Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Devan, Davina dan Lara


__ADS_3

Begitu juga dengan bayi Clarisa yang ditukar Jeni dengan kakak sepupunya Edo, bayi perempuan mungil itu terus menangis. sementara Jeni telah kembali pulang kerumah kedua orang tuanya, selama dalam masa kehamilannya Jeni bersembunyi disebuah apartemen yang sengaja disewakan oleh Edo untuk nya sampai Jeni melahirkan anak haram mereka.


"Cepat kalian tenangkan bayi itu, kepala ku pusing tiap mendengar suara tangisan nya" bentak Edo pada dua oran pengasuh yang diperkerjakan nya khusus untuk merawat bayi perempuan itu yang belum sama sekali diberi nama.


Setelah diberikan susu formula dan diauyunkan pelan dengan tangan lembut pengasuh bayi yang sudah berpengalaman, bayi mungil itu pun tertidur


"Tuan bagaimana jika bayi kecil ini kita kasih nama Lara" ucap mbok Ijah salah seorang pengasuh yang sudah sangat berpengalaman.


"Tidak terlalu buruk, terserah kalian" ucap Edo pergi meninggalkan Apartemen menuju Rumah besar keluarga nya. Edo maupun Jeni sibuk dengan kehidupan mereka masing-masing, namun Edo madih mempunyai sedikit hati. karena dia tidak lepas tangan dan sengaja membeli Apartemen yang lebih layak untuk Lara dan dua orang pengasuh nya. dan masih terus membiayai kehidupan dan kebutuhan Lara. Sedangkan Jeni tidak pernah terdengar kabar berita nya lagi.

__ADS_1


Hari, bulan dan tahun terus berlalu, tidak terasa sudah lima belas tahun sudah umur anak-anak mereka.


Pagi ini, Clarisa dibuat sibuk dengan kedua anak kembarnya yang manja, Davina dan Devan yang hanya mau sarapan jika yang menyiapkan Bunda mereka Clarisa dan tidak mau jika pengasuh yang mengurus mereka.


Bagi mereka sentuhan kasih sayang sang Bunda tidak ada duanya, karena Clarisa begitu iklhas membimbing dan mengurus kedua nya. dan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk dirumah. Untuk urusan butik dipegang oleh asisten nya Monic, dan desain nya masih sesekali Clarisa merancang untuk melepaskan hobi saja. karena prioritas Clarisa adalah keluarga kecilnya.


Berbeda sekali dengan kehidupan gadis cantik Lara, dia begitu kesepian meskipun kehidupan nya bergelimang harta, karena Edo selalu memberikan apa yang Lara minta. namun tidak untuk kasih sayang dan perhatian.


Membuat pribadi buruk Lara keluar, dia sudah mulai mengunjungi Club Malam dan menghabiskan waktu bersama teman-temannya, yang kebanyakan dari mereka anak orang kaya yang sibuk mementingkan diri mereka tanpa peduli pada anak-anak nya. Merasa memiliki nasib yang sama, Lara dan teman-teman nya itu mencari kebahagiaan sendiri dengan cara mereka juga.

__ADS_1


Nilai pelajaranlara Lara turun drastis, hanya mbok Ijah pengasuh Lara yang merasa sedih. karena sudah merawatnya dari bayi. dan sering dipanggil pihak sekolah jika Lara membuat masalah. sementara Edo selalu sibuk dan tidak punya waktu untuk mengurus masalah Lara.


Edo seolah-olah lepas tangan dan menyerahkan semua urusan Lara pada mbok Ijah, karena kasih sayang nya yang tulus, Mbok Ijah masih mau bertahan merawat dan menemani Lara tinggal di Apartemen ini. Sementara pelayan yang lain lebih memilih mundur karena tidak tahan melihat kelakuan buruk dan sifat kasar Lara.


Mbok Ijah bahkan memilih hidup hanya mengurus Lara saja, dia kasihan melihat Lara yang sudah dianggap sebagai cucu nya sendiri. bahkan anaknya mbok Ijah sudah meminta nya untuk pensiun dari pekerjaan dan meninggalkan Lara, namun dia menolak karena tidak ingin meninggalkan Lara seorang diri di apartemen ini.


"Jika aku meninggalkan Lara , aku takut dia akan bertambah hancur dan rusak, sementara Tuan Edo dan Nyonya Jeni tidak pernah peduli sama sekali" ucap Mbok Ijah sedih.


Dalam lubuk hati nya Lara pun sangat menyayangi dan membutuhkan Mbok Ijah. karena wanita itu yang dikenalnya semenjak bayi menemani dan menyayanginya, namun kekecewaan terhadap kedua orang tua kandungnya membuat Lara membangkang dan tidak mau mendengarkan nasehat- nasehat mbok ijah agar dia merubah sikap buruk nya.

__ADS_1


Bahkan Lara pernah membanting kasar pintu, saat mbok Ijah Ingi memberikan mukena baru yang dibelinya, agar Lara mau sholat, dan belajar membaca Al Qur'an.


Sementara kehidupan Clarisa sangat bahagia dengan suami yang sangat dicintainya, dan kedua anak kembarnya yang begitu patuh dan pintar-pintar.


__ADS_2