Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Menikah


__ADS_3

"Apa ucapan-ucapanmu itu bisa dipercaya.?" papa Mentari kembali menegaskan.


"Apa yang bisa aku lakukan untuk membuktikan nya.!" Farrel ingin membuktikan kesungguhannya.


"Malam ini aku ingin kamu menikahi Mentari, agar kamu bisa lebih leluasa mendekatinya dan membawanya kembali."


"Baiklah aku bersedia." tantang Farrel antusias, memang itulah keinginan terbesar nya selama ini.


Malam itu acara pernikahan digelar secara sederhana, yang hanya dihadiri beberapa orang kerabat dekat keluarga Mentari. sementara dari pihak Farrel hanya Frans dan Dita saja.


Dengan suara lantang Farrel mengucapkan akad nikahnya, setelah itu dua sungkem pada kedua orang tua Mentari. minta Restu dari mereka.


"Sekarang kamu sudah resmi menjadi menantu di keluarga ini. kami harap kamu bisa menjaga dan melindungi Mentari Putri kami. jangan pernah kamu menyakiti nya lagi, tepati janjimu untuk membawanya kembali pulang." ucap Mama Mentari.


"Iya Om dan Tante, aku akan berusaha dan berjuang untuk mendapatkan hati anak dan istriku." balasnya sambil tersenyum lega.


"Kakak tampan, aku tunggu janjimu itu" Arumi yang duduk disebelah ibunya ikutan bicara.


"Iya dek, setelah semuanya beres. kak Farrel pasti balik lagi kesini, bersama ponakan cantik kalian Bunga."

__ADS_1


Paginya Farrel bersiap untuk kembali,


"Mentari sayang, sekarang kamu telah resmi jafi istriku. menjabat sebagai Nyonya Farrel Hendrawan. aku akan menebus kesalahan-kesalahan masalaluku. termasuk pada sahabat baikmu Clarisa dan Zio. aku akan mencoba mencari tahu informasi tentang mereka.


Farrel yang dulu memang laki-laki bajingan dan brengsek, yang telah merusak hidup seorang gadis lugu. dan hubungan asmara sahabatnya. aku berjanji pada diriku sendiri, Farrel yang sekarang akan mengembalikan kebahagiaan kalian yang pernah hancur gara-gara sikap egoisku."bathin Farrel saat akan meninggalkan rumah Mentari.


Lamunan Farrel buyar, saat Frans mengagetkan nya.


"Bos apa masih ada lagi masalah yang ingin bos selesaikan.?" tanya Frans.


"Ada, tapi aku akan menyelesaikannya satu persatu dulu."


Dimana tidak semua orang, yang mengetahui masa lalu buruknya itu. karena penampilan dan sikap Farrel yang sekarang. benar-benar jauh berbeda dengan Farrel yang sebelumnya.


Tanpa terasa, mobil yang mereka kendarai sudah sampai dipusat kota. setelah menempuh perjalanan panjang.


"Bos mau pulang ke mana.?" tanya Frans. mengingat semalam sang Bos besar sudah menikah.


"Maksudmu.?" Farrel menatap bingung Frans.

__ADS_1


"Apa Bos tidak .? Eh maksudnya Bos kan sudah menikah." ucap Frans ragu-ragu.


"Bagaimana pun juga Mentari belum mengetahui hal ini. untuk sementara waktu. kita ikuti permainannya.!" Farrel mengulum senyum memikirkan langkah selanjutnya.


Kedua ajudan Farrel akirnya angkat bahu, pasrah dengan tugas mereka selanjutnya. mengingat mereka berdua asisten pribadi. jadi mereka harus siap dengan tugas apapun. baik tugas dikantor maupun tugas yang berhubungan dengan masalah pribadi Farrel.


Farrel sudah sampai di lobby apartemen, dia menghentikan langkah, saat matanya menangkap sosok Mentari sedang berjalan membimbing Bunga.


"Anak dan istriku tercinta, kelihatannya mereka seperti habis belanja. kenapa aku, selalu tidak bisa mengendalikan diriku jika sudah melihat mereka." nampak Bunga memegang sebuah Boneka baru.


"Bunga sayang, senang ngak jalan-jalan bareng bunda hari ini." tanya Mentari pada gadis kecilnya itu.


"Senang sekali Bunda, terimakasih bunda, karena telah beliiin Bunga mainan baru lagi." terdengar suara polos nya.


"Tentu sayang, apapun yang Bunda lakukan. itu semua demi Bunga nak." mereka berjalan menuju lift.


"Aku senang sekali, karena sudah dua hari ini Farrel brengsek itu tidak datang kekantor. meskipun aku merasa khawatir mengingat kedua asistennya itu telah mengetahui letak Apartemenku dan Bunga. mudah-mudahan saja dia tidak mengganggu ku lagi dan jika perlu Farrel menghilang saja." ucap Mentari, meskipun bertentangan dengan kata hatinya yang terus teringat Farrel. bahkan dia seperti merindukan laki-laki itu, dengan sering mencuri-curi pandangan keruangan kerjanya yang kosong.


"Hallo Bunga putriku yang cantik.!"

__ADS_1


Tiba-tiba Mentari terlonjak kaget, saat mendengar suara Farrel yang secara tiba-tiba dari arah belakangnya.


__ADS_2