
"Bayangan aapa ih iii itu Zio," ucap Azka ketakutan begitupun dengan Daniel. ponselnya langsung terlempar jauh ke bawah jok mobil. membiarkan Agnes yang terus memangil-mangil meneriaki Daniel.
Mereka memperjelas penglihatan, sambil lebih mendekati bayangan itu. yang tiba-tiba membuat semua tertawa lepas.
"Bodoh kalian berdua, itu kan cuma pantulan cahaya dari spanduk iklan rokok didepan, kalian lupa ya kalau kita sedang menempuh perjalanan ditengah terik matahari siang." ujr Zio kembali mengingatkan kedua temannya.
Meskipun Zio sendiri bergidik ngeri, karena bertepatan dengan bayangan putih itu dia seperti melihat bayangan wanita cantik, namun Zio kembali menetralkan pemikiran nya ke hal-hal yang positif.
"Mungkin itu cuma halusinasi sja," gumam Zio dan mereka kembali melanjutkan perjalanan, sekarang Daniel yang menggantikan posisi Zio menyetir mobil.
"Kenapa aku sering mendapatkan kejadian aneh setiap menempuh perjalanan jauh, dulu sewaktu bersama Clarisa mengelilingi villa, kami kehilangan jejak dan jalan keluar sehingga berputar-putar ditempat yang itu-itu saja.
Kedua perjalanan sewaktu menuju kampung halaman Clarisa, kami menabrak kucing hitam, dan menempuh perjalanan yang begitu sepi, yang biasanya ramai dilalui kendaraan ldan ruma penduduk. dan sekarang kami juga mengalami kejadian aneh, meskipun kedua sahabat ku ini tidak merasakan." gumam Zio larut dalam lamunan nya.
__ADS_1
Mereka sampai sudah menjelang sore, Setelah menjemput Caca dan Clarisa, mereka semua melanjutkan perjalanan menuju rumah Clarisa. karena untuk sementara waktu ini Caca akan tinggal bersama Clarisa. sedangkan azk dan Daniel memilih nginap di rumah mewah Zio.
"Bagaimana rencana mu setelah ini bro?" tanya Daniel.
"Mungkin aku akan membawa Caca kabur menuju kampung halaman ku yang indah, dan menikahinya disana."
"Apa sebaiknya kamu temui dulu kedua orang tua nya, dan kamu akui saja kesalahan dan kekhilafanmu yang telah menghamili anak gadis mereka." usul Zio.
"Aku tidak mempunyai keberanian." Azka menundukkan kepalanya.
"Apa kalian berdua bisa menemani ku?"
"Azka, kami berdua selaku sahabat mu tidak bisa ikut campur masalah kalian berdua lebih jauh, kami hanya bisa membantu mencari kan solusi nya saja."
__ADS_1
Malam itu Aku kesulitan memejamkan matanya, diliriknya Zio dan Daniel sudah tidur pulas, terdengar celotehan Daniel yang sedang mengigau bermimpi mesum.
"Ayo Nez buka baju dan rok mu, sedikit saja." celoteh nya sambil memonyongkan bibirnya kesal Azka yang hendak kabur menghindari, namun karena posisi tidur Azka yang dibagian tengah, yang diapit Daniel dan zio. membuat calon ayah itu kesulitan untuk turun dari ranjang besar Zio, terlambat bagi Azka untuk kabur, sekarang Daniel telah menindih tubuhnya dan mulai hendak mencium bibir Azka.
Zio yang sedang mimpi indah bersama Clarisa, terbangun dan mimpi indahnya pun berakhir kabur entah kemana seiring dengan matanya yang membulat sempurna serta bibir yang membetuk Oooo saat melihat pemandangan dan adegan tak lazim dihadapannya.
"Apa yang kalian berdua lakukan," karena tidak tahan dan emosi Melihat adegan Azka yang seolah-olah bak perawan yang akan diperkosa oleh Daniel.
Kedua nya langsung kaget' dan menoleh kearah Zio yang sedang menatap tajam, Daniel seketika terjaga dan refleks turun dari tubuh Azka, Azka yang berhasil lolos segera mendorong kuat Daniel hingga jatuh dari ranjang.
"Aduuuuuh sakit," tetiak Daniel memegangi jidatnya.
"Rasain kamu, makanya kalau tidur itu baca doa. bukanya menghayal yang tidak,tidak." ucap Azka sambil menarik nafas dalam-dalam dan mengembuskan kesal.
__ADS_1
"Lihatlah sekarang kamu telah menodai bibir ku." Azka membersihkan bibir nya dengan tissue basah.
"Aku juga, mataku yang suci ini sudah ternodai oleh perbuatan kalian barusan." Zio turun dari ranjang, berjalan mengambil minuman. karena mersa tenggorokan nya tiba-tiba kering.