
Mentari meremas jemari nya, untuk mengusir kegugupan nya duduk disebelah Farrel.
"Mentari kamu cantik sekali, boleh nggak jika kamu menjadi teman dekat ku" ucap Farrel yang mencoba mendekati bumi mentari untuk mengusir kekesalan hati nya, atas perbuatan Clarisa dan Zio.
"Bo...boleh kak" mentari mengangguk mantap
Farrel tersenyum sambil sebelah tangannya diletakan di atas tangan mentari yang terasa dingin.
"Okey mulai sekarang dan seterusnya kita akan bersama" Farrel mengangkat tangannya dan mengacungkan jari kelingkingnya, yang diikuti mentari, mereka saling menautkan jari kelingkingnya masing-masing. bahwa kedekatan mereka berdua dimulai detik itu juga.
Tiba-tiba Farrel menyeringai mesum, menatap mentari yang masih terlihat malu-malu meong.
"Gimana untuk meresmikan hubungan kita ini, diawali dengan ciuman ?"
Mentari terdiam karena seumur hidupnya belum pernah berciuman dengan lawan jenisnya, namun perasaan penasaran dengan rasa ciuman itu. seperti yang pernah mentari saksikan di drama Korea favoritnya, membuat mentari mengangguk pelan. sambil memejamkan mata.
__ADS_1
Farrel tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, perlahan namun pasti Farrel mencium jidat, terus kedua kelopak mata mentari, dan berlanjut pada bibir seksi mentari.
Lama Farrel meng*** bibir itu, yang terasa begitu manis dan kenyal, begitu pun sebaliknya mentari yang juga merasakan hal yang sama. suasana belakang sekolah yang sepi dan tempat mereka juga terlindungi oleh pohon berdaun lebat. membuat kedua insan ini semakin memperdalam ciuman mereka.
"Mentari seperti nya kita harus sering-sering melakukan ini, agar kamu terbiasa" ucap Farrel karena dia menilai gaya ciuman mentari yang buruk dan belum berpengalaman
"Iya kak, soalnya ini ciuman pertama ku" ucap mentari yang saat itu merasa bahagia, namun juga terbersit rasa bersalah atas perbuatan nya dengan Farrel.
"Ayo kak Farrel kita balik ke kelas masing-masing, karena bel jam istirahat berakhir telah berbunyi !"
"Tunggu sebentar lagi Beb....,,
Farrel menarik tangan mentari hingga jatuh kedalam pangkuan nya, mereka kembali mengulangi ciuman itu, dengan sedikit rabaan tangan Farrel.
"Sudah kak Farrel, aku tidak ingin kita mendapatkan masalah setelah ini" mentari melepaskan dirinya, serta berdiri kembali
__ADS_1
"Baiklah, ayo kita kembali ke kelas" Farrel berjalan mendahului mentari
Sambil tersenyum puas
"Yes.. sekarang mentari telah jatuh kedalam pelukanku dengan mudahnya"
"Mentari dari tadi kamu kemana saja, aku udah nyari kamu disekeliling kantin dan perpustakaan tapi kamu ngak kelihatan ?"
Clarisa menatap sahabatnya yang terlihat sedikit aneh itu, penampilan mentari yang sudah tidak rapi lagi, serta sikap nya yang terlihat begitu bahagia.
"Jawab nya ntar aja, pas diasrama nanti" bisik mentari karena guru sudah mulai menerangkan pelajaran.
Clarisa tidak konsentrasi dalam belajar, karena pikiran nya khawatir melihat sahabatnya itu, dia takut mentari yang masih polos itu terjebak dengan Farrel yang menurut nya tidak mempunyai sifat yang baik. berdasarkan informasi yang pernah Clarisa dengar Farrel sudah tujuh kali pindah sekolah dengan berbagai kasus.
Malam nya mentari menghabiskan waktunya ditempat tidur, tidak ada lagi mentari yang biasa nya sibuk dengan Pr atau bercanda gurau dengan Clarisa.
__ADS_1
Mentari masih asyik membayangkan ciuman panas'nya dengan Farrel siang tadi, sehingga tanpa sadar mentari senyum-senyum sendiri. dia tidak menyadari jika Clarisa tengah memperhatikan nya.