Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Pertemuan Zio vs Farrel


__ADS_3

Zio, tanpa merasa canggung lagi membimbing sebelah tangan Naura menuju kedua orang tuanya.


"Malam Tante." sapa Clarisa saat bertemu d Anyelir dan Rama.


"Malam juga, Clarisa. kamu cantik sekali sayang." puji Anyelir


"Tentu dong ma, pacar siapa dulu." canda Zio sambil merangkul Clarisa.


"Benaran kalian sudah jadian, papi pikir cuma becanda doang." canda Rama, tersenyum senang, karena dia mendukung sepenuhnya hubungan mereka.


"Iya,mami pikir anak sulung mami akan menjomblo terus. mengingat selama diluar negeri tidak pernah dekat dengan wanita manapun." Anyelir ikut menimpali.


"Itu karena mami ngak tau aja," ucap Zaki


Semua tertawa senang, hingga akhirnya Zio yang sedang merangkul Clarisa. tiba-tiba tercekat dan senyum yang seketika menghias wajah tampan nya memudar, semua menatap heran kearahnya, dan mengikuti arah pandangan Zio pada pintu utama, tempat para tamu undangan memasuki gedung tempat dilaksanakannya acara.


Clarisa juga terlihat bahagia, bingung, penasaran bercampur sedih, pikiran nya berkecamuk begitu pun dengan Zio.


"Ada apa dengan kalian berdua, apa kalian mengenali putra tunggal Tuan Hendrawan itu.?" tanya Rama.

__ADS_1


"Tuan Hendrawan.? tanya Zio


"Ya, dia merupakan putra tunggal. salah satu pengusaha yang merupakan rekan bisnis Opa dari dulu." terang Rama.


"Dia termasuk teman kami disekolah dulu Om." jawab Clarisa sambil terus memperhatikan pertemuan Farrel yang sedang berbincang-bincang dengan Opa.


"Aku tidak menyangka, akan bertemu pria brengsek itu lagi." Zio mengepalkan tangannya.


"Kak Zio, tahan emosimu. aku yakin sekali jika Farrel telah berubah, dia dulu pernah menemuiku dan meminta maaf. dan berjanji menemukan Mentari, dan lihatlah sekarang dia telah menepati janjinya." bujuk Clarisa, yang merasa bahagia bisa melihat Mentari lagi.


"Kak Zio, kita harus menemui mereka." ajak Clarisa sambil menarik tangan Zio.


Akirnya Clarisa mengikuti perkataan Zio mereka memilih menikmati acara. meskipun sesekali melirik kearah Mentari yang terlihat sangat bahagia dengan Putri kecil yang sangat cantik duduk dalam pangkuan Farrel.


"Mentari, aku sangat merindukanmu sahabatku. semoga kamu bahagia hidup dengan keluarga kecilmu." gumam Clarisa.


Zio, membawa tangan Clarisa dalam genggaman nya. sambil menikmati alunan musik yang akan memeriahkan acara. sebelum masuk ke acara inti.


"Kak Zio, aku ketoilet bentar ya." busi Clarisa.

__ADS_1


"Perlu aku temani" canda Zio sambil meringis sakit, karena mendapatkan cubitan kecil dari pujaan hatinya.


Clarisa langsung menuju toilet wanita, setelah selesai dia memperbaiki penampilan nya. dia melangkah keluar. namun seseorang yang berjalan dari sisi samping arah toilet pria juga berjalan tergesa-gesa, sehingga tubuh mereka bertabrakan.


"Brrruuuaarrgg" Clarisa oleng, dengan sigap tangan kekar menarik tubuhnya.


"Clarisa." ucap Farrel kaget, dunia tidak menyangka bertemu Clarisa kembali, setelah sekian lama tidak berpisah.


"Farrel, kami." ucap Clarisa berusaha berdiri, lepas dari pegagan Farrel yang membantu nya, saat hampir jatuh.


Tanpa mereka sadari, sepasang mata elang Zio menatap tajam kearah keduanya.


"Zio." ucap Farrel tersenyum ramah, berjalan kearah Zio.


"Pllakkk....plakkk, brug..brugg."


Zio yang sudah terbakar api kemarahan, langsung melayangkan pukulan kerasnya, tepat kewajah dan perut Farrel. tanpa perlawanan darinya.


"Brengsek, kenapa kamu muncul lagi dalam kehidupan ku." bentak Zio.

__ADS_1


Kejadian itu, sontak menjadi pusat perhatian. dan beberapa media langsung berkerumun dan meliput secara live.


__ADS_2