
Zio mengantarkan Clarisa, langsung kerumah yang dibeli dari hasil kerja keras gadis itu selama menjadi desainer handal. disana sudah menunggu Monic bersantai diteras rumah, Clarisa memang sengaja mengajak Monic untuk tinggal dirumah tersebut. karena dia merasa kesepian dirumah mewahnya itu. mengingat Mama dan papa lebih memilih tinggal bersama Oma dan Opa dan adik laki-lakinya Fadlan.
"Monic kamu menunggu ku ya.?" sapa Clarisa yang merasa heran melihat Monic dengan wajah khawatir.
"Iya, karena tidak biasanya Nona pulang kerja hjam segini." Tutur Monic
"Kenalkan ini Zio Alexander, teman masa sekolahku. dan sekarang sudah menjadi teman dekatku." ucap Clarisa malu-malu.
"Saya Monic mas." menjabat tangan Zio.
"Beruntung sekali Nona Clarisa, bisa mendapatkan pria setampan ini. padahal aku mengira selama ini. Nona Clarisa tidak menyukai laki-laki. karena tidak pernah sedekat ini dengan laki-laki manapun."
Lamunan Monic terhenti saat Zio menyapa. pamit pada mereka berdua untuk pulang kerumahnya.
__ADS_1
"Clarisa, aku pamit pulang dulu ya.?
"Apa ngak masuk kerumah dulu." tawar Clarisa.
"Ngak enak, udah kemalaman. kapan-kapan aja ya." ucap Zio memasang helm kembali.
"Terimakasih ya." ucap Clarisa memandang mesra wajah tampan Zio
"Sama-sama sayang." balas Zio melambaikan sebelah tangannya.
"Yuk Monic kita masuk." Clarisa melangkah masuk, ketika melihat motor Zio telah meninggalkan teras rumah.
"Nona Clarisa, nyari pacar pintar banget ya. udah tampan dan baik lagi. meskipun terlihat sederhana dengan sepeda motor buyutnya itu." ucap Monic yang terlihat antusias dan mengagumi sosok Zio.
__ADS_1
Clarisa tidak menghiraukan celotehan Monic, dia segera menuju kamar tidur, menaruh tas yang berisi perlengkapan kerjanya. lalu Clarisa membuka pakaian yang sudah melekat seharian ini. senyum mengukir indah disudut bibirnya. ketika menghirup aroma parfum Zio yang melekat dipakainya.
"Aku merasa begitu bahagia, tidak pernah terbayangkan olehku sebelumnya. bertemu dengan cinta pertamaku Zio. ternyata nasib mempertemukan kami kembali disaat waktu dan masa yang sudah berubah. namun tidak dengan perasaanku yang masih seperti yang dulu." bathin Clarisa
Setelah membersihkan tubuhnya, Clarisa merebahkan tubuhnya di kasur empuk. melupakan sejenak rasa capek dan beban pekerjaan yang menumpuk. namun tidak dengan perasaannya yang saat ini sedang bermekaran. bertaburkan bunga-bunga indah karena bahagia.h hingga mata gadis itu terpejam dan tertidur dengan lelapnya.menyongsong mimpi indahnya bersama Zio.
Begitupun dengan Zio, dia selalu bernyanyi kecil. hingga motor buntut itu berhadil mengantarkannya ke teras rumah mewahnya. pos keamanan rumahnya semula sempat melarang dan menghentikan Zio yang ingin menerobos masuk. karena mereka tidak mengenali penampilan Zio yang sekarang. setelah Zio membuka helmnya barulah mereka menunduk hormat.
"Maaf mas, maaf mas Zio. Kami tidak menyangka jika ini Anda." sambil tersenyum bangga menatap kearah Zio.
"Tuan muda Zio, ternyata memiliki sikap sederhana dan baik hati seperti ibunya Anyelir yang lebih suka berbuat kebaikan. dan membantu sesama." puji mereka.
Zio memarkirkan motor buntut pak security berjajar dengan mobil mewah dan motor gede keluaran terbaru. dia tertawa sendiri mengingat kejadian tadi siang bermesraan bersama Clarisa. dan berlanjut sampai Zio mengantarkan Clarisa pulang.
__ADS_1
"Sayang, anak mami kok baru pulang nak.?" tanya Anyelir
"Iya mi, tadi kerumah temen dulu. ngobrol-ngobrol karena sudah lama banget tidak bertemu.