
Kehangatan diruangan kelas kembali riuh, saat dengan gagah beraninya Daniel mengungkapkan kesalahan nya, dengan memberikan setangkai bunga mawar merah kepada Agnes, sebagai permintaan maaf. dan berjanji tidak akan mengulangi nya lagi.
"Terima.... terima ....terima" teriakan semua penghuni kelas kecuali Zio yang duduk manis saja menyaksikan kekonyolan sahabatnya itu.
Agnes diam terpaku menatap kesungguhan ucapan Daniel, kemudian senyum manis mengembang dari sudut bibir Agnes, saat pancaran bola mata itu menunjukkan keseriusan dan penyesalan nya. tangan Agnes maju mengambil bunga itu.
"Okey aku terima permintaan maaf dari mu, dan pengang janjimu itu yang telah kamu ikrarkan dihadapan kita semua" ucap Agnes
Daniel mengangguk setuju dan mengacungkan jari kelingkingnya. diiringi teriakan para sahabat dan kekonyolan Azka yang bergoyang heboh membuat semua tertawa senang.
Mereka tidak menyadari kedatangan wali kelas Bu Rani.
"Tenang,.....tenang kenapa kelas ini begitu ribut" bentak Bu Rani
Semua murid kembali menuju kursi masing-masing, Bu Rani mengabsen satu persatu diantara mereka, seyum manis mengembang dari sudut bibir Bu Rani saat menyebutkan nama Azka, sambil menatap nya mesra.
Caca melonggos kesal melihat tatapan Bu Rani pada sang pacar Azka, dan menendang keras kaki Azka dari balik meja, yang ikut cengar-cengir tak jelas membalas tatapan mata Bu Rani tersebut.
"Aaduhhh..... sakit Yang" ucap Azka spontan mengurut betisnya
__ADS_1
"Lagian kamu membalas tatapan nya, nanti Bu Rani tambah ke GeEr dan salah paham lagi" bisik Caca
"Iya... ngak lagi" mereka terlihat saling berbisik membuat yang lain gagal fokus saat Bu Rani mulai menerangkan pelajaran
"Caca ada apa dengan mu, jangan ganggu Azka dalam belajar, serta tingkahmu itu membuat yang lain terganggu" bentak Bu Rani
"I....iya Bu" ucap Caca yang masih dongkol
Sementara Daniel dan Agnes saling lempar senyum, karena tidak ada lagi masalah yang mengganjal di hati keduanya. Bu Rani memberikan mereka tugas kelompok masing-masing murid bebas memilih kelompok mereka.
Agnes memilih kelompok belajar mereka yang terdiri dari Daniel, Azka, Caca, Jeni dan jumlah mereka sudah pas lima, mereka membentuk kelompok dengan semangat tanpa memperdulikan Zio, yang kesal melihat sahabatnya seakan telah melupakannya. termasuk geng kebanggaan mereka dulu yaitu " Geng jomlo sejati "
Azka menyenggol Daniel yang asyik bercanda dengan Agnes
"Whuzz,, lihat tuh Zio, dia sendirian tidak dan belum mempunyai kelompok"
"Iya kita telah mengabaikan nya" ucap Daniel merasa bersalah
Agnes dan tiga sahabat nya hanya angkat bahu
__ADS_1
"Bagaimana kita masukin kelompok kita, lebih banyak tentu lebih seru" ucap Caca
"Tapi kita sudah penuh, dan minimal cuma lima orang" ucap Agnes bingung
Daniel melirik Azka dan membisikkan sesuatu ditelinga nya...
"Apa" ucap Azka melotot
"Tolonglah azk hanya kamu yang bisa membantu sahabat kita itu" bujuk Daniel.
Mau tidak mau Azka Akirnya maju kedepan meja Bu Rani, memasang wajah tampan nya
"Bu Rani yang cantik, boleh ngak jika Zio bergabung dengan kelompok kami" ucap Azka
Bu Rani sangat senang Melirik Azka dan berbicara selembut mungkin
"Tapi kelompok Azka kan sudah cukup jumlah nya ?"
"Tapi kami setia kawan Bu dan selalu bersama, boleh ya Bu please"
__ADS_1
Bu Rani menggangguk kan kepalanya, dan tersenyum manis ke arah Azka. yang membuat Caca kembali manyun menyaksikan itu.