puncak, sekalian pihak sekolah sewa villa gitu, juga para siswa-siswi bisa juga memanfaatkan lingkungan villa yang luas untuk mendirikan tenda, kita disana bsa menikmati keindahan alam dan juga malam panjang dengan api unggun yang menyala terang.
"Aku tertarik sekali untuk ikut, gimana dengan kamu Clarissa ?" tanya Mentari
Clarissa masih nampak berfikir, dan saat mulut nya bergerak ingin menjawab pertanyaan sahabat nya itu bel tanda waktu istrahat berakhir berbunyi nyaring, sehingga tanpa ba-bi-bu lagi Mentari langsung menarik tangan Clarissa untuk pergi meninggalkan kantin. membuat Zio mengusap wajahnya gusar dan penasaran dengan jawaban Naysilla.
Malamnya ketiga sahabat itu Zio, Azka dan Daniel berembuk,
"Bagaimana jika kita taruhan saja, tentang Clarissa dia ikut atau tidak" ucap Daniel
__ADS_1
"Maksudnya" Zio menatap Daniel
"Begini saja, siapa yang menebak jika Clarissa ikut berarti dia menang, dan dapat hadiah dari Zio, dan jika kalah !aka sebaliknya" ucap Daniel
"Kok kamu yang bikin peraturan nya" Zio menatap Daniel kesal
"Jangan takut bro...,, lagian meskipun tebakan kami benar kamu juga ngak bakalan rugi, sejarah kamu kan anaknya pengusaha MNCR Groups" celetuk Daniel
"Okey... Okey aku setuju, meskipun aku yakin Clarissa tidak akan iku" ucap Zio
Banyak juga yang mendaftar untuk mengikuti study tour itu, namun Zio dan teman-temannya belum juga menemukan daftar nama Clarissa yang tertera disana.
"Zio kayaknya status jomblo masih enggan beranjak dari hidup mu" goda Azka dan Daniel mereka pun tertawa bersama
Sementara dikamar nya Mentari terus membujuk Clarissa teman satu kamar nya itu agar mau ikut.
"Ayolah Clarissa...masa remaja seperti ini cuma datang sekali dalam hidup kita, makanya kita harus memanfaatkan nya sebaik dan seindah mungkin"
"Okey baiklah" jawab Clarissa, meskipun sebenarnya dia juga ingin ikut namun dia ingin melihat wajah sewot dan usaha mentari membujuk nya.
__ADS_1