Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Penyesalan Edo


__ADS_3

"Lara, jangan lupa ntar siang kita belajar kelompok dirumah Davina." Ucap Dio.


"Ngapain harus dirumah cewek itu?" meskipun sejujurnya hati Lara terlonjak kesenangan, karena secara tidak langsung akan bertemu dengan Bunda Davina lahi, namun dia berpura-pura mengerutkan keningnya bingung dihadapan Dio.


"Emang dasar ya kamu cewek pelupa, masih muda juga...." Celetuk Dio, sambil menuju parkiran sekolah elit itu.


Lara baru ingat jika semua itu atas usulan Davina, yang meminta diadakan dirumahnya saja, untuk membahas dan mengerjakan tugas yang diberikan ibu Mery. Davina sengaja karena ini juga salah satu permintaan Bundanya yang ingin bertemu dengan Lara dirumahnya.


Bu Mery menerangkan di depan kelas, dan membagi mereka menjadi beberapa kelompok, saat ini Lara setuju saja karena ingin mengerjai kembali Davina dan mengajak kedua sahabat nya untuk ikut bergabung masuk ke kelompok Davina.


Semula Lara berfikir belajar kelompok dilakukan diluar sekolah dan itu bukan dirumah nya Davina, dia tidak mengikuti selanjutnya hasil keputusan yang memilih tempat itu , karena keasyikan memikirkan rencana untuk mengerjai Davina kembali, sehingga dia tidak mengetahui kesepakatan teman-teman nya dan Bu Mery.


"Hey ... Lara, kenapa bengong, cepat bersiap" teriak Dio kembali bersuara dan masuk kedalam mobilnya.

__ADS_1


"I...iya bawel loe jadi laki " Lara juga melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan sekolah.


"Malas rasanya untuk ketemu lagi sama tuch Davina, tapi aku harus bagaimana...ini tugas penting dan nilai ku juga drop dimata pelajaran itu. dan juga ku merindukan Bunda, Duh... pusing-pusing.... Lara menangkup wajah nya ke bantalan sofa.


" Tapi jika aku datang ke rumahnya Davina, pasti aku bisa bebas ngobrol dan menarik perhatian Bunda, yang cantik dan baik itu. rasanya aku ingin sekali memiliki Bundanya, dan menyingkirkan Davina, apa aku culik saja ya Davina itu dan membuangnya jauh ke samudra Atlantik, sehingga dia tidak akan pernah bisa kembali lagi, dan aku akan hidup bahagia mengantikan posisi cewek sialan itu, ha...ha..." Lara tertawa lepas mengagetkan bi Ijah yang sedang menumis sayuran kesukaannya.


"Non Lara sayang, kamu kenapa nak.?" Ucap bi Ijah yang berlari menghampiri Lara kekamar nya.


"Ngak Napa kok bi, cuma lagi kesenangan aja," jawab Lara.


Lara tersenyum sendiri, mengingat pikiran bodoh dan ide gila nya menculik Davina. dia kembali menelungkup dan berguling diatas ranjang, sambil tersenyum bahagia membayangkan jika dia berada diposisi Davina sekarang, dan mempunyai kembaran yang sangat tampan Deva. yang merupakan salah satu cowok idola rebutan cewek-cewek teman sekolah.


"Ya aku harus segera bersiap, untuk ketemu sama calon Bundaku. baik fisik maupun tubuh ku yang harus segar," Lara langsung tidur siang agar sore nanti dia sudah segar dan bersemangat.

__ADS_1


Bi Ijah yang ingin menyuruh Lara makan, membatalkan niatnya melihat gadis itu tidur sangat pulas.


"Cepat sekali tidurnya, padahal barusan aku masih mendengar suara tawa kesenangan nya," mengusap kepala Lara dan kembali keluar dan menutup pintu secara perlahan-lahan. agar Lara tidak terbangun.


"Hallo hi, bagaimana keadaan Lara sekarang.?" terdengar suara eso yang menghubungi bi Ijah.


"Non Lara sehat-sehat saja Tuan, cuma dia kadang terlihat kesepian dan sering melamun." terang bi Ijah.


"Syukurlah bi, aku tidak bisa memberikan kasih sayang yang utuh untuk nya. nanti bibi bilang ke Lara, jika dia butuh sesuatu hubungi saya melalui asisten ya, karena saya akan pindah keluar negeri untuk beberapa tahun ini." terang Edo.


"Baik Tuan," Ucap bi Ijah.


Edo mengusap wajahnya kasar, timbul rasa bersalah yang mendalam mengingat masa lalunya yang kelam. dia menghamili adik sepupunya Jenni, Jenni yang marah dan terbakar dendam memanfaatkan kondisi nya untuk mengancam Edo, agar mau menukarkan bayi mereka.

__ADS_1


"Lara, maafkan papa nak. papa janji suatu saat akan menguak semua tabir ini." gumam Edo yang harus pergi keluar negeri untuk menjalani terapi pengobatan penyakit nya.


__ADS_2