
Rama melirik sekilas panggilan masuk ke ponselnya, yang terus bergetar tergeletak di atas meja kebesarannya, meskipun dia penasaran siapa yang telah menghubungi No pribadinya itu karena setahunya hanya beberapa orang saja yang mengetahui No tersebut, keluarga dan pihak sekolah Zio. namun karena saat ini dia tengah memimpin rapat besar. terpaksa dia mengabaikannya dulu.
Setelah selesai melakukan pembahasan, Rama meminta Arka untuk melanjutkan, dan pergi meninggalkan ruangan rapat itu menuju ruangan kerjanya sendiri.
"Hallo dengan siapa ini ?" tanya Rama menghubungi No itu kembali
"Maaf Tuan, mengganggu kesibukan Anda, kami dari pihak sekolah Zio Alexander, putra Tuan"
"Oooo....iya, memang ada apa bapak menghubungi saya, apa anak saya sakit atau ada informasi lainnya"
"Alhamdulillah anak Tuan sehat-sehat saja, cuma kami ingin memberikan informasi yang kurang mengenakkan tentang kelakuan putra Anda, yang membuat kami juga tidak menyangka sama sekali ?"
Rama mengerutkan keningnya dan bingung. karena setahunya Zio anak yang baik, selama ini dia juga sangat berprestasi di sekolah. tidak mungkin rasanya Zio membuat masalah.
"Masalah apa maksud bapak ?" Terdengar nada suara Rama sedikit ditekan.
"Maaf sebelumnya nya pak, kemaren kami tengah menangkap Zio tengah mencumbui seorang siswi asrama Putri, saat sedang latihan basket berdua, dan lebih parah nya lagi gadis itu telah diberikan obat perangsang melalui minumannya"
"Apa.....,, tidak mungkin putraku melakukan hal sejeji itu. aku tahu sendiri bagaimana sifat putraku Zio, dia pasti dijebak dan apa kalian selaku pihak sekolah telah menyelidiki kasus ini terlebih dahulu, atau memeriksa cctv-nya ?"
Bentak Rama yang langsung berdiri menahan emosi, dan menyayangkan kelalaian pihak sekolah itu.
__ADS_1
"Sudah Tuan, semua bukti mengarah kepada putra Anda !"
"Saya tidak semudah itu untuk percaya, lalu bagaimana dengan cctv-nya ?"
"Ka... kalau masalah cctv-nya, saat itu set....sedang mati Tuan !" pihak sekolah mulai kebingungan dan gugup, karena mereka juga berfikir seseorang Tel menjebak Zio.
"Saya sangat kecewa dengan sistem pendidikan di sekolah kalian, baiklah saya akan kesana sekarang, jika vperlu anak saya akan saya pindahkan jauh keluar Negeri"
"Sekali lagi maaf Tuan"
Panggilan pun terputus, dengan kesal Rama memukul keras meja kerja dihadapannya dan segera meninggalkan begitu saja. melihat wajah datar dan langkah panjang Rama, tidak ada karyawan yang berani untuk menyapa.
"Sebaik aku tunda dulu, sepertinya suasana hati Bos Rama sedang memburuk" gumam Arka dan pergi menuju ruangan nya sendiri
Senyum manis mengembang disudut bibir Anyelir menyambut suaminya,
"Tumben cepat pulang kerjanya Pi ?"
Rama mengusap wajahnya kasar dan masih diam, karena Rama bingung untuk memulai kata-kata menjelaskan kepada Anyelir tentang masa yang dihadapi putra kesayangannya itu.
Anyelir mengambilkan minum segar dan menyerahkan kepada Rama, dia mengira suaminya itu tengah ada masalah di kantor.
__ADS_1
"Pi minum' dulu biar seger !"
"Makasih mi" Rama mengambil minuman itu dan meneguknya hingga habis.
"Tambah lagi Pi minuman nya ?"
"Tidak usah " jawab Rama singkat
"Ada masalah apa sih Pi ?"
Anyelir memijat pelan bahu Rama, berharap dapat meringankan beban pikiran suaminya.
"Mi sekarang ini Zio anak kita, mendapatkan masalah disekolah nya, dia dituduh telah mencumbui dan memberikan obat perangsang pada teman wanita nya" ucap Rama sambil menunggu reaksi Anyelir
Namun diluar dugaan Rama, Anyelir malah tertawa lepas mendengar penuturan suaminya itu. karena dia tidak percaya sama sekali putranya melakukan itu. dan Rama pasti hanya bercanda untuk ngeprranknya.
"Ha....ha.....ha....baguslah Pi, berarti pikiran mesum dan kelakuan mu dulu telah diwariskan semuanya kepada Zio" Anyelir kembali tertawa.
Rama tercekat mendengar penuturan Anyelir yang terlihat becanda namun membuat nya, teringat kembali perbuatan-perbuatan Masa lalu nya. yang bahkan lebih buruk lagi beberapa kali mencuri-curi cumbuan, dan menganggap istrinya sendiri sebagai selingkuhan, dengan memberikan obat perangsang juga.
"Apa benar Zio mewarisi sifat buruk ku dulu ?"
__ADS_1