
"Berteriak dan menangislah Cantik, jika itu bisa membuatmu tenang. tapi tidak untuk membuat Zio kembali, inggat Clarissa. aku masih memegang kartu AS mu" Farrel pergi meninggalkan Clarissa begitu saja.
Derasnya guyuran hujan, yang tiba-tiba membasahi bumi. tidak membuatnya merasa kedinginan, Azka yang memperhatikan dari lantai kamarnya turun membawakan payung untuk Clarissa.
"Sudahlah Clarissa, sebaiknya kamu kembali kekamar. tidak baik bagi tubuhmu kehujanan begin" sambil melindungi tubuh Clarissa dengan payung yang dibawakanya.
"Tapi aku merasa bersalah terhadap kak Zio" ucap Clarissa disela tangisnya
"Sudalah, aku yakin Zio juga telah memaafkan dan tidak membencimu, Karena ini semua bukan kesalahanmu." bujuk Azka
Clarissa bangkit dan berjalan menuju kamarnya sendiri, sambil terus menangis menyesali keadaanya yang tidal bisa bertemu Dan membela Zoo. Kaki-laki pertama yang membuatnya merasakan indahnya jatuh cinta.
Sementara Zio masih fokus menatap jalanan lurus didepanya, dia merasa tidak sanggup untuk menoleh kebelakang, karena bayangan Clarissa seolah-olah berlari mengejar dan me nahan tubuhnya.
Zio sudah dari kemaren ingin menemui Clarissa, namun selalu gagal. ditambah lagi Zio sempat melihat Clarissa menemui Farrel disamping gedung sekolah. sambil menangis. Zio berfikir Clarissa menangis karena sedih berpisah dari Farrel.
"Clarissa semoga kamu bahagia, selamat tinggal sekolahku. cinta pertamaku, dan para sahabat baikku. Daniel dan Azka"
Daniel yang semula bersikeras tidak mau berpisah dari Zio, akirnya berubah pikiran. setelah Agnes menerima cintanya. dan merekapun memutuskan kuliah dikmpus yang sama.
Zio tanpa sadar ketiduran, dia tidak menyadari jika Mobil yang membawanya telah sampai diteras rumah besar kediaman orang tuanya.
__ADS_1
"Tuan Muda Zio, bangun....lah kita sudah sampai" ucap sopir pribadi papi yang menjemputnya.
Perlahan Zio membuka Matanya, sambil menguceknya perlahan. Zio mengedarkan pandangan keseliling rumah yang sudah lama ditinggalkanya. timbul kerinduan terhadap mereka, terutama kedua adiknya Aira dan sibungsu Zaki.
Zio melangkah panjang menuju pintu, dan mengetuknya secara tidak sabaran lagi.
"Duh...,, gantengnya mami udah kembali pulang" teriak Anyelir
Sang Opa yang sedang bermain dengan Zaki langsung bangkit Karena mendengar suara Zoo. cucu pertama kesayayangannya.
"Mami" Zio langsung memeluk dan menyalami maminya. dilanjutkan dengan menyalami Opa yang telah merentangkan tangan
"Akirnya cucu kesayangan Opa pulang juga"
"Allhamdllah, Opa sehat nak"
Malam itu, mereka habiskan dengan bercanda gurau. terutama Aira dan Zaki. mereka berdua begitu manja dengan sang kakak. dan saling menjahili satu sama lainya.
"Papi pulang..." terdengar suara Rama yang baru pulang kerja.
Rama menghampiri Zio,
__ADS_1
"Zio, bulan depan kamu sudah bisa kuliah di LA, papi akan mendaftarkan kamu dikampus terbaik disana"
"Okey pi" jawab Zio pasrah
Malam ini, Zio menatap labgit-langit kamar tidurnya. pikiranya masih menerawang teringat Clarissa
Lamunanya buyar, ketika pintu diketok dari luar.
Tok...tok....tokkk....,,
"Masuk mi" ucap Zio yang yakin itu adalah maminya yang datang.
Anyelir masuk membawa beberapa brosur rekemondasi kampus terbaik.
"Zio ini bebera rekomendasi campus, kamu bisa memilih dan menentukan mana yang terbaik menurutmu"
Zio mengambil b rosur tersebut, namun diaseolah-olah, kehilangan semangat.
"Kamu lagi mikirin apa sayang...?"
"Ngak ada kok mi, mencoba menyembunyikan kegundahan hatinya"
__ADS_1
Anyelir bisa merasakan apa yang tengah dipikirkan Zio.
"Sudahlah Nak, mami tahu kamu masih memikirkan masalah itu, lupakan gadis itu..mami yakin kamu pasti akan menemukan yang terbaik disana"