Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Kelicikan Farrel


__ADS_3

Kepala sekolah mengikuti langkah Farrel dengan cepat menuju ruangan perawatan, dia ikut khawatir melihat kondisi Clarisa, yang terlihat kacau dan agresif, Farrel tersenyum senang karena sempat merasa ciuman hangat Clarisa.


"Hu...hu.... kesempatan Loe ya" ledek kedua sahabatnya yang ikut ngekor langkah Farrel


"Iri bilang Bos" jawab Farrel


"Cepat masuk, kalian bertiga jangan bercanda terus ya, kasihan Clarisa" ucap kepada sekolah


Sampai diruangan itu, kosong tidak ada siapapun karena perawat dan dokter sedang istirahat, lagian posisi klinik ini agak berjarak dengan gedung yang lain. jarang dikunjungi siswa-siswi yang sakit, kebanyakan dari mereka lebih memilih untuk tetap sehat-sehat saja. kecuali Clarisa yang sakit akibat ulah licik Farrel.


"Kalian bertiga tolong awasi Clarisa dulu, ingat jangan macam-macam terhadap nya. jika kalian tidak ingin mendapatkan hukuman yang berat nantinya" ancam pak kepsek


"Siap pak " jawab mereka serempak


"Aku akan panggil dokter dan perawat nya dulu, sekalian menghubungi kedua orang tua Zio, bagaimana pun mereka harus mengetahui ulah dan kelakuan buruk anaknya"


"Ya betul sekali itu pak, tapi kalau boleh saya kasih usulan, keluarga Clarissa idak usah dikasih tahu pak, mengingat dia hanya korban dari niat buruk Zio , bagaimana jika orang tua Clarisa menuntut bapak yang mereka anggap lalai menjaga anak mereka" ucap Farrel

__ADS_1


"Apa mereka menuntut ku" ucap kepsek mulai terlihat bingung


"Ya lah pak,, sebaiknya kita keluar Zio saja dari sekolah ini, karena dialah biang kerok yang harus disingkirkan" ucap Ricky


"Okey saya pergi dulu dan tolong jaga gadis itu baik-baik"


"Siap pak" serentak mengucapkan nya


Kepala sekolah langsung pergi memanggil dokter untuk memeriksa kondisi Clarisa


"Aku harus memanfaatkan situasi ini"


Tidak ingin membuang-buang waktu lagi, Farrel melum****" bibir Clarisa, dengan kedua tangan yang aktif bermain di kedua gundukan Clarisa.


"Ini benar-benar nikmat dan begitu memabukan, sayang bibirmu kenyal dan manis sekali" Farrel terus bermain, disaksikan kedua sahabatnya yang masih berdiri di dekat pintu masuk.


Yuda dan Ricky terlihat ikut terbawa suasana, seakan lupa dengan mulut mereka yang ternganga, Untung saja Saliva mereka tidak ikut menetes.

__ADS_1


Yuda dan Ricky langsung tersadar dengan tugas mereka, ketika mendengar suara langkah kaki mendekat, segera mereka memberi kode pada Farrel untuk menghentikan aksinya.


"Farrel...hus...hus dokter dan kepala sekolah sudah mendekat" bisik Ricky


"Sial, lagi asyik-asyiknya menikmati mencumbu tubuh pujaan hatiku, mereka datang lagi"


Farrel kembali memperbaiki sedikit baju Clarisa dan pura-pura menjaga jarak dari gadis itu. sambil memijit pelipisnya yang sedikit pusing, karena tidak bisa menuntaskan gairah nya yang sudah mencapai level sembilan setengah.


Dokter menggelengkan kepalanya saat melihat kondisi Clarisa


"Siapa yang telah tega memberikan obat perangsang pada gadis ini" dokter mulai memeriksa kondisi Clarisa sambil memberikan suntikan


"Dia adalah Zio teman satu kelas kami dokter" jawab Yuda


"Dasar anak-anak zaman sekarang, bukan nya belajar dengan benar malah lebih mengutamakan nafsu sesatnya itu, tanpa memikirkan akibat perubahan mereka" dokter terus mengomel karena terbawa kesal


Nampak Clarisa sudah mulai tertidur dengan obat suntik kan terbaik dari dokter itu, karena ini sekolah mahal dan berkualitas, maka dokter termasuk obat-obatan nya juga berkualitas

__ADS_1


__ADS_2