
Acara ulang tahun adik Clarisa berjalan lancar, dan meriah meskipun kebanyakan dihadiri anak-anak seusi adiknya tersebut. namun tidak mengurangi kebahagiaan yang dirasakan oleh Clarisa. dia mengabadikan momen bahagia tersebut melalui ponselnya.
"Sayang, aku ikut senang melihat mu yang selalu tersenyum ceria seperti ini." bisik Zio .
"Jarang sekali aku dapat berkumpul dengan keluarga besarku ini kak, sehingga saat ini merupakan moment yang sangat membahagiakan bagi ku." balas Clarisa.
Ditengah-tengah meriahnya acara, Zio menyelipkan tangannya dijemari Clarisa dan menggenggam nya lembu. keduanya pun saling pandang melukiskan perasaan mereka berdua, yang tidak menyadari jika ada mata lain yang tengah menyaksikan kebahagiaan kedua pasang anak muda yang saling mencintai itu.
"Semoga saja tidak akan ada lagi yang halangan untuk anakku Clarisa, hidup bersama orang yang dicintai nya." gumam Cantika.
Mengingat jabatan dan pekerjaan nya, Zio tidak bisa berlama-lama dikampung halaman sang kekasih. paginya Zio sudah terlihat kembali rapi di melangkah menghampiri Keluarga besar Clarisa. dan menyatakan jika pagi ini dia harus segera balik kekota. begitu juga dengan Clarisa pesanan desainnya cukup menumpuk.
Meskipun masih ingin bersama anaknya melepaskan kerinduan, Keluarga Clarisa mau tidak mau melepas kembali Putri nya untuk kembali kekota. mengejar karir dan mimpinya. meski Clarisa sudah cukup dikatakan sukses namun dia masih ingin bekerja lagi menyalurkan bakat dan hobi nya. yang selalu mendapatkan dukungan penuh dari keluarga dan sang kekasih Zio.
__ADS_1
"Nak Zio, Mama titip Clarisa ya. tolong jaga dan lindungi dia disana." ucap Oma saat mengantarkan cucunya sampai ke mobil.
"Tentu dong Oma." goda Zio.
"Zio, tolong segera bicarakan masalah hubungan mu dengan Clarisa pada kedua orang tuamu. carilah waktu yang tepat, semoga saja mereka mau menerima Clarisa Setelah mengetahui jika dia Putri kami." ucap Gilang.
"Tentu pa." balas Zio
Mobil yang dikendarai Zio telah melaju kembali meninggalkan rumah Keluarga Clarisa yang masih Melambaikan tangan melepas keberangkatan mereka, Clarisa ikut melambaikan tangan kebelakang sampai pandangannya pada keluarga menghilang Karena mobil telah membelok kearah lain.
"Sayang kamu menangis?" tanya Zio sambil melirik sekilas, sebelah tangan Zio membelai rambut Clarisa. dia tahu jika kekasihnya itu sedih berpisah kembali dengan orang-orang yang disayanginya.
"Ngak papa kok kak." tersenyum kembali kearah Zio.
__ADS_1
"Sayang, aku ngak nyangka ternyata orang tua kita mempunyai kisah yang sangat rumit. dan aku juga baru tahu ternyata kamu keponakannya Tante Larasati dan Om Zein. mantan asisten pribadi papaku dulu." ucap Zio.
"Iya kak, aku semula juga syok ketika mendengar penjelasan dari mana." terang Clarisa.
"Dunia ini ternyata sempit juga ya, sehingga kita dipertemukan lagi dengan kisah masa lalu orang tua kita yang saling terhubung satu sama lain." canda Zio.
Mereka ngobrol panjang lebar, sehingga tanpa tersa perjalanan jauh mereka terlewati begitu saja.
"Sayang Bangun kita sudah sampai." Zio menguncang pelan lengan Clarisa. gadis itu sempat ketiduran begitu mobil mulai memasuki kota besar. karena jalan sempat macet hampir tiga puluh menit. Clarisa memejamkan matanya hingga ketiduran.
"Kita sudah sampai?" ucap nya seakan tidak percaya mengedarkan pandangannya keluar kaca mobil yang ternyata sudah dihalaman rumahnya sendiri.
Zio memutar membukakan pintu untuk Clarisa, gadis itu turun namun dia menyempatkan mencium kedua pipi Zio yang berdiri didepan pintu mobil.
__ADS_1
"Terimakasih ya kak Zio, Love You." bisik Clarisa.
Zio yang masih terpana mendapatkan ciuman dadakan itu, membalas ciuman Clarisa tapi dibibir yang sudah lama dirindukannya. itu, tidak ada penolakan dari Clarisa. dia terhanyut dalam ciuman hangat Zio , Monic dan asisten rumah tangga Clarisa menyempatkan mengintip Dib Alik gorden sambil menutupi mulut mereka. seakan ikut terhanyut pada perasaan sang majikan muda mereka.