Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Clarissa terpeleset


__ADS_3

Clarissa merasa betah dan sangat nyaman dengan sekolah baru ini, dia dan menteri begitu Cocok tinggal satu kamar maupun kelas, dan selalu bersama-sama untuk pergi kemana pun.


"Clarissa cepatan lihat sini" Mentari menarik tangan Clarissa yang masih enggan beranjak dari meja belajar nya


"Apaan sih" umpet Clarissa dengan mengikuti langkah kaki Mentari menuju balkon asrama Putri


"Tuch...liat cowok yang main basket di lapangan itu. penampilan nya begitu memukau " ucap Mentari begitu antusias


" Kak Zio" ucap Clarissa


"Ya..Ya ...dia sangat tampan sekali, ngomong-ngomong kemaren kalian jalan barengkan, apa dia menyukai mu?" ucap Mentari


"Nggak aku tidak tertarik dengan nya" ucap Clarissa hendak kembali ke dalam, namun terlambat Zio melirik ke atas, dan melambaikan tangannya ke arah Clarissa, tapi malah mentari yang lebih semangat membalas lambaian tangan Zio itu.


Permainan bola basket Zio sungguh sempurna, membuat para cewek sekolah yang melihat mereka latihan di lapangan itu berteriak histeris,


"Zio.... Zio.... Love you" teriak mereka


Clarissa kembali mengintip dari balik balkon, penasaran dengan teriakan para cewek-cewek itu.


Clarissa tiba-tiba membulatkan matanya tidak percaya, saat menyaksikan Mentari berlari ke arah Zio membawakan minuman mineral.

__ADS_1


"Sejak kapan anak itu turun kebawah" gumam Clarissa sambil melirik tempat tidur Mentari yang sudah Kosong


"Kak Zio pasti haus, ni minuman mineral yang sengaja aku bawain buat kak Zio" Mentari tersenyum kagum ke arah Zio


"Terimakasih, kamu pasti teman satu kamar Clarissa" ucap Zio


"Ya Kak"


"Kalau begitu kamu bisa bantuin aku nggak" tanya Zio


"Bantu aku agar bisa dekat dengan Clarissa, ntar kamu aku kasih imbalan nya" mencoba membujuk Mentari


"Ya aku mau, asal kak Zio juga mau bantuin aku agar bisa main basket juga, karena aku sangat menyukai permainan ini"


"Kak Zio kayaknya Clarissa lagi ngintip kita dari balkon" bisik Mentari


Zio tersenyum senang, saat matanya menangkap sosok Clarissa yang bersembunyi sambil berpegangan pada gorden pintu jendela kaca. namun sial bagi Clarissa yang terperanjat kaget saat mata mereka bertemu,


"Mati aku...,, ketahuaan" berusaha untuk kabur, namun kakinya terpeleset lantai balkon yang licin habis turun hujan, dan sebelah kakinya menyenggol kaki salah satu penahan jemuran pakaian dalam yang langsung menimpa kepala Clarissa.


"Bruuuaggkk....,, aduh....sakit" Clarissa memegang pinggang nya yang sakit, serta rasa malu yang teramat sangat, saat semua mata tertuju ke arahnya yang dipenuhi pakaian dalam wanita miliki nya dan Mentari.

__ADS_1


Melihat hal itu Zio langsung berlari menuju lantai atas, yang diikuti mentari


"Aduhhh.... sakit" Clarissa kesulitan untuk berdiri, karena kakinya terasa sakit untuk digerakkan. sementara tangan yang satu masih mengurut pinggang nya


"Clarissa kamu nggak papa" tanya Mentari yang langsung menghambur ke arah Clarissa dan membantu membuang pakaian dalam yang berserakan itu ke dalam ember


Zio mengulurkan tangannya hendak membantu Clarissa berdiri, namun gadis itu terlihat kesakitan dan menunduk kan wajah nya malu. melihat hal ini Zio menunduk dan langsung memangku tubuh Clarissa yang terlihat ingin menolak, namun rasa sakit yang teramat akhir nya dia membiarkan Zio mengendong tubuhnya sampai ke tempat tidur.


"Duh... senangnya bisa menyentuh tubuh Clarissa, jantung tolong kompromi dong... kenapa kalian terus berpacu...aku tidak ingin Clarissa mendengar...."


"Bagian mana yang sakit ?" Zio kembali menguasai keadaan


Dengan masih menunduk kan kepalanya, Naysilla menunjuk pinggang dan sebelah kaki kirinya.


"Okey tahan sedikit ya" ucap Zio yang sudah bisa mengurut bagian keseleo atau cidera kecil yang terjadi saat dia berolahraga.


"Aaaww sakiiitt....,, pekik tertahan Clarissa


"Bagaimana" tanya Zio menatap Clarissa menunggu reaksi gadis itu


Clarissa tersenyum "sudah agak mendingan"

__ADS_1


"Lain kali hati-hati, jika ingin ngintip" goda Zio


__ADS_2