Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Part Dua (Clarisa dan Zio)


__ADS_3

Zio tersenyum puas, sebelah tangannya masih mengusap-usap layar ponselnya. dimana terpampang foto cantik Clarissa yang mengunakan pakaian kerja.


Wajah Clarisa terlihat anggun, dan sudah terlihat sedikit dewasa. mengingat sekarang dia sudah menamatkan kuliah. juga mulai ikut merintis salah satu usahanya sendiri.


Clarisa memang sangat mandiri, bahkan diusianya yang masih relatif muda. Clarisa telah mampu bangkit dan mengembangkan usaha. yang bergerak di bidang butik. yang merupakan salah satu bakat dan hobi nya selama ini.


Clarisa memang sengaja, mengambil jurusan di bidang desainer. agar nanti kedepannya dia bisa mengembangkan usaha sendiri. tidak butuh waktu lama bagi Clarisa. sekarang nama butik dan rancangan nya sudah terkenal. bahkan seberapa artis ibukota sengaja memesan dan mengunakan rancangan pakaian Clarissa. diberbagai momen tertentu mereka.


"Clarissa aku sangat merindukanmu, meskipun hubungan kita yang indah. harus berakhir karena kesalah pahaman, namun aku tidak pernah berhenti mencintaimu." gumam Zio


Zio menarik koper nya, mengedarkan pandangan ke penjuru bandara internasional Soekarno-Hatta. rasa rindu yang menggebu pada tanah kelahirannya. membuat senyum Zio mengembang sempurna. saat pandangan matanya tertuju pada keluarga kecil yang sangat dirindukannya selama ini.


Anyelir,rama dan kedua adiknya. nampak mereka terlihat begitu bahagia menyambut kepulangan Zio, dengan jarak yang masih jauh. Aira sudah melambai-lambai tangan. terlihat sudah tidak sabaran lagi.


"Kakak....kakak....kak Zio." teriak gadis remaja itu.

__ADS_1


Zio yang sudah tidak fokus jalan, juga tidak memperhatikan wanita yang melintas didepan nya, sehingga tubuh mereka bertabrakan.


"Aww.. brunuurrgghh....,, mereka berdua sama-sama jauh. mengingat lantai juga masih belum kering sempurna. karena terlihat cs juga masih sibuk bekerja.


"Aduuuuuh.... rancangan terbaruku." teriaknya


"Eh, maaf aku tidak sengaja.!" ucap Zio mulai gugup


"Eh mas, kalau jalan itu lihat-lihat," ucap seorang gadis yang sangat cantik. sambil fokus dan sibuk dengan barang bawaannya yang lumayan banyak. tanpa menoleh sedikitpun kepada Zio, yang menatap tanpa berkedip kearah gadis itu.


"Cl... Clarisa, ya aku yakin sekali jika gadis barusan adalah Clarisku.." gumam Zio


Zio berbalik, dia ingin mengejar gadis yang sangat diyakininya adalah Clarisa. namun Zio kehilangan jejak. karena kondisi bandara yang sangat ramai.


"Dimana dia, kenapa gadis itu begitu cepat sekali menghilangnya.?" gumam Zio dengan wajah kecewa. dia kembali mengayunkan langkah kaki nya kembali ke arah mami dan papinya. serta kedua adiknya yang terlihat sudah tidak sabaran lagi.

__ADS_1


"Mami" Zio menghambur memeluk wanita yang sangat dirindukannya itu, baru papi dan kedua adiknya.


"Duh anak mami, tambah ganteng dan dewasa sekarang." ucap Anyelir mencubit gemes kedua pipinya.


"Duh... sakit mi." Zio mengusap pipinya.


"Papi bangga dengan prestasi mu nak, papi yakin perusahaan akan berkembang maju dibawah kepemimpinan seorang CEO sepertimu." Rama menepuk-nepuk pelan bahu Zio.


"Tentu dong pi, anak siapa dulu.," jawab Zio bangga.


"Hey bocil, gimana dengan sekolahmu.? pasti nilai-nilai mu hancur karena kebanyakan main gemes." ucap Zio


"Iya kak, nilai Zaki jelek semua.," Aira ikut menimpali, sehingga membuat Zaki jadi kesal menatap kearah semua, karena orang tua dan kedua kakaknya itu. memang suka sekali mengejek dan menggodanya. mengingat Zaki anak bungsu dan sering dimanja mami dan Opa nya.


"Sudah-sudah, kasihan anak bungsu mami tau. ayo Pi sebaik kita langsung saja kembali pulang. kasihan opa dirumahnya. pasti dia juga sudah tidak sabaran lagi menunggu Zio sampai dirumah" Anyelir menarik tangan Rama menuju mobil.

__ADS_1


Mereka semua masuk kedalam mobil, Rama Mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


__ADS_2