
Setelah melihat sekawanan monyet itu telah pergi menjauh, Zio menyalakan motor nya.
"Ayo Clarissa kita tinggal kan tempat ini"
Naysilla naik keatas motor lalu Zio melesat dengan kecepatan tinggi, jalanan yang sepi membuat Zio bebas melajukan motornya.
"Kak Zio masih ingat jalan pertama yang kita masuki tadi" Clarissa sudah merasa sedikit cemas.
"Aku tidak ingat Clarissa, tapi kita harus tetap melakukan motor ini hingga bertemu penduduk sekitar untuk bertanya jalan menuju villa" ujar Zio yang sudah ikutan-ikutan cemas
Sudah capek berputar-putar dengan motor itu, namun mereka tidak menemukan Seorang pun yang melintasi jalan itu, maupun Rumah penduduk. Zio mulai putus asa sedangkan bahan bakar motor mereka sudah hampir habis.
"Kak Zio aku takut, sementara signal disini juga tidak bagus" Clarissa mengangkat ponselnya tinggi berharap mendapatkan signal yang penuh. namun usahanya itu sia-sia belaka.
"Duh.... Bagaimana ini kak" Clarissa sudah hampir menangis
__ADS_1
"Clarissa tuch lihat disana ada kios minyak dan beberapa Rumah penduduk" Zio melajukan motor nya dan menambah bahan bakar minyak mereka hingga full.
Mereka pun menanyakan lokasi villa, membuat orang-orang yang disana seolah-olah menertawakan mereka berdua yang keheranan.
"Duh... adek-adek berdua lucu ya, dari tadi mutar-mutar ngak jelas, tuch lihat disana banyak villa-villa mewah" ucap bapak penjual bahan bakar minyak itu
Zio dan Clarissa pun terpana, tidak percaya jika tempat penginapan mereka tidak jauh dari posisi mereka sekarang.
"Kak Zio merasa aneh nggak" bisik Clarissa
"Yuk cepat Clarissa kita tinggalkan tempat ini" bisik Zio
Dengan perasaan bercampur aduk, mereka berdua meninggalkan tempat itu menuju villa.
"Dari mana saja kalian berdua. jam segini baru balik" nampak wajah kwatir dan marah nya para guru dan teman-teman Zio yang ikutan cemas
__ADS_1
"Kami hanya mutar-mutar pake motor aja kok, dan perasaan kami perginya baru sebentar" jawab Zio
"Bentar pala' mu lihat tuch jam" ucap Daniel kesal
Zio dan Clarissa saling pandang, mereka masih binggun dengan apa yang menimpa mereka hari itu, dan memutuskan untuk kembali menuju kamar masing-masing.
Esoknya kebahagiaan mereka kembali normal, berbagai kegiatan sosial dan perlombaan berjalan lancar. meskipun berbagai pertanyaan berkecamuk dibenak Zio dan Clarissa. namun mereka berusaha bersikap wajar.
Sore harinya semua telah bersiap meninggalkan villa, Zio kembali duduk bersebelahan dengan Clarissa, Daniel dan Agnes. Caca dan Azka. Sementara mentari dan Jeni dua gadis jomblo itu memilih duduk bersebelahan.
Farrel mengepalkan tangannya emosi, melihat kedekatan Clarissa yang terlihat lebih memilih Zio ketimbang dirinya. karena sebelum menaiki Bis Farrel sudah berkali-kali minta untuk duduk bersebelahan dengan Clarissa. namun gadis itu menolak dengan halus.
"Brengxxxx kamu Zio, aku tidak akan membiarkan wanita idaman ku berpaling pada dirimu" gumam Farrel
Sepanjang perjalanan itu Zio dan Clarissa lebih banyak diam, berbanding terbalik dengan teman-teman mereka. ada yang bernyanyi, bercanda dan ada juga yang sibuk berpacaran. menikmati momen indah kebersamaan mereka.
__ADS_1
Tanpa sadar Clarissa tertidur pulas di samping Zio, sesekali kepala Clarissa rebah di bahu Zio, jika terbangun Clarissa memperbaiki posisi tidur nya. begitu seterusnya hingga Zio memberanikan merebahkan kepala Clarissa dibahunya dan Zio ikutan juga memejamkan matanya. tidak perlu waktu lama kedua sejoli itu tertidur pulas