Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Pertandingan Antar Sekolah


__ADS_3

Tiap sore Zio dan teman-teman satu teamnya sibuk berlatih basket stadion khusus yang disediakan oleh sekolah. ditambah lagi besok mereka akan mengadakan perlombaan pertandingan basket antar sekolah, mereka menyambut dengan senang hati dan semangat bertanding yang menggebu-gebu, mengingat sudah dua kali menang berturut-turut dalam pertandingan antar sekolah itu.


Sekarang tibalah saatnya pertandingan antar sekolah ini dimulai, team lawan seolah-olah meremehkan Zio dan teman-temannya. mereka tertawa sinis sambil mengacungkan jari tengah kearah team Zio.


"Zio.... Zio..... Zio...."


"Zio.... Zio semangat...."


"I Love you.....Zio"


Terdengar teriakan supporter sekolahnya, para siswi atau Cherryders sekolah yang memberikan semangat dan dukungan, termasuk para penonton lain yang seolah-olah lupa tempat mereka berdiri, bahkan ada yang rela memanjat tiang stadion itu. saking semangatnya untuk memberikan dukungan.


Semua itu sudah biasa bagi Zio, punya fans dan digemari para cewek-cewek sekolah nya, dan tidak membuat Zio sombong bahkan bersikap Playboy, mengingat pesona nya . tentu saja dia mempunyai kesempatan yang besar untuk gonta-ganti Pasangan. namun sang mami Anyelir selalu mengajarkan putra sulung nya itu. untuk menghormati orang terutama wanita.


Zio kembali tampil memukau, sehingga Susana kembali riuh dengan sorak-sorai dan serta yel-yel. team Zio menang dalam sesi pertama itu, dan break sebentar


Melihat itu Azka dan Daniel kembali bertingkah konyol dengan melambaikan tangannya serta memberikan Kissbay kepada semua penonton.

__ADS_1


"Hu....hu.....hu....." mereka meneriaki tingkah Daniel dan Azka itu, yang masih melenggang legok bak bebek kesiangan.


Sementara Zio lebih memilih mengabaikan, dan membuka tutup botol air mineral nya, dan meneguknya hingga habis, dan melempar ke tempat sampah yang tersedia di sudut ruangan, tidak jauh dari posisi nya.


Rico ketua team lawan menatap tajam, tidak suka ke arah Zio, yng merupakan pemain inti dan terhebat dibandingkan teman-temannya yang lain. Rico dan team nya berkumpul seakan berbisik, mere merencanakan sesuatu.


"Zio semangat......" teriak mereka kembali saat pertandingan itu kembali dilanjutkan, namun naas Zio hilang keseimbangan saat berebut bola, entah kenapa selesai minum dan istrahat Zio merasa kurang konsentrasi dan ..... seseorang seperti sengaja mendorong tubuh nya.


"Bruuuaggkk......,, tubuh Zio jatuh kelantai itu, sambil meringkuk menahan sakit.


"Zio....Zio.... Zio...."


Zio tidak menghiraukan teriakan itu, sementara pertandingan terus berlanjut, dan team lawan berhasil menang, disesi berikutnya.


"Rico.... Rico.... Rico...." suporter lawan berteriak kesenangan


Zio dibantu teman-temannya, untuk istrahat. pelatih memeriksa bagian tubuh Zio yang cidera.

__ADS_1


"Bagaimana Zio, apa kamu masih sanggup melanjutkannya pertandingan ini?"


Zio tidak menjawab, dan masih memejamkan matanya saat merasakan kakinya dipijit pelatih. perlahan Zio kembali membuka matanya.


Tiba-tiba Zio seakan mendapat angin surga dan semangat nya kembali bangkit. saat matanya secara tidak sengaja melihat sosok Clarissa dan temannya ikut menyaksikan pertandingan ny itu.


"Ayo Zio semangat..."


"Zio kalahkan mereka...."


Dengan semangat nya Zio melempar bola, dengan penampilan yang jauh lebih sempurna dan memukau dari biasa


"Yez.....Zio kembali menang"


Pertandingan basket antar sekolah itu kembali dimenangkan oleh Zio dan teamnya, mereka semua terlihat bahagia. bahkan saking senangnya Zio diangkat oleh teman-temannya.


Zio sekilas melirik Clarissa yang berada di antara para penonton lainnya, tersinggung senyuman manis di dibibir Zio, saat pandangan mata mereka kembali bertemu, Clarissa membalas senyuman Zio dan lambaian tangannya.

__ADS_1


__ADS_2