
Farrel mengayunkan langkah kakinya dengan terburu-buru, menuju ruangan kelas dilantai dua. saat menaiki tangga dari arah yang berlawanan seorang gadis juga menuruni tangga alhasil tubuh mereka bertabrakan.
Buku yang dibawa gadis itu berserakan di lantai,
"Maaf aku tidak sengaja" Farrel membantu gadis itu memungut buku-buku nya, tanpa menoleh ke wajahnya
Namun saat akan menyerahkan buku yang dipegangnya, mata farel membulat sempurna, seakan tidak percaya bahwa wanita yang berdiri dihadapan nya itu benar-benar cantik.
"Terimakasih" ucap gadis itu berlalu dari hadapan Farrel yang masih melongo terpesona. dia seakan terhipnotis dipandanangan pertama
"Aku baru tahu ternyata disekolah ini ada seorang bidadari cantik" menggelengkan kepalanya pelan
Lamunan Farrel buyar karena kedatangan dua sahabat nya Rick dan Yuda,
"Farrel lu liatin apa sich, sambil bengong depan tangga Lagi" ucap Yuda
"Bukan urusan Lo berdua" farel melangkah angkuh meninggalkan kedua sahabatnya yang masih mengekor di belakangnya
Selama mengikuti proses belajar, farel tidak konsentrasi sedikitpun, pikiran nya masih tertuju pada gadis cantik yang ditemuinya tadi.
__ADS_1
"Aku harus mencari tahu mengenai gadis cantik itu, dia begitu menarik perhatian ku. oooo....aku harus menjadikan nya pacar sebelum keduluan cowok lain, aku yakin cowok-cowok disini belum menyadari pesona yang dimiliki oleh gadis itu" tersenyum sendiri
"Farrel ada apa dengan mu, kenapa semenjak pelajaran dimulai kamu terlihat tidak konsentrasi dan senyum sendiri" ucap pak Budi guru matematika
"Kesambet Sikuntilini mungkin pak" Celetuk Daniel asal
Namun Farrel terlihat acuh dan tidak menghiraukan ucapan pak Budi, sehingga membuat seisi kelas melirik kearah Farrel. pak Budi yang merasa kesal dengan tingkah Farrel itu berjalan kearah nya.
Dalam pikiran Farrel yang berjalan kearahnya itu, gadis cantik dengan senyuman manis yang mengembang disudut bibirnya yang terlihat seksi.
Farrel pun membalas senyuman gadis itu dengan gairah, sambil menggigit bibir bawahnya. dan saat tangan gadis itu terasa menyentuh bahunya, refleks Farrel menarik tangan itu dan mencium nya lama.
"Parah lu Farrel guru sendiri pun diembat ha....ha..." teriak yang lain
Farrel tersadar dari khayalan tingkat tinggi nya, saat tawa seisi kelas memenuhi ruangan belajar itu.
"Lepas tangan ku dasar siswa punya pikiran mesum" bentak pak Budi
"Ma... Ma... Maaf pak" ucap Farrel terbata, sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal
__ADS_1
"Kamu kenapa Farrel dari tadi bapak perhatikan tidak konsentrasi" tanya pak Budi kembali
"Saya.... saya pikir bapak tadi....itu...anu..." Farrel kebingungan mesti menjawab apa.
"Mungkin Farrel lagi mikirin kucingnya yang lagi hamil pak" ucap Yuda
"Baguslah jika dia hamil, ngapain sampai kepikiran begitu"
"Kucing-kucing nya sudah banyak jumlah nya pak, dan pada nolak semua saat Farrel ajak suntik KB" ucap Daniel
Tawa seisi kelas kembali terdengar heboh, Farrel yang merasa kesal berjalan meninggalkan kelas, menuju kantin sekolah yang terlihat sepi. Farrel pesan minuman dan duduk di paling pojokan.
Farrel menghentikan minuman nya saat mendengar tawa beberapa cewek berseragam olahraga melewati mejanya, Farrel kembali dibuat terkejut saat melihat gadis cantik itu kembali.
Farrel menundukan wajah nya dan menguping pembicaraan mereka
"Ooo... ternyata namu Clarissa, nama yang cantik seperti orangnya" gumam Farrel
Farrel mengeluarkan ponselnya dan ingin memotret wajah cantik Clarissa secara diam-diam, namun seseorang dari arah belakang menyenggol tangannya sehingga ponsel Farrel jatuh ke lantai
__ADS_1