Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Kelicikan Farrel


__ADS_3

Meskipun Zio terus berusaha, namun sebagai lelaki normal tidak dapat dipungkiri dia ikut terhanyut, karena Clarisa telah memberikan belaian lembut yang belum pernah Zio dapat dan rasakan selama ini dari lawan jenis.


"Aku harus menolong Clarisa dan membawanya kekamar mandi terdekat" bathin Zio sambil mencoba lepas dari sentuhan Clarisa yang agresif


Ditempat persembunyian, Farrel meminta Ricky untuk merekam aksinya. yang akan muncul sebagai dewa penolong bagi Clarisa. sehingga setelah dia sadar nanti Clarisa akan membenci Zio.


"Sekarang saatnya untuk beraksi" gumam Farrel tersenyum licik, saat melihat kepala sekolah mulai berjalan mendekat.


"Zio Apa yang telah kamu lakukan pada Clarisa ?" bentak Farrel muncul secara tiba-tiba, dan mengagetkan Zio yang hendak mengendong tubuh Clarisa untuk dibawa ke kamar mandi dekat lapangan itu.


"Aku hanya ingin membantu Clarisa, karena sikap nya terlihat aneh. dan aku merasa seseorang telah mencampur salah satu minuman kami" Zio mencoba menjelaskan


"Ala.... jangan sok muna kamu, ditempat sepi ini hanya kalian berdua dan siapa yang akan menjebak kalian. asal kamu tahu dari semula aku sudah mengetahui kelicikan mu dibalik wajah topengmu itu" teriak Farrel


"Apa maksudmu ?"


Zio terbawa emosi dan mencengkeram erat Krah baju Farrel

__ADS_1


"Kamu juga telah melakukan hal yang sama terhadap Mentari, menjebaknya dengan memberikan minuman. dengan alasan mu yang ingin mengajari nya untuk bermain basket, sekarang dia lagi hamil dan kabur karena ulah mu yang tidak bertanggung jawab. dan aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi kepada Clarisa"


Farrel membalikkan fakta dan melirik sekilas Ricky yang masih merekam pertengkaran mereka itu


"Kamu jangan memfinahku brengs***"" pukulan keras melayang di wajah Farrel, darah segar mengalir disudut bibirnya. namun dia tidak membalas


"Itu fakta Zio dan aku mempunyai semua bukti-bukti nya !"


Farrel memperlihatkan foto-foto saat Mentari memegang botol minuman mineral, berdiri di lapangan bersama Zio.


Perdebatan mereka terhenti saat kepala sekolah telah berdiri ditengah-tengah mereka yang sedang berdebat sengit itu.


"Bapak tolong percaya padaku, semua ini tidak seperti yang bapak lihat !"


"Cukup Zio, bapak sudah melihat dengan jelas kelakuan kamu, dan bapak tidak menyangka dan sangat kecewa sekali melihat ulahmu itu" bentak kepala sekolah tanpa mendengar penjelasan Zio lagi


"Bapak sebaiknya kita harus segera menolong Clarisa !" ucap Farrel sambil tersenyum sinis pada Zio

__ADS_1


"Okey, cepat bantu angkat dan segera bawa keruangan perawatan" teriak kepala sekolah


Dengan semangat Farrel segera mengendong Clarisa, dan tidak memberi kesempatan kepada Yuda dan Ricky yang mencoba ingin membantu.


"Ingat Zio bersiap lah untuk menerima konsekuensi dari tindakan buruk mu itu, tanpa memikirkan akibat dan perasaan kedua orang tua mu, begitu mengetahui perbuatan mu ini" bentak kepala sekolah sambil berlalu dari hadapan Zio yang tertunduk lesu.


Zio memandang kepergian mereka dengan perasaan hancur dan berkecamuk, mengingat waktu nya yang tidak lama lagi disekolah itu, serta perasaan mami dan papinya. terutama sang adik perempuan nya Aira yang akan ikut syok mendengar perbuatan yang sama sekali tidak dilakukan oleh Zio.


Zio meremas rambutnya sambil sesekali mengusap wajahnya kasar,


"Aku yakin sekali ini perbuatan Farrel yang telah berhasil menjatuhkan dan menjebakku, namun aku tidak mempunyai bukti-bukti untuk membela diriku, karena semua bukti seakan memberatkan"


Zio kembali ke kamar asrama dan membersihkan tubuhnya, sikap nya menjadi dingin dan murung, membuat Azka dan Daniel kebingungan menatap nya.


"Zio kamu kenapa kok aneh gitu, kayak kesambet jin bisu !" canda Daniel sambil melemparkan bantal


Namun Zio mengabaikan mereka, dan menenggelamkan tubuhnya kedalam selimut, pikiran nya benar-benar kalut.

__ADS_1


__ADS_2