
Clarisa berjalan mendekati mentari, dan duduk disamping ranjang itu. namun mentari hanya cuek dan tidak menghiraukan nya
"Mentari kita bisa ngomong bentar nggak ?
Mentari tersadar khayalan indahnya
"Ya... ada apa Clarisa"
"Kita bisa ngomong bentar nggak" Clarisa mengulangi kembali pertanyaan nya
"Clarisa besok aja ya, karena aku ngantuk banget" mentari pura-pura nguap dan menenggelamkan tubuhnya kedalam selimut
"Ya udah kamu tidur saja, tapi sebelum itu sebagai sahabat mu aku mau kasih sedikit saran. agar kamu jangan terlalu dekat dengan kak Farrel"
"Maksud mu apa Clarisa, kak Farrel orangnya baik banget kok" terdengar nada suara kesal dari mentari
"Tapi aku merasa kita harus jaga jarak aja darinya"
"Aku tidak suka kalau kamu menjelek-jelekkan kak Farrel, aku tahu pasti kamu merasa cemburu karena salah satu fans berat mu. beralih menyukai ku"
Clarisa tercekat karena dia tidak menyangka, mentari akan berkata seperti itu kepada nya.
__ADS_1
"Aku tidak bermaksud seperti itu Tari, apalagi untuk cemburu" ucap Clarisa
"Jadi apa maksud mu melarang ku untuk dekat dengan kak Farrel, udah deh Clarisa mulai sekarang kita urus diri kita masih saja" mentari menenggelamkan tubuhnya dalam selimut kembali dan membelakangi Clarisa
Clarisa yang juga kesal atas perkataan Menteri, juga kembali belajar. namun semangat nya sudah jelek' untuk melanjutkan pelajaran nya, sehingga Clarisa memutuskan untuk tidur dengan memutar lagu dan mendengarkan melalui handset.
Paginya Mentari pun mendiami Clarisa, dia lebih dahulu meninggalkan kamar mereka menuju sekolah, yang biasanya mereka selalu bareng pulang pergi sambil tertawa lepas penuh bahagia.
Clarisa menatap sedih punggung sahabatnya itu yang sudah menjauh.
"Maaf kan aku Mentari, aku sama sekali tidak bermaksud membuat mu tersinggung"
Clarisa berjalan pelan sendiri menuju sekolah nya, hingga Zio mengagetkan nya dari belakang.
"Aaaahh....kak Zio, ngagetin aja"
"Pagi-pagi udah ngelamun sambil jalan, ntar kesambet jin pejaka baru tahu rasa" ledek Zio
"Iiiihhh ....aku jadi merinding, kak Zio ngomong apa sih" Clarisa meraba tengkuk nya yang tiba-tiba terasa dingin, lalu Clarisa mencubit lengan Zio kesal
"Becanda kok" Zio nyengir kuda
__ADS_1
"Cheiye.... pagi-pagi udah bermesraan"
Ledek Daniel dan Azka dari belakang, sementara Farrel dan sahabatnya menatap tidak suka kearah mereka.
Seminggu pun berlalu kedekatan Mentari dan Farrel semakin jadi, mereka tidak malu lagi memamerkan kemesraan mereka, baik di kantin sekolah maupun di taman. cuma jika ada guru yang melintas baru mereka menjaga jarak.
Begitu pun dalam kamar asrama, hubungan Mentari dan Clarisa sudah merenggang semenjak pertengkaran mereka malam itu.
Dikelaspun Mentari mencueki Clarisa, dan memilih bergabung dengan kelompok teman-teman mereka yang lain. saat guru memberikan mereka tugas untuk belajar kelompok.
Saat jam pelajaran dimulai Clarisa tiba-tiba kebelet ingin ke toilet, mengeluarkan sesuatu yang sudah mendesak. sementara diliriknya Mentari yang juga izin pergi ke toilet belum balik-balik juga.
Clarisa akhir berjalan cepat menuju toilet, dan segera mengeluarkan pipis yang sedari tadi dia tahan.
"Duh lengannya.....,,
Ketika tangan Clarisa hendak membuka pintu keluar dari toilet wanita itu, terdengar dari kamar sebelah suara desahan demi desahan, wanita dan pria yang saling berpacu.
Clarisa mengerutkan keningnya, karena dia merasa hafal sekali dengan pemilik suara itu, sambil menempelkan telinganya pada dinding toilet untuk memperjelas pendengarnya.
"Ya aku yakin sekali jika suara desahan itu adalah suara nya Mentari"
__ADS_1
Dengan rasa penasaran yang memuncak, Clarisa mendekati pintu itu dan tiba-tiba tanpa sadar tangan Clarisa tergerak maju dan membuka kuat pintu itu dan....
"Ceklek.......