
Selesai pertandingan Zio dan teman-temannya akan merayakan hari kemenangan mereka itu di sebuah Club Malam yang berada tidak terlalu jauh dari asrama mereka, mengingat ini malam Minggu pihak sekolah memberikan mereka kebebasan. bahkan ada yang memanfaatkan untuk pulang ke rumah orang tua mereka.
Sebenarnya Zio keberatan dengan usulan teman-teman nya itu, tapi dia bisa apa karena kalah suara dengan jumlah teman-temannya yang banyak memilih merayakannya di Club. Zio ingin berjalan ingin menghindari mereka namun...
Caca serta team balletnya berlari menghampiri Azka, dan mengandeng tangan nya mesra. karena mereka sudah resmi berpacaran.
"Ayolah Zio, please untuk kali ini saja" ucap Caca
Zio melirik ada Clarissa yang ikut bergabung juga dalam team ballet Caca.
"Okey aku bersedia, tapi aku minta kalian tetap menjaga diri, mengingat tempat seperti apa yang akan kita masuki nanti" ucap Zio
"Bersedia" ucap mereka serempak
Zio memang kurang menyukai tempat itu, namun dia tetap ikut bersulang minuman dan tertawa bersama menyambut kemenangan sekolah mereka, termasuk team Putri. sebagian dari teman-temannya sibuk bergoyang tanpa arah, terutama Azka yang pertama kalinya menginjakkan kaki dalam Club, seakan tepat itu miliknya sendiri. membuat yang lain tertawa seolah-olah mencemooh menertawakan nya. tapi tidak dengan Caca malah dia sangat senang dan terhibur sekali melihat penampilan pacarnya itu. dan mengikuti gaya goyangan Azka yang tidak sesuai dengan musik tersebut.
Diruangan lain banyak juga yang berkaraoke, dan bersenang-senang. ada juga yang sudah teller bagi yang berani coba-coba minuman beralkohol yang tersedia di sana.
__ADS_1
"Hay... boleh aku temani" ucap Zio mendekati Clarissa yang lebih memilih duduk di salah satu sofa sambil memainkan ponselnya
"Boleh" tanpa mengalihkan perhatian dari layar ponsel
"Perkenalkan namaku Zio Aleksander" Zio mengulurkan tangannya
"Aku tahu, dan mamaku Clarissa" membalas jabat tangan Zio
"Nama yang cantik, persis orangnya. Sudah dua bulan aku selalu memperhatikan mu, dan baru sekarang kita bisa berkenalan dan duduk berdekatan" ucap Zio
"Nggak, lagian aku kurang menyukai hal yang seperti ini" ucap Clarissa yang mulai melayani percakapan Zio
"Sama, aku juga tidak terbiasa dengan kehidupan yang seperti ini, meskipun dari kecil aku dibesarkan di kota besar " ucap Zio menatap Clarissa lembut
"Kita jalan keluar yuk... tempat ini terlalu bising"
"Okey, tapi aku beritahu temanku Mentari dulu" ucap Clarissa yang berjalan kearah teman-temannya yang tengah asyik berkaroke ria
__ADS_1
Tidak lama Clarissa menghampiri Zio, mereka meninggalkan Club. berjalan beriringan menikmati malam yang bertabur bintang. Zio mengajak Clarisa duduk berdua di sebuah cafe dan memesan makanan dan minuman. karena dia juga yakin sekarang Clarissa pasti juga merasakan lapar, mengingat didalam Club mereka enggan untuk pesan makanan apapun.
"Silahkan Clarissa"
"Okey terimakasih Zio"
Mereka makan dengan diam, sambil sesekali Zio curi pandang ke arah Clarissa. yang begitu cantik alami dengan segala kesederhanaan yang dimilikinya. selesai makan malam mereka memutuskan untuk kembali ke asrama.
Lain halnya dengan Azka yang mabuk berat, Caca dan temannya berusaha membantu memapahnya untuk kembali pulang ke asrama. sebenarnya Caca sudah melarang Azka yang coba-coba minum alkohol, namun karena penasaran. begitulah hasilnya meskipun meminum sedikit tetapi dia sudah teller.
Kerena kondisi nya yang seperti itu, Azka tidak ingat teman-temannya lagi, dia meninggalkan Daniel yang tertidur akibat mabuk di sofa tempat karoke bersama Agnes, yang sudah beberapa bulan ini pedekate. namun mereka belum memutuskan untuk pasaran.
Zio kaget saat Caca mengantarkan Azka ke kamar, tanpa melihat Daniel, begitu pun Caca yang baru menyadari jika Agnes juga belum kembali. sementara Jeni sudah duluan masuk ke kamar asrama Putri.
"Zio aku udah capek memapah tubuh Azka yang berat, aku yakin Agnes dan Daniel ngak bakal kenapa- kenapa. mereka juga berdua dan udah gede juga" ucap Caca pergi menuju asrama nya juga.
Zio mengangkat bahunya pasrah, dan menidurkan Azka, dia yakin Daniel baik-baik saja, mengingat kelakuan sahabat kecilnya itu, yang sering mencuri kabur menuju Club Malam dan bersenang-senang dengan para sahabatnya dulu. dan hal itu terjadi jauh sebelum Daniel tinggal di asrama.
__ADS_1