
Gimana teman-teman, kalau author bikin ceritanya per Part. tentang kisah cinta masing-masing.
- Farrel dan Mentari
- Zio dan Clarisa
- Azka, Daniel serta pasangan mereka. okey author mulai dari kisah Farrel dan Mentari terlebih dahulu.
Setelah menandatangani surat kontrak kerja. senyum mengembang disudut bibir Mentari. saat kedua pasangan Nara dan Hendrawan mengalami tangannya.
"Selamat ya Kejora, mulai sekarang kamu telah resmi bekerja sama dengan perusahaan kami." ucap Hendrawan
"Sama-sama Tuan." balas Mentari
"Berhubung letak tempat kerjamu lumayan jauh, dari kediamanmu sekarang. aku akan meminjamkan sebuah Apartemen yang lokasinya masih berdekatan dengan perusahaan tempatmu bekerja nanti.!" Hendrawan mempunyai filing yang kuat. jika Farrel pasti akan tertarik melihat Mentari nantinya.
Nara terlihat keberatan dengan keputusan Hendrawan, untuk meminjam kan Mentari apartemen. dia juga merasa khawatir jika suatu saat kalah saing dari gadis cantik itu.
"Mas, apa sikapmu ini tidak berlebihan." bisik Nara
"Tidak sayang, aku yakin sekali gadis ini akan sangat berguna bagi kita nantinya."
Nara akirnya memilih diam, karena melihat tekad pacarnya itu telah bulat. sambil memaksakan senyumnya, Nara juga tidak mau kalah. dia juga meminta dan membujuk Hendrawan membelikan nya sebuah apartemen mewah. setelah Mentari pergi meninggalkan ruangan itu.
"Sayang, untuk apa kamu meminta dibelikan apartemen. karena sebentar lagi kita akan menikah. setelah menjadi istriku nanti. aku akan membawamu tinggal dirumah besar dan mewah itu." bujuk Hendrawan
__ADS_1
"Aku tahu mas, aku hanya mengantisipasi saja. mana tahu Farrel suatu saat mengusirku. atau kita berdua."
"Tidak mungkin sayang, Farrel tidak akan tega mengusirku."
"Mas gimana sih, udah jelas-jelas Farrel membenci ku." Nara mulai ngambek
"Iya, aku ngerti sayang. okey aku akan memberikanmu apartemen mewah. dan silahkan saja kamu pilih mana yang menurutmu lebih baik lokasinya." Hendrawan mengalah, serta berusaha membujuk Nara kembali. agar mood kekasih kesayangannya itu membaik.
"Tapi mas, aku ingin apartemen itu. atas namaku langsung, agar nantinya Farrel tidak mengusik kehidupan kita berdua nantinya." memasang wajah memelas.
"Okey sayang, apapun pasti as lakukan untukmu. selagi mas bisa dan tanpa sepengetahuan anak itu."
"Terimakasih mas, aku makin cinta deh sama kamu." Nara kembali bergelayut manja dipangkuan Hendrawan. mengingat diruangan itu, hanya tinggal mereka berdua. senyum kemenangan Teru mengembang dibibir Nara yang licik.
"Bunga sayang...., lagi main apa nak.?"
"Bunda..." Bunga menghambur ke pelukan Mentari.
"Bunda, perginya kok lama.?" ucap gadis kecil itu, memeluk tubuh sang Bunda.
"Maafkan Bunda sayang, bunda pergi untuk cari kerja. buat kebutuhan bunda dan Bunga. biar bunda punya uang dan bisa belikan Bunga mainan-mainan bagus."
"Benar Bunda.!" ucap gadis kecil itu, dengan wajah berbinar-binar bahagia.
"Mentari, bibi pulang dulu ya.!" ucap orang yang mengasuh Bunga. sesuai kesepakatan dia hanya mengasuh Bunga. jika Mentari sedang pergi saja.
__ADS_1
"Iya bi, terimakasih banyak, telah mengasuh Bunga dengan baik."
Mentari mengendong Bunga masuk, demi menghemat biaya hidupnya, Mentari lebih memilih memasak makanan untuk dirinya dan Bunga. karena selama ini mereka bertahan hidup hanya mengandalkan uang yang pernah diberikan oleh Farrel dulu.
Malamnya, setelah menidurkan Bunga, Mentari mulai sibuk berkemas. kare? besok dia sudah menempati sebuah Apartemen mewah.
"Sayang, sebentar lagi kamu akan tidur ditempat yang layak. dan diasuh oleh babysitter yang handal. bunda akan bekerja keras demi dirimu nak." Mentari mengelus-elus pelan rambut Bunga.
Mentari ikut tertidur disamping Bunga, dan langsung pergi ke alam mimpinya.
"Mentari kamu kemana saja selama ini. aku seperti orang gila yang selalu mencari-cari mu sayang. maafkan kesalahanku, aku menyesal telah membuat mu dan anak kita menderita" ucap Farrel disela-sela tangis penyesalannya. Farrel berhasil menarik tangan Mentari yang mencoba untuk mengindar dari kejaran Farrel.
"Lepaskan, aku tidak mengenalmu lagi. aku benci.....benci....kamu, dasar laki-laki pengecut kamu Farrel" bentak Mentari dan mendorong keras tubuh Farrel hingga laki-laki itu terjatuh.
Mentari terus berusaha untuk lari, dari kejaran Farrel. namun semangkin dia berusaha untuk kabur. Farrel selalu berhasil menemukan dirinya dan Bunga.
Mentari terus meronta-ronta, hingga tanpa sadar pergerakan nya. mengenai tubuh Bunga. membuat gadis kecil itu kaget dan langsung menangis.
Mentari membuka matanya, " astagfirullah, syukurlah cuma mimpi." Mentari kembali berusaha menidurkan Bunga, serta membuat Kanya susu.
"Cup...cup.. Sayang, tidur lagiya."
Setelah meminum susunya, Bunga kembali tertidur pulas. tapi tidak dengan Mentari.
"Pertanda apa ini ?, Kenapa aku bermimpi bertemu kembali dengan laki-laki brengsek itu. padahal selama ini aku dan Bunga sudah hidup tenang dan bahagia. tanpa dia. mimpi ini terasa begitu nyata."
__ADS_1