
"Ya Tuhan, Farrel bilang Mentari istrinya. dan password apartemennyapun menggunakan namaku. apa dia sudah benar-benar mencintai dan mencari ku sekarang.?"
Tidak....tidak aku tidak boleh goyah, bagaimana pun Farrel adalah laki-laki brengsek. dia hanya mencintai satu wanita, yaitu Clarisa sahabatku. aku harus tetap menjadi Kejora untuk bisa membalas perbuatannya, termasuk pada sahabat baikku Clarisa." Mentari perang bathin dengan perasaannya sendiri.
Mentari menarik Bunga kedalam gendongannya, dan langsung masuk menuju apartemen nya. meninggalkan Farrel yang masih mematung menatap anak dan istrinya tersebut.
Dengan tergesa Mentari kembali menutup pintu.
"Aku harus Menganti password apartemen ini, aku takut Farrel akan mengetahui dan masuk kesini."
Di kamar nya, Farrel tidak bisa memejamkan matanya. bayangan wajah cantik Mentari seakan-akan begitu nyata. membuat gairah Farrel yang selama ini terpendam Kembali begelora. bayangan percintaan mereka dulu keberputar indah.
Desahan manja, serta sikap lugu dan Polos Mentari, sewaktu mereka berdua sering menghabiskan malam disebuah tempat penginapan. saat berhasil mencuri-curi waktu disela aturan asrama yang mengikat mereka.
Tanpa sadar, Farrel akhirnya bisa tertidur pulas sambil memeluk foto kenangan mereka semasa memakai pakaian sekolah.
Pagi ini, Mentari mulai beraktifitas seperti biasa. mengurus Bunga. memandikan dan menyuapi makan, meskipun ada Tuty. namun setiap pagi Mentari lebih senang melakukan sendiri. dia ingin menikmati peranya sebagai ibu muda demi buah hati tercinta.
"Tuty, aku berangkat kerja dulu. tolong kamu jaga dan urus Bunga nantinya." Mentari sudah siap dengan pakaian kantor, membuat penampilannya lebih elegan dan penuh pesona. dia berjalan kearah pintu. ceklek.....,,
__ADS_1
"Kamu.!!!"
Mentari menatap tidak suka, karena saat membuka pintu. hal pertama yang dilihat nya adalah Farrel yang tersenyum senang menatapnya lekat.
"Pagi cantik". sapa Farrel
"Tuan Presdir yang terhormat, apa waktumu yang berharga itu tidak sayang, jika terbuang sia-sia. untuk menyapa dan menganggu bawahanmu ini.? ucap Mentari seakan mencemooh.
"Tidak cantik, oya mana putri kecil ku Bunga.? pagi ini aku ingin bermain bersamanya."
"Maaf tuan, itu putriku dan aku tidak mengizinkan sembarang orang bermain dengannya." Mentari selalu memasang wajah jutek dan ketusnya.
Saat melihat Mentari sedang lengah, Farrel menyerobot masuk kedalam apartemen.
"Hey tunggu, tuan anda tidak boleh masuk sembarangan, dan menerobos begitu saja." mengikuti Farrel dari belakang.
"Om Farrel" sapa Bunga berlari kearah Farrel.
"Wah, Bunga sudah cantik dan rapi, wangi lagi." Farrel membawa Bunga kedalam gendongannya, sambil mencium kedua belah pipinya.
__ADS_1
"Tentu dong om, pagi-pagi bunda sudah mandiin dan ngurus Bunga."
"Ooooo begitu ya, om juga pengen diurusin seperti itu, oleh Bundanya bunga. karena bunda om sudah ngak ada." memasang wajah memelasnya.
"Bunga, kamu tidak boleh langsung dekat gitu nak."mencoba mengambil Alih Bunga.
"Tuh kan, bunda Bunga saja ngak suka sama om, hidup om memang kesepian dan sendiri..hu...hu..." mencoba mengelabui Bunga
"Bunda, jangan jahatiin om Farrel, kasihan dia." Bunga Mencoba memeluk tubuh Farrel dengan tangan kecil dan mungil nya.
"Om juga belum sarapan pagi ini, karena ngak ada yang peduli dan mau ngurusin om."
"Om, pagi ini bunda masak sarapan enaaak banget. Om mau ngak.?
"Mau....mau....mau sekali sayang." Farrel menjawab begitu antusias.
"Tapi om maunya, bunda yang siapin dan menyuapi seperti bunda ngurusin Bunga."
"Apa." teriak Mentari
__ADS_1
" Tidak....tidak, hey tuan kamu jangan memanfaatkan kepolosan anakku." bentak Mentari