Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Jodoh pilihan Oma


__ADS_3

Clarisa tersenyum senang, mendapat telpon dari keluarga besarnya yang meminta dia segera untuk pulang ke kampung halamannya. mengingat adik laki-laki satu-satunya akan berulang tahun. dan kepulangan Clarisa merupakan kado terindah yang dia minta dan keluarga besarnya tunggu-tunggu.


Mau tidak mau akirnya Clarisa menyanggupi permintaan adik dan keluarga besarnya itu, mengingat sudah setahun lebih Clarisa tidak pernah mengunjungi mereka, mengingat kesibukan Clarisa sebagai desainer muda serta mengurus butiknya yang selalu ramai pesanan.


"Baiklah adikku sayang, Minggu ini kakak akan pulang." ucap Clarisa mengalah.


"Hore...hore...hore....kakak pulang," anak laki-laki itu berlonjak kesenangan. Oma mengambil alih ponsel yang masih dipegangnya.


"Cucuku Clarisa, Oma sangat senang sekali mendengarnya."


"Iya Oma, Clarisa juga kangen banget pulang. Oya Oma mau Clarisa bawain apa ?" ucap Clarisa semangat.


"Oma tidak minta apa-apa, karena disini bunda dan ayahmu Gilang sudah menyiapkan semua nya." jawab Oma.


"Trus Clarisa harus bawain apa ?"

__ADS_1


"Kamu tidak perlu susah-susah bawain makanan ataupun pakaian baru. karena Oma cuma mau satu permintaan yang harus kamu kabulkan dan bawa kehadapan omanak."


"Permintaan ?" Clarisa menautkan alisnya, menerka-nerka permintaan Oma.


"Ya Oma cuma mau kamu bawakan calon cucu, atau teman dekat mu nak, karena Oma ingin kamu bisa menemukan laki-laki yang benar-benar tepat dan mencintai mu, atau jika tidak ada maka Oma dan ayahmu akan memberikan calon pilihan kami." bujuk Oma.


"Tapi Oma, tidak bisa ditunda permintaan Oma itu ?" Clarisa mersa sedikit ragu membawa dan memperkenalkan Zio saat ini pada keluarga besarnya langsung, mengingat hubungan mereka terjalin baru hitungan bulan.


"Tidak bisa nak, karena Oma kawatir kamu menemukan orang yang salah. sebelum itu terjadi makanya Oma ingin mengenalnya, tua-tua begini Oma ahli Lo...dalam menilai seseorang." terang Oma.


"Ba.... baiklah Oma." jawab Clarisa.


"Aku tengah bingung memikirkan permintaan Oma." Clarisa pun menceritakan pada Monic.


"Wah itu bagus Nona, karena saya pikir itu waktu dan momen yang tepat bagi Nona memperkenalkan mas Zio yang tampan pada semua anggota keluarga Nona." ucap Monic.

__ADS_1


Clarisa manggut-manggut sambil bertumpu pada kedua tangannya diatas meja.


"Aku rasa perkataan Monic ada benarnya, ya... nanti aku harus menemui kak Zio dan mengajaknya." gumam Clarisa mulai tenang.


Siangnya, Clarisa sengaja mengunjungi kantor perusahaan Zio. dia langsung melangkah masuk menuju ruangan CEO, tidak ada kecanggungan lagi mengingat Clarisa sudah sering diajak Zio berkunjung ke kantor nya.


"Ceklek.... Clarisa membuka pintu ruangan kerja Zio, nampak pria mda itu tegah asik memeriksa tumpukan file, dia langsung menghentikan pekerjaannya begitu mengetahui kedatangan sang pujaan hati.


"Met siang sayang, masih sibuk ya ?" ucap Clarisa berjalan kearah meja kerja Zio.


"Ngak kok sayang, aku lebih menyukai jika sibuk berduaan dengan mu." Zio ikut berdiri dan menghampiri Clarisa, mereka berdua saling tatap, pancaran kerinduan nampak dari kedua insan yang saling dimabuk asrama. mengingat kesibukan kedua nya beberapa hari ini mereka jarang bertemu.


Tangan Zio terulur dan menarik kedua tangan Clarisa mengelus-elus nya pelan,


"Sayang aku Sangat merindukanmu." Zio menarik tangan Clarisa membawa gadis itu kedalam pelukannya.

__ADS_1


"Aku juga merindukanmu kak." balas Clarisa.


Mereka berdua berjalan menuju sofa, dan melanjutkan obrolan hangat tentang seputar kerinduan dan cerita mereka yang beberapa hari ini. Clarisa semula ragu mengutarakan keinginannya untuk mengajak Zio. tapi dia harus berbuat apa lagi. Oma bersikukuh menyuruhnya membawakan teman dekat, jika tidak maka Oma akan melakukan ancaman nya, mencarikan Clarisa jodoh sesuai keinginan keluarga besarnya.


__ADS_2