
Senyum kemenangan tersungging di bibir Farrel, begitu mengetahui jika Mentari telah pergi jauh kekota lain.
"Ternyata nyali gadis itu menciut juga setelah mendapat ancaman dariku, syukurlah dengan begitu aku bisa terbebas dan tidak akan ada yang menghalangi ku untuk mendekati Clarisa"
Dan hari ini Farrel telah merencanakan sesuatu, dengan bantuan kedua sahabat nya. Farrel akan mengatur rencana untuk menjebak Clarisa atau Zio, karena mereka berdua merupakan target utama Farrel. saat Clarisa keluar dari ruangan kelas, Farrel segera menemui nya.
"Hay Clarisa..... boleh aku temani nggak ?"
Terdengar suara Farrel yang mulai menggodanya
"Tidak usah kak, terimakasih" jawab Clarisa cuek dan berlalu meninggalkan Farrel yang termangu memandangi punggungnya , yang sudah menjauh
"Menarik sekali...., semakin kamu mengabaikan ku, membuat ku bertambah penasaran untuk menaklukkan wanita seperti mu, karena ini pertama bagi ku mendapatkan penolakan dari seorang wanita"
Clarisa berjalan kearah Zio yang sedang menunggu kedatangannya, meskipun mereka berdua belum resmi berpacaran. namun sikap yang mereka tunjukkan sudah cukup menjadi bukti jika mereka berdua saling tertarik. sore ini Zio berencana akan mengajari Clarisa untuk bermain bola basket di lapangan khusus yang disediakan pihak sekolah. namun suasana di lapangan itu begitu sepi sehingga hanya mereka berdua saja disana.
"Clarisa kamu sudah siap"
__ADS_1
"Siap kak" jawab Clarisa mengangguk mantap
"Okey mulai" Zio mengajarinya cara memegang bola dan melemparkan nya dengan benar, sambil berdiri di belakang Clarisa, yang membuat jantung kedua nya saling berpacu. karena gesekan tubuh mereka yang refleks saling bersentuhan.
"Ye....ye....aku bisa" teriak Clarisa kesenangan saat berhasil melemparkan dan memasukkan bola. sehingga tanpa sadar Clarisa refleks memeluk Zio. yang langsung membalas pelukannya
Saat tersadar akan tindakan nya, Clarisa mendorong pelan tubuh Zio. mukanya memerah dan salah tingkah.
"Ayo Clarisa kita mulai lagi, semangat" teriaak Zio sambil melemparkan kembali bolanya
Melihat sikap Zio yang terlihat santai dengan tindakan nya barusan, Clarisa kembali bersemangat untuk melanjutkan permainan itu, Hing dia kelelahan dan terduduk di tengah-tengah lapangan basket.
"Terimakasih kak"
Clarisa tersenyum manis mengambil botol minuman, karena dia sudah kehausan langsung meneguk begitu saja minuman itu begitupun Zio. mereka tidak menyadari jika botol itu sudah dicampur sesuatu oleh Farrel dan teman-teman nya yang sedang bersembunyi tidak jauh dari tempat mereka.
"Ha...ha... dasar bodoh kalian, tanpa memeriksa segel botol itu terlebih dahulu" bisik Yuda sambil menahan perut nya geli
__ADS_1
"Aku sudah tidak sabar menunggu reaksi mereka berdua, dan membuat Zio brengsek itu meninggalkan sekolah ini" ucap Farrel sambil menatap penuh kebencian pada Zio
"Aduh....panas kak"
Clarisa mulai terlihat gelisah, dan kepanasan sambil menata Zio penuh gairah
"Kamu kenapa Clarisa"
Zio mulai kebingungan, sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling yang sepi, dan hanya mereka berdua saja disana"
"Bagaimana ini, aku harus minta bantuan sama siapa ?"
Sementara Clarisa sudah menyingkap sebagian baju nya, beberapa buah kancing bajunya pun sudah terlepas.
Zio memeriksa botol minuman nya, karena melihat reaksi yang timbul dari Clarisa, seperti orang yang sudah meminum obat perangsang.
"Sial siapa yang telah mencampur minuman ku, kenapa aku begitu bodoh nya tanpa memperhatikan segel minuman itu"
__ADS_1
Tiba-tiba Clarisa langsung memeluk dan mencium lembut bibir Zio, yang masih berusaha mencari cara untuk membantu Clarisa tersadar, namun Clarisa semakin agresif dan menarik tangan Zio untuk menyentuh kedua gundukan gunung kembarnya.
Membuat Zio hampir kehilangan kendali, kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Farrel bersama kedua sahabatnya, mereka langsung merekam aksi tersebut, sementara Yuda disuruh memangil pihak sekolah untuk mengrebek mereka berdua.