Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Naik motor


__ADS_3

Dengan perasaan deg-degan Clarisa mengukur bidang tubuh Zio, posisi mereka begitu dekat. Zio perlahan memejamkan matanya. menikmati aroma wangi tubuh Clarisa. dan helaan nafasnya yang terasa begitu lembut dan wangi menthol.


Saat posisi tubuh mereka berhadapan, tangan Zio terangkat pelan namun pasti. Zio dengan lembut menelusuri pipi mulus Clarisa dengan jemarinya. terus mengelus-elus rambut panjang lurusnya.


Clarisa merasa terhipnotis, tidak ada penolakan sama sekali. dia membiarkan sentuhan hangat tangan Zio. seakan-akan dia sedang bermimpi indah. bertemu kembali dengan cinta pertamanya.


Zio mendekatkan wajahnya, semakin dekat hingga tidak ada jarak lagi yang mengikis diantara mereka berdua. Clarisa memejamkan matanya pelan. saat tubuh Zio makin merapat ke tubuhnya. dunia seakan terhenti ketika Clarisa merasakan lembutnya kecupan hangat bibir Zio dikening, kedua kelopak matanya hingga terus kedua pipinya.


Rasanya begitu indah dan nyaman, sehingga Clarisa tidak ingin rasa ini begitu cepat berakhir. saat bibir mereka bertemu, Clarisa ikut membalas dan menikmati ciuman pertama nya itu, dirampas dan diambil oleh Zio.


Lama mereka saling berciuman dan melepaskan rindu, hingga seringan ponsel Clarisa mengagetkan kedua nya. Zio melepaskan pagutan tubuh nya dari Clarisa.


"Maaf aku terbawa perasaan ku sendiri.!" ucap Zio yang tiba-tiba berubah menjadi canggung dan salah tingkatkan kembali.


Clarisa tersenyum, dan mengangguk pelan sambil mengusap layar ponselnya, tertera nama asisten nya Monic.


"Hallo ada apa Monic.? ucap Clarisa.


"Nona Clarisa Anda dimana.? Kenapa belum balik dari tadi pagi sampai sekarang kekantor.?" terdengar nada suara kwartir dari Monic.


"Aku...aku sedang ada urusan penting. Oya Monic kamu boleh pulang duluan" Clarisa bingung harus mengutarakan apa.

__ADS_1


"Okey baiklah Nona."


Zio terus memandangi wajah Clarisa, dia terlihat sangat cantik dan penampilannya sudah terlihat dewasa sekarang. Zio kembali memegangi kedua belah tangan Clarisa. sambil menarik nafas dalam-dalam. dan memikirkan kata-kata yang akan diucapkannya.


"Clarisa, aku tidak bisa memendam lagi perasaan ku yang sudah bertahun-tahun, mulai sekarang aku ingin hubungan kita sudah ada kejelasannya. aku mencintaimu Clarisa dan tidak ingin kehilangan mu lagi." ucap Zio sungguh-sungguh.


Clarisa terdiam, dia menatap kedua bola mata Zio. mencari kesungguhan disana.


"Clarisa jawablah." Zio kembali mengulangi kata-katanya.


"Ya Tuan Zio Alexander, aku juga mencintaimu." ucap Clarisa sambil mengangguk mantap.


Zio tersenyum bahagia dan tertawa lepas, menggambarkan suasana hatinya yang berbunga indah. begitupun Clarisa. mereka berdua berpelukan hangat, tidak peduli lagi dimana posisi mereka berdua sekarang.


Zio melirik jam dinding besar yang terpajang ditengah-tengah ruangan kerja Papinya. sudah menunjukkan pukul sembilan malam.


"Clarisa sebaiknya aku antarkan kamu pulang.!" ucap Zio sambil membantu Clarisa mengenaskan peralatan nya.


Mereka sudah sampai di lobyy, Zio baru tersadar jika dia berangkat kekantor bareng dengan papinya. sehingga dia tidak memiliki kendaraan. sementara Clarisa juga datang kekantor ini mengunakan taksi online.


Tiba-tiba Zio seperti mendapatkan ide cemerlang, saat matanya melirik sepeda motor security yang terparkir. dengan langkah gagah berani. Zio berjalan mendekati pos keamanan tersebut.

__ADS_1


Semua menunduk hormat dan menyapa Zio, calon CEO perusahaan mereka selanjutnya. Zio tanpa sungkan mengutarakan keinginannya untuk meminjam sepeda motor Mio salah satu dari mereka.


"Silahkan Tuan, kami sangat senang jika ternyata anda mau memakai sepeda motor buntud kami ini."


"Terimakasih, atas kebaikan bapak" ucap Zio sambil mengambil kunci dan menyalakan motor tersebut.


"Ayo sayang, malam ini keinginan kita untuk berkeliling kembali mengunakan motor, terkabul."


Clarisa tercekat, mendengar kata sayang, yang terucap sempurna dibibir Zio.


"I...iya." dia duduk berboncengan dibelakang.


"Sayang, pegangannya yang erat ya." goda Zio, yang membuat muka Clarisa merah bak kepiting rebus karena malu. ditambah lagi senyum para security.


Malam yang indah, bertabur cahaya bintang. seakan mendukung suasana romantis diantara mereka berdua. Zio sengaja menarik tangan Clarisa. agar gadis itu bisa memeluknya lebih erat. mengingat udara malam yang dingin. sebelah tangan Zio mengelus-elus tangan Clarisa yang melingkar itu.


"Clarisa kita makan dulu ya.?"


"Mmmhhh ya."


"Kita makan di pedagang kaki lima itu ya, kelihatan nya enak dan menggugah selera." ucap Zio sambil menepikan motor.

__ADS_1


Clarisa tersenyum bangga, dia tidak menyangka Zio yang tampan. mau makan ditempat seperti ini. mengingat kehidupan nya yang kaya raya, serta hidup diluar negeri selama ini. Zio juga tidak sungkan menyapa dan memberi uang pada pengamen jalanan.


"Tidak salah aku mencintai dan memilih mu Zio." bathin Clarisa


__ADS_2