
"Dooorr...." suara tembakan langsung menerobos kaki sebelah kannan Jenni.
" aaaaaaaggghh .... sakiiit." tubuh Jenni seketika ambruk di gang sempit itu. polisi segera membekap kedua tangannya dan membawa paksa.
Jenni terus mengerang kesakitan sambil menangis, dia ditangkap setelah polos mendapatkan laporan dari Zio termasuk beberapa bukti atas kasus kejahatan nya yang menukar kan bayinya dengan salah satu bayi kembar Clarissa beberapa tahun silam.
Zio dibantu oleh Edo dan perawat, yang pernah terlibat dalam kasus itu penukaran bayi tersebut, setelah memberikan keterangan dan beberapa bukti tentang kejahatan Jeni. Edo dan perawat yang sudah bertaubat itupun menyerahkan dirinya dengan sukarela kepihak yang berwajib. hanya Jeni yang kabut dan tidak mau menyerahkan dirinya. sehingga polisi berhasil melacak tempat persembunyian nya dan terpaksa menembak kakinya karena Jeni terus berusaha untuk kabur.
Setelah mendapatkan perawatan pada kakinya, Jeni yang masih tertatih-tatih terpaksa menyeret langkah nya menuju ruangan sel tempat nya mendekam untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya selama ini.
Jenni hanya bisa tertunduk lesu, sekarang tidak akan ada yang bisa menolong Jeni. meskipun dia memiliki banyak uang. namun bukti-bukti yang didapat sangat memberatkan nya. termasuk kedua orang tua Jenni yang sangat malu atas perbuatannya. sehingga mereka lebih memilih bungkam dan membiarkan Jeni dipenjara, berharap dingin terali besi bisa merobah sukap buruk anaknya tersebut.
Lara sudah sembuh, gadis imut itu tidak kuasa menahan haru dan perasaan bahagia nya. ketika mengetahui jika dia anak kandung dari Clarissa dan Zio. sesuatu yang sangat didambakan dan diharapkan nya selama ini telah menjadi kenyataan.
"Benararan aku anak Bunda?" Ucap Lara kembali mengulangi pertanyaannya.
"Benar sayang, kamu kembaran nya kak Devan, kalau nggak percaya lihatlah bukti-bukti nya sayang." Ucap Clarissa sambil menunjukkan bukti tes DNA, serat bukti kejahatan Jenni dan Edo.
__ADS_1
"Aku sangat bahagia sekali Bunda, jujur selama ini aku begitu iri setiap kali melihat Davina yang mendapatkan kasih sayang yang tidak pernah aku rasakan dari ayah dan bunda. sehingga aku sering berbuat jahat terhadap nya Bunda." Ucap Lara berterus terang jika dialah yang selama ini selalu mencelakai Davina.
"Iya sayang bunda ngerti, mulai sekarang Bunda harap kamu mulai menerima Davina sebagai saudara mu. dan Bunda sangat berharap sekali jika diantara kalian bisa saling menyayangi satu sama lain." Ucap Clarissa.
"Iya Bunda," Ucap Lara mantap, dia juga sadar selama ini Davina sangat baik, Dan tidak pernah sekalipun membalas perbuatan jahatnya.
"Pantesan selama ini Mama Jenn dan papa edo tidak pernah memberikan ku kasih sayang." Ucap Lara sedih sambil memperhatikan Vidio penangkapan Jenn.
"Tapi Bunda masih bersyukur, karena Edo masih memberikan mu seorang pengasuh dan tempat tinggal yang layak. sehingga kamu tidak kekurangan apapun." bujuk Clarissa.
"Iya Bunda, Lara yakin papa edo orang baik. cuma dia selalu dipengaruhi oleh Mama Jenni." Ucap Lara.
"Permintaan apa nak, katakanlah. papa akan kabulkan jika papa sanggup. asal kamu jangan minta untuk pergi dari kami saja nak." Ucap Zio membelai sayang rambut anaknya.
"Lara sangat bahagia mendapatkan ayah Bunda yang sesungguhnya, tidak mungkin Lara akan pergi meninggalkan kalian. Lara hanya minta. apa boleh bi Ijah ikut kemanapun Lara pergi.?" Ucap Lara penuh harap.
"Ha...Ha...tentu boleh sayang, karena dia sangat berjasa telah merawat mu sedari bayi." Ucap Zio yang dianguki Clarissa.
__ADS_1
Lara dan bi Ijah sudah dibawa pindah kerumahnya Clarissa, dia diberi kamar bersebelahan dengan Davina. sehingga mereka berdua bisa saling dekat.
Davina terlihat murung, tatapan nya kosong sambil duduk di taman belakang. perlahan Lara mendekat. dia ingin menghibur Davina. dia mengerti kesedihan yang dirasakan oleh Davina.
Lambat Laun, Davina mulai menerima kenyataan. bahkan dia ditemani Lara beberapa kali mengunjungi Edo dan Jenni dipenjara. kedua orang tua mereka itu terlihat sudah insyaf, bahkan Jeni sudah mengenakan hijab dan memperdalam ilmu agama nya.
Sebulan berlalu, Davina sudah mulai terlihat ceria. mengingat Clarissa dan Zio tidak pernah membeda-bedakan anak-anak mereka. termasuk Lara dan Devan yang sangat ceria yang selalu menghibur dan menerima dirinya, layaknya saudara kandung. sehingga Davina tidak mersa diabaikan.
Meskipun, kedua orang tua Jenni dan kedua orang tua Edo saling berebut untuk mengambil Davina. bahkan seringkali membujuk Davina dengan apapun. mereka bahkan mengunjungi sekolah Davina untuk membujuknya untuk ikut tinggal dengan mereka. namun Davina lebih memilih untuk tinggal bersama keluarga lamanya.
Melihat Davina yang mulai tidak nyaman melihat perlakuan nenek-nenek nya yang saling memperebutkan nya, Zio Akirnya berinisiatif untuk memindahkan Davina dan Lara untuk sekolah di luar negeri. mereka tinggal di asrama.
Devan yang sering melakukan panggilan Vidio dengan Davina, mulai tertarik, bahkan dia tidak ingin dekat dengan wanita manapun selain Davina. begitu juga dengan Davina yang merasakan perasaan yang sama. namun mereka masih belum jujur untuk mengakui perasaannya masing-masing.
Begitu lah Akir kehidupan keluarga Zio dan Clarissa, mereka hidup bahagia dan saling menyayangi..... takutnya teman-teman bosan dengan cerita ini dan ini terus, makanya author bikin .,.........
.....T_A_M_A_T....
__ADS_1
Kunjungi novel terbaru
...One Night love Presdir...