Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Aksi konyol Zio and the Genk


__ADS_3

"Ceklek......,, pintu terbuka lebar


Mengagetkan dua orang yang saling berpacu melepaskan hasrat mereka satu sama lain.


Clarisa membulat kedua bola matanya, dengan mulut ternganga tidak percaya melihat pemandangan didepannya itu. dengan tubuh gemetar Clarisa mencoba mengeluarkan suara.


"A....apa yang kalian lakukan ?"


Farrel segera menurunkan tubuh Mentari dari pangkuan nya, sambil memasang kancing celana dengan tergesa-gesa, begitu pun Mentari yang juga terlihat sangat gugup memperbaiki penampilan nya. mereka berdua seperti kucing yang tersiram air got. saat aksinya berdua ketahuan.


"Minggir kamu" bentak Farrel kesal, karena tidak bisa menuntaskan hasrat nya yang telah memuncak. saat melewati Clarisa yang masih berdiri diambang pintu.


Begitu pun Mentari yang melonggos kasar, dan berjalan melewati sambil mendorong tubuh Clarisa hingga tersandar pada dinding kamar mandi itu.


"Dasar cewek pengganggu Lo" bentak Mentari


"Mentari tunggu" Clarisa mencoba mengejar langkah Mentari


Mentari tidak menghiraukan teriakan Clarisa, dia benar-benar sudah dibutakan cinta Farrel. dan mengganggap perhatian Clarisa itu jika dia cemburu melihat kedekatan nya dengan Farrel.


Semenjak kejadian itu, hubungan kedua sahabat itu semakin rusak dan mentari tambah menjaga jarak, dengan pindah tempat duduk. sementara dikamar mereka saling cuek. bahkan Mentari membuat dinding pemisah dengan membentangkan gorden pembatas ditengah-tengah nya.


Clarisa merasa sedih atas Perubahan drastis sikap Mentari. namun dia tidak bisa berbuat apa-apa. hampir setiap hari Mentari keluar dan pergi dari asrama bersama Farrel.

__ADS_1


Pernah Clarisa mencoba untuk mendekati Mentari kembali, berharap hubungan mereka membaik. namun malah bentakan yang didapatkan nya.


Clarisa sudah bisa menduga apa yang mereka lakukan berdua di luar asrama, namun dia juga tidak berani mengadukan perbuatan mereka itu. sedangkan bukti yang dimilikinya pun tidak ada.


Malam itu Clarisa duduk sendiri di kursi di atas balkon, dia merasa kesepian karena biasanya jam segini dia dan Mentari akan bercanda gurau, kadang saling kejar-kejaran menjahili satu sama lainnya.


"Mentari aku berharap kamu akan berubah menjadi seperti dulu lagi, dan semoga saja sekarang kamu tidak terjerumus pada hubungan terlarang itu semakin jauh lagi"


Zio yang melihat Clarisa yang melamun sendiri di balkon asrama Putri. mengerutkan keningnya sambil memperhatikan mimik wajah Clarisa yang terlihat sedih itu.


"Oh... pujaan hati ku ada apa dengan mu....?"


Kanda akan datang untuk pergi menghibur sayang...."


"Apa-apaan sih kali berdua" Zio melonggos kesal menatap dua sahabat nya yang tengah meledeknya itu.


"Zio kelihatan nya Clarisa tengah bersedih, gimana kalau kita hibur dia dengan suara mu yang merdu itu ?' ucap Daniel


"Caranya ?"


"Kamu bawa gitar ini, dan nyanyikan lagu yang romantis untuk Clarisa, aku ya dia akan senang dan terhibur"


"Mmhh...ide mu brilian teman, aku setuju"

__ADS_1


Zio mengambil gitar Azka, berjalan kebawah menuju taman belakang yang berdekatan dengan kamar Clarisa, sementara Daniel dan Azka dengan setianya mengikuti Zio dari belakang.


"Okey....satu...dua....tiga, mulai" ucap Azka


Zio mulai memetik gitar dan menyanyi kan lagu romantis, perempuan pilihan hati, sedangkan Azka dan Daniel mengunakan kaleng bekas untuk musik pengiringnya, sambil sesekali berteriak memberikan semangat.


Clarisa tersenyum senang melihat aksi Zio dan teman-temannya itu, rasa kesepian dan sedihnya seakan hilang seketika, ditambah lagi dengan gaya goyangan Azka yang lucu. membuat Clarisa tertawa lepas.


Namun tidak dengan ibu pengawas asrama Putri yang kesal dengan suara ribut-ribut itu, yang bertepatan sekali dengan pintu kamar nya. dan mengintip melalui celah-celah jendela kamar nya.


"Oooo.....jadi ini anak-anak bandel yang bikin ribut, malam-malam begini, ganggu tidur orang saja" Ibu pengawasan mengomel, sambil berjalan menuju kamar mandi. dan keluar sambil membawa seember air dingin yang telah dicampur nya terlebih dahulu dengan pecahan es batu.


"Ni rasakan....semoga kalian kapok setelah ini"


Ibu pengawas membuka jendela nya dan.........


"Byuuuuurrrr...........,, Zio dan kedua sahabat setia nya itu basah kuyup sambil menggigil kedinginan.


"Rasain kalian, malam-malam bukan nya belajar dan tidur. malah bikin ribut p, cepat pergi dari sini....sebelum aku panggilkan security" lalu menutup kasar pintu jendela nya.


"Duuuuhhhh.....dingiiiinnn....,, ucap ketiga nya. yang membuat tawa dan teriakan penghuni asrama lain yang menyaksikan pecah.


"Hu.....hu....rasain kalian,, ha...ha...ha...."

__ADS_1


Zio membalikkan badannya untuk kembali menuju asrama nya, namun dia masih menyempatkan dirinya untuk melirik Clarisa yang masih memegangi perut, tertawa lepas melihat aksi konyol Zio dan kedua sahabat nya itu.


__ADS_2