
Farrel menendang kesal kaleng bekas yang menghalangi langkah nya, hingga melayang di udara hingga menimpa kepala pengunjung villa disebelah dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari posisi nya berjalan.
"Brengxxxx siapa yang telah berani melemparkan kaleng bekas ini" mengusap kepala nya yang sakit.
"Bos lihat, pasti anak remaja itu" teriak anak buah komplotan mafia yang tengah liburan di villa itu.
"Cepat kalian tangkap dia"
Farrel yang tidak menyadari kesalahannya, kaget saat beberapa orang pria bertubuh besar menghadang langkah nya.
"Siapa kalian ?" Farrel mengerutkan keningnya bingung
"Hey...bocah ingusan ternyata nyalimu besar juga, berani sekali kamu melempar kan benda ini pada bos kami"
__ADS_1
"Ma... maaf bang a...aku nggak sengaja" nyali farel menciut melihat tubuh mereka yang besar dan berotot. meskipun keahlian beladiri yang dimiliki Farrel patut diacungi jempol. namun dia tidak pernah sembarangan maupun bersikap sombong. kecuali pada Zio end The Geng
"Ngak sengaja boko*** mu" hardik mereka
Sebuah hantaman keras melayang, namun tanpa mereka duga Farrel dengan sigap dapat menghindari setiap pukulan dan serangan itu. bahkan diantara mereka ada yang babak belur karena hantaman keras Farrel.
Jumlah mereka bertambah, sehingga Farrel dibuat kewalahan juga, sementara posisi nya sudah terpisah jauh dari rombongan teman-temannya.
Daniel yang melihat langsung bertindak membantu Farrel, sehingga pertarungan bak Film laga pun mereka pertunjukan, membuat bos mafia itu akirnya tersenyum kagum kepada kedua remaja yang mampu melawan dan mengalahkan para Bodyguardnya yang bertubuh besar itu.
"Saya kagum dan senang melihat keahlian beladiri yang kalian miliki, dan sangat tertarik sekali mengajak kalian berdua untuk bekerjasama" ucap Rey berjalan sedikit pincang pasca penembakan polisi beberapa tahun silam karena kejahatan nya melakukan penyerangan terhadap Rama dan istrinya Anyelir yang tengah berbulan madu.
"Terimakasih Om, jika begitu kami pamit dulu untuk berkumpul kembali dengan rombongan teman-teman kami itu" ucap Farrel
__ADS_1
"Tapi bagaimana dengan penawaran saya barusan, apa kalian berdua berminat" ucap Rey
Farrel dan Daniel saling pandang, kemudian menggelengkan kepalanya mantap
"Maaf Om kami tidak tertarik, dan usia kami juga masih terlalu muda untuk bekerja" ucap Daniel
"Ini pekerjaan yang mudah dan tidak akan menyita waktu kalian, dan bekerja nya pun bisa sesuka hati" ucap Rey yang sangat tertarik untuk menjadikan mereka Bodyguardnya kedepan
"Maaf Om" Daniel dan Farrel pun meninggalkan Rey dan anak buahnya yang babak belur dihajar oleh Farrel dan Daniel barusan
Azka dan yang lainnya, terbengong melihat kedatangan Farrel yang terlihat akrab dengan Daniel. karena setahu mereka, Daniel dan Farrel tidak pernah akur.
"?Hey kalian berdua dari mana aja sih, kok penampilan kalian seperti habis bertarung saja. acak-acakan begini" ujar Caca yang memperhatikan mereka dari bawah sampai ke atas.
__ADS_1
Farrel hanya acuh dan melonggos pergi menuju kamarnya, persaan Farrel masih kesal melihat Clarissa dan Zio, karena semula Farrel berharap dia yang akan melakukan perlombaan itu bersama Clarissa, namun dia kalah cepat dengan Zio.
"Clarissa kamu sangat cantik, dan aku berharap bisa memiliki dirimu....dan tidak seorangpun yang bisa merebut mu dari ku. sekalipun Zio brengxxxx itu. karena dia tidak pantas untuk mu. Zio hanya anak mami yang tidak Bisa apa-apa" senyum meremehkan tersungging dibibir Farrel