Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Menemui Jeni


__ADS_3

"Pergi dari sini, aku tidak butuh papa,...aku juga tidak butuh Mama, aku bisa hidup tanpa kalian berdua, untuk apa papa datang lagi hu...hu...hu..." teriak Lara.


"Okey...baikkah papa pergi dulu, lusa papa akan datang lagi sayang, sampai kamu mau memberikan papa maaf. walau hanya sedikit sayang" ucap Edo menyeret langkah kakinya pergi meninggalkan pintu kamar Lara yang masih terkunci dari dalam.


Tidak ada jawaban yang terdengar, karena Lara menutup kedua kupingnya mengunakan kedua telapak tanganya. dia seakan tidak mau mendengarkan penjelasan apapun lagi dari Edo .


"Bi aku titip Lara ya dan terimakasih. karena bibi telah merawat dan memberikanya kasih sayangmu selama ini" ucap Edo meningalakan Apartemen


"Tenru Tuan Edo, jarena aku menggap Lara sudah seperti anakku sendiri" jawab bi Ijah.


Lama Lara menangis hingga tertidur begitu saja, dengan posisi bersandar didepan pintu kamar itu. sambil sesekali masih terdengar isakan tangis dengan mata yang sembab.


Dirumahnya Clarissa dan keluarga kecilnya, sedang sibuk bersiap untuk pergi makan malam dirumah Oma Anyelir, karena Davina merengek beralasan begitu merindukan sang Oma, padahal dia hanya pengen mencicipi masakan Oma yang sangat enak mengalahkan masakan chef Faforite Davina. Zio sengaja sering-sering mengajak keluarga kecilnya menemui kedua orang tuanya. mengingat kedua adiknya yang lebih memilih tinggal diluar negeri.


Ini salah satu janji Zio untuk menggantikan waktunya yang hilang berkumpul bersama keluarganya mengingat banyaknya kesibukan Zio mengurus Perusagaan besar atas nama MNCR Grops.


"Kamu sudah siap sayang" Zio tiba-tiba berdiri di belakang Clarissa yang tengah membetulkan riasanya.

__ADS_1


"Sudah" jawab Clarissa yang berdiri, dan terlonjak saat Zio memeluk tubuhnya dari belakang.


"Sayang ngapain kamu dandannya lama, karena bagiku tanpa dandanpun kamu sudah terlihat begitu cantik" puji Zio yang membuat hidung Clarissa kembang kempis kesenangan.


"Cheeileeee....yang lagi bermesraan" goda Davina dan Devan yang hadir secara bersamaan di depan pintu kamar kedua orang tua mereka. karena merasa kelamaan menunggu.


"Ayo pi lepas pelukanya, malu tuh...diledekin ma anak-anak sendiri" ucap Clarissa.


"Okey kita berangkat sekarang" ucap Lee memberikan komando


Entah kenapa Clarissa teringat akan Lara, hingga tanpa sebab air matanya meleleh. seperi ada yang hilang dan kurang dalam hidupnya dan rasa ini telah lama dirasakanya.


"Bunda kenapa" Davina mengusap air mata Bunda.


"Bunda Ngak papa kok sayang, cuma Bunda merasa terharu melihat kebahagian keluarga kecil kita" sambil tersenyum menetap ketiganya.


"Ayo berangkat, ntar Oma ngambek lagi kelamaan nunggu dan makanan nya kebutuhan dingin." terang Zio berlari menuju mobilnya yang diikuti oleh anak istrinya tercinta.

__ADS_1


Dirumahnya Jeni dikejutkan dengan kedatangan Edo yang tiba-tiba, namun dia mencoba untuk bersikap biasa-biasa saja.


"Hay... adik sepupu, lama kita tidak bertemu" sapa Edo mencoba mencairkan suasana kaku.


"Mmhhh....,, jangan basa-basi cepat katakan, apa tujuanmu kembali ke negara ini" ucap Jeni acuh dan mengabaikan senyum bersahabat Edo.


"Jeni ini negaraku, termasuk rumahmu ini masih milik Tante ku, jadi wajarlah aku kembali ke sini dan aku sangat rindu untuk tinggal di rumah peninggalan Om dan Tante ku untuk beberapa hari ini " ucap Edo. berusaha sebaik mungkin agar Jeni tidak menyadari tujuan utamanya untuk membujuk dan membawa anaknya kembali yaitu Davina.


"Buktikan jika ucapanmu itu benar, dan siap- siaplah menanggung resiko nya nanti, jika kamu berani berbuat atau menghianatiku Edo, ingat aku mempunyai banyak bukti pelecehan yang pernah kamu lakukan terhadapku." ancam Jeni.


"Apa kamu meragukanku, kamu bisa menilai sendiri. dan jika aku berniat buruk terhadapmu sudah dari semula aku membongkar rahasia besar ini" terang Edo.


jenis tercekat, kemudian memijid pelipisnya. karena secara tidak langsung perkataan Edo ada benarnya.


"Okey aku percaya" Jeni terseyum menatap Edo , dan berdiri berjalan mendekati laki-laki itu.


"Buktikan Ucap mu."

__ADS_1


__ADS_2