Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Pahit berakhir manis


__ADS_3

Clarisa tersenyum senang, dia terlihat sangat antusias tentang rencana reunian yang akan diadakan oleh teman-temannya, meskipun acara itu merupakan khusus untuk para kakak kelasnya.


Begitu juga dengan Mentari, dia juga ikut menghadiri acara reunian. menemani sang suami Farrel, dan mengajak Putri mereka satu-satunya Bunga.


Pagi ini Zio berangkat bareng dengan Clarisa, mereka berdua sengaja menggunakan motor gede, sekalian menggenang kembali momen indah mereka dulu. tangan Clarisa sudah tidak canggung lagi melingkar dipinggang Zio. begitupun pun Zio dia sesekali mengelus-elus tangan dan jemari Clarisa.


Pelukan hangat tubuh Clarisa, seakan memberikan suntikan energi. dan kehangatan yang mendalam buat Zio. menelusuri jalan yang dingin dan udara yang sejuk. dimana disekitar jalan ditumbuhi pepohonan dan pegunungan yang menghijau.


Zio sengaja memasang kamera, untuk mengabadikan momen kebersamaan dan kemesraan mereka. melewati jalan yang indah dan terlihat sepi.


Clarisa berdiri sambil merentangkan kedua tangannya, ketika dia tidak bisa mengekpresikan kebahagiaan nya, melewati perbukitan dan puncak perkebunan teh yang luas dan indah. melihat hal itu Zio memperlambat laju motornya.


Zio menghentikan motornya, disebuah saung. yang biasa digunakan untuk orang-orang yang sengaja singah untuk istirahat dan makan. karena disaung itu sudah tersedia berbagai menu dan makanan khas daerah dingin dan pegunungan.

__ADS_1


Zio mengabadikan setiap tingkah Clarisa, baik ketika gadis itu menyeduh teh maupun sedang makan. membuat wajah Clarisa manyun. karena merasa belum siap untuk difoto.


Mentari dan Farrel, sengaja berangkat dengan mobil. meskipun mereka ingin menggunakan motor. tapi mengingat ada Bunga. terpaksa Farrel membatalkan niatnya itu. demi menjaga kenyamanan dan keamanan keluarga kecilnya.


"Sayang, kamu masih ingat ngak tentang penginapan ini.?" tangan Farrel menunjuk tempat penginapan, yang pernah mereka jadikan tempat memadu kasih saat mencuri waktu dari asrama.


"Masih." jawab Mentari singkat.


"Aku tak bisa melupakan setiap moment indah kita, yang penuh kenakalan dan gairah remaja. yang membuat kita salah jalan, hingga berdampak pada hubungan kita. kamu tersakiti olehku. meski aku terlambat menyadari kesalahanku setelah kepergian mu." Farrel mencium sebelah tangan Mentari.


"Oya mas, bagaimana kabarnya Yuda dan temanmu yang satu lagi, aku lupa namanya.?"


"Maksud mu Ricky.?"

__ADS_1


"Iya mas."


"Entahlah, namun yang jelas. aku berharap sekali bisa bertemu mereka berdua." ucap Farrel teingat kedua ajudannya.


"Mas, mereka berdua pernah menolong ku. saat aku begitu terpuruk dan hampir mengugurkan Bunga." ucap Mentari sedih sambil mengusap sir matanya dan mencium lama Bunga.


"Apa sayang, sampai separah itukah. aku melukai mu." Farrel mengigit bibirnya getir dengan rasa penyesalan yang mendalam.


"Mereka berdua membujuk ku, agar membesar kan Bunga, serta pernah menolong ku dengan memberikan bantuan uang. meskipun tidak sebanyak yang kamu berikan kepada ku mas. tapi aku sangat bersyukur waktu itu." mengusap kembali air matanya.


Farrel menepikan mobilnya, dia membawa Mentari kedalam pelukannya,


"Sayang andaikan waktu, bisa terulang kembali. aku ingin menebus kesalahanku itu."

__ADS_1


"Iya mas, sudahlah kita tidak perlu kembali larut dalam kesedihan. aku bahagia melihat dirimu yang sekarang." tersenyum lembut, memperlihatkan kedua lesung pipi. membuat pikiran Farrel kembali tenang.


"Terimakasih sayang, karena telah menjadi ibu dan wanita terindah yang pernah hadir dalam hidupku dan Bunga." ucap Farrel, mereka kembali melanjutkan perjalanan dengan perasaan lega, sambil mengulang memori indah mereka, dan melupakan kejadian pahit yang berakhir manis dan bahagia.


__ADS_2