
Farrel tersenyum puas, karena dia berhasil mengambil separuh harta kekayaan papanya, serta sebuah surat wasiat yang nantinya jika sang papa telah meninggal dunia. maka seluruh aset miliknya jatuh ke tangan Farrel. anak satu-satunya dari hasil pernikahan pertamanya.
Tuan Hendrawan, tidak bisa berbuat banyak untuk melawan Farrel. karena dia juga mengantongi surat dari sang mama. yang memberitahukan berapa aset mereka memiliki sertifikat atas nama sang Kakek, ayah dari Mama.
"Manfaatkanlah dengan baik aset bagian papa, tapi masih dalam batas tertentu. karena aku tidak ingin wanita ular itu, menikmatinya lebih banyak. karena farrdari sudah tahu jika wanita itu hanya memanfaatkan papa."
"Farrel tolong kamu mengerti perasaan papa untuk kali ini, papa sudah capek bertengkar terus membahas masalah Nara. perlu kamu tahu kami saling mencintai. dan akan melanjutkan pernikahan kami meski tanpa kamu." Tuan Hendrawan sudah hilang kesadaran untuk membujuk Farrel.
"Okey, jika tekad papa sudah bulat. Farrel harap papa tidak akan menyesal nantinya. jika sudah mengetahui siapa sebenarnya wanita itu." Farrel berlalu pergi meninggalkan papanya. dengan emosi yang begitu memuncak.
"Farrel kamu tidak pernah berubah nak. sifat egoismu telah menguasai seluruh pikiranmu, sehingga kamu tidak mau mengerti sedikit saja perasaan papa." menatap sedih kepergian Farrel
"Tok...tok...,, lamunan Hendrawan saat seseorang mengetuk pintu ruangan kerjanya.
"Masuk,!"
"Hallo sayang," Nara masuk sambil melangkah anggun. mendekati Hendrawan.
"Sayang, kamu kesini kok tiba-tiba tanpa memberi tahu dulu.?"
"Kejutan sayang.!" Nara bergelayut manja di pangkuan Hendrawan.
"Sayang muka kamu terlihat tegang gitu, apa masih ada masalah tentang hubungan kita.!"
__ADS_1
"Ti... tidak sayang, karena aku tidak butuh restu dari bocah itu lagi." ucap Hendrawan, karena saat ini Nara lah yang terpenting dalam hidupnya.
"Syukurlah, ternyata anak itu tidak membocorkan dan memberitahukan Papanya. tentang scandal yang pernah aku lakukan padanya dulu." sambil tersenyum senang
"Sayang, kamu kenapa senyum-senyum sendiri.?"
"Ah, ngak kok sayang. aku tersenyum karena membayangkan pernikahan kita yang sudah didepan mata." ucap Nara
"Sayang, hari ini perusahaan ku sedang merekrut seorang Sekretaris." memainkan rambut Nara
"Apa mas sekretaris.?" memanyunkan bibirnya
"Sayang, kamu jangan salah sangka dan cemburu dulu. aku merekrut sekretaris baru untuk cabang perusahaan yang dipegang Farrel. dan aku memperkerjakan sekretaris itu untuk kita. agar kita secara tidak langsung bisa mengambil keuntungan dari perusahaan induk itu. karena Farrel telah mengambil alihnya. termasuk beberapa perusahaan lainya."
"Jadi sekarang perusahaan besar itu telah ditangani Farrel.?"
"Okey mas aku akan dukung kamu, paling tidak kita bisa memanfaatkan sekretaris baru itu. untuk mendapatkan keuntungan dari perusahaan induk.! " ujar Nara tersenyum jahat.
"Apa Farrel tidak akan curiga mas,?"
"Kita akan bermain cantik sayang. aku juga telah mempunyai beberapa orang kepercayaan ku disana. yang akan membantu kita nantinya.?"
Asisten pribadi Hendrawan masuk,
__ADS_1
"Tuan, calon sekretaris yang Anda minta telah datang.!
"Okey, bawa dia keruangan ini. kami akan memberi tahukan tugas baru yang akan dia emban."
"Baiklah Tuan."
"Nona Kejora, Anda silakan masuk.!"
Dengan langkah anggun, gadis cantik yang memakai nama Kejora, memasuki ruangan itu. gadis itu tidak lain adalah Mentari. yang merubah sedikit penampilannya. dengan menghilangkan tahi lalat yang ada disudut bibirnya dulu. Mentari terus berdoa dalam hati, semoga saja kali ini. dia bisa diterima bekerja di perusahaan, karena dia sudah mulai kesulitan dengan masalah ekonomi.
Uang pemberian Farrel dulu telah mulai habis, karena dipergunakan Mentari untuk biaya membeli ijazah palsu jurusan sekretaris. yang memakai nama kejora. mahasiswa lain yang telah meninggal. dengan izin dari pemilik keluarga nya. yang kasihan melihat Mentari. mereka memberi izin. untuk memakai data-data kejora. yang dikeluarkan oleh salah satu lembaga ternama. serta kebutuhan hidupnya bersama Bunga Putri kecilnya.
"Selamat siang pak.!" Mentari menunduk hormat
"Nara duduk disamping Hendrawan, sambil tersenyum angkuh. karena dia merasa kalah jauh oleh kecantikan alami yang terpancar dari wajah Mentari.
"Silahkan duduk,!"
Ucap Hendrawan, dia mulai sibuk membolak-balik berkas data Mentari. namun Hendrawan tidak memperhatikan secara detail data tersebut. hanya sebagai formalitas saja.
"Okey Kejora, melihat penampilan dan kecantikanmu. saya percaya kamu adalah sekretaris yang handal." ucap Hendrawan bangga. dia yakin Farrel akan tertarik dengan kejora nantinya. sehingga dengan mudah mereka mengambil keuntungan dari itu.
Hendrawan dibantu Nara, mereka berdua mulai menjelaskan apa saja tugas-tugas yang harus dilakukan kejora. selama bekerja di perusahaan Farrel nantinya.
__ADS_1
Semula Mentari agak keberatan dengan tugasnya, namun mengingat gaji yang ditawarkan lumayan besar. sementara dia juga butuh uang banyak untuk membiayai kehidupan nya bersama Bunga. dan membayar pengasuh yang merawat Bunga, selama Mentari bekerja. akirnya dia menerima tawaran itu. sambil mengangguk mantap.
"Okey pak, saya sanggup dan bersedia bekerja disana."