Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Kesepakatan


__ADS_3

Mentari langsung tersadar dan berdiri. berjalan menjauh dari Farrel.


"Tuan tolong tinggalkan apartemen iini, karena saya harus bekerja. dan saya harap jangan pernah datang kesini lagi." Mentari tegas dan menguasai kembali perasaan nya.


"Okey cantik, baiklah sekarang kita berangkat bareng menuju kantor." Farrel ikut berdiri dan mengambil alih Bunga dari gendongan Tuti.


"Tidak perlu Tuan,saya bisa sendiri. dan tolong lepaskan anaaku." ucap Mentari dingin.


"Bunga hari ini mau ikut papa kekantor ngak.?"


"Mau sekali pa.!" Jawab Bunga mantap.


Melihat hal itu Mentari seakan hilang kesabaran.


"Tuti cepat bawa Bunga kekamarnya, karena aku harus menyelesaikan duku permasalahan ku dengan atasanku yang nggak jelas ini." perintah Tuti.


"Baik Bu." Tuty mengambil Bunga dari gendongan Farrel.


"Bunga ikut bibi kekamar dulunya, nanti jika papa dan Bunda sudah selesai ngobrol-ngobrol nya. papa akan panggil Bunga kembali." bujuk Farrel.

__ADS_1


"Baik pa." ucapnya patuh.


"Muuuacch, muuuacch" ciuman Farrel mendarat dikedua pipi Bunga. Mentari menatap jengah, melihat perlakuan hangat Farrel pada Bunga.


"Sayang, sepertinya Bunda merasa iri. kayaknya Bunda juga pengen ciuman hangat dari papa pagi ini."


"Kalau gitu, nanti papa harus cium Bunda juga ya." ucap polos Bunga, membuat Tuti langsung menyembunyikan senyumnya.


"Cepat masuk Tuty." Mentari bertambah kesal melihat Farrel tersenyum menatapnya.


Setelah memastikan Tuti dan Bunga sudah dikamar, Mentari kembali duduk dimeja makan. Farrel ikut kembali duduk dan membuka mulutnya.


"Okey buka mulutmu." men yang masih kesal, sengaja menyendok sambbal yang terletak disamping piring makan Farrel.


"Duh...pedasss....pedasss." muka Farrel memerah dan langsung meneguk banyak air, dia tidak menyangka jika Mentari akan menyuapinya sambal yang sangat pedas.


"Rasain kamu." bentak Mentari.


Farrel langsung lari ke dapur, mencari sesuatu di dalam kulkas. sesuatu yang dapat menghilangkan rasa pedasnya tersebut. melihat hal itu. Mentari tertawa senang.

__ADS_1


"Itu belum seberapa, dengan apa yang telah kamu perbuat padaku dahulu." ucap Mentari.


Farrel meminum minuman segar dan manis, sehingga bisa membantunya menghilangkan rasa pedas yang teramat sangat itu.


"Mentari aku tahu kamu sengaja melakukan itu, meskipun usaha ku untuk memperbaiki hubungan kita ini tidak sebanding dengan bapa yang telah kamu alami selama ini. maafkan aku sayang, aku berjanji akan menebus segala kesalahan masa lalu ku itu."


Farrel berjalan mendekati Mentari, yang masih tersenyum puas menatapnya. dan duduk kembali di posisi semula.


"Okey Tuan Farrel, tolong Anda dengarkan baik-baik, mulai sekarang jangan pernah datang dan mengusik kehidupan pribadi ku. jika tidak aku terpaksa harus melaporkan tindakan Anda ini." ancam Mentari.


"Silahkan sayang, tapi sebelum kamu melaporkan diriku, tolong dipertimbangkan kembali niat mu itu, sebelum kamu bertindak aku akan bertindak terlebih dahulu."


Farrel mengeluarkan ponselnya, dan memutar Vidio dimana Mentari dan Dirga telah meretas sistim data perusahaan mereka, dan menyerahkan pada Hendrawan dan Nara sebagai istri mudanya, yang baru menjabat sebagai Mama tiri Farrel tersebut.


Mentari langsung pucat, dia tidak menyangka Farrel akan mengetahui perbuatannya dengan Dirga, yang berkerja untuk papanya Farrel.


"Perlu kamu tahu, Dirga sudah aku mutasi jauh keluar pulau. dan untuk kamu aku tidak perlu memutasi jauh atau melaporkan ke pihak berwajib. karena ku hanya memberimu beberapa pilihan yang harus kamu patuhi. dan sepakati" Farrel bertepuk tangan sambil tersenyum puas, tidak berapa lama Dita dan Frans ikut masuk membawa sebuah map coklat dan memberikan pada Farrel.


"Kejora tolong dibaca dan pahami dahulu, sebelum kamu menanda tangani nya." Farrel menyerahkan kentangan Mentari.

__ADS_1


__ADS_2