Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Pulang kampung


__ADS_3

"Ada apa sayang, sepertinya kamu terlihat sedang memikirkan sesuatu ?" Zio menatap lekat wajah Clarisa.


" I... iiya kak, sebenarnya Clarisa Minggu ini harus pulang, keluarga besarku selalu menuntut untuk segera pulang, berhubung adik laki-lakiku sedang ulang tahun, serta mengingat kesibukan Clarisa yang hampir setahun tidak pulang kerumah." terang gadis cantik itu.


"Baguslah paling tidak dengan kehadiranmu, kerinduan mereka dapat terobati." terang Zio.


"Tapi ada yang mengganjal dipikiran ku sehingga membuatku risau kak." ucap Clarisa meremas jemarinya


"Apa itu sayang ?" Zio merapatkan duduknya.


"Keluargaku meminta agar membawa sekalian teman dekat pulang kerumah, karena mereka berfikir sudah saatnya aku mempunyai seorang pendamping." Clarisa tidak melanjutkan lagi ucapnya. dia takut Zio pasti akan menolak untuk diajak ikut pulang kerumahnya mengingat jabatan yang Zio sekarang

__ADS_1


"Jadi kamu mau aku ikut bersama mu ?" goda Zio mengedipkan sebelah matanya.


"Jadi kak Zio bersedia ikut ?" Clarisa terlihat bersemangat dengan wajah berseri-seri.


Zio mengaguk pelan, sambil tersenyum manis.


"Untuk kamu apa sich yang enggak sayang, tapi aku ngak bisa lama-lama disana. mengingat pekerjaan ku yang menumpuk ini." ucap Zio meremas jemari Clarisa yang dingin.


"Ngak masalah, yang penting kak Zio iut saja sudah membuat ku mersa bahagia." refleks Clarissa memeluk Zio saking senangnya.


Senyum tidak luput dibibir Clarisa, sepanjang perjalanan menuju kampung halaman nya. gadis itu selalu bercerita tentang budaya dan kebiasaan masyarakat didaerahnya itu. Clarisa juga menyiapkan banyak buah tangan yang akan di bagikan nanti untuk keluarga besarnya terkadang para pelayan setia orang tua nya.

__ADS_1


Perjalanan jauh membuat Zio merasa capek dan pegal, dia membelokkan mobilnya dan berhenti dekat perbukitan perkebunan teh yang sangat indah. mereka berdua turun dan duduk didepan mobil. sambil menikmati udara sejuk perbukitan.


Zio mengeluarkan ponselnya, dia ingin mengabadikan momen indah kebersamaan mereka itu. dan memotret Clarisa dengan berbagai gaya, tawa lepas Clarisa membuat nya tidak pernah merasa bosan menatap gadis itu.


Zio Menganti layar wallpaper ponselnya dengan foto mesra mereka yang saling pandang. dan berangkulan mesra. dan mengapload Salah satu foto di media sosial Clarisa, foto dua belah tangan yang saling menggenggam erat diatas paha Zio.


Tidak begitu lama, foto unggahan Clarisa langsung banjir like dan komen dari teman-temannya, termasuk teman-teman sekolah mereka dulu. salah satu nya Mentari yang mengucapkan doa demi kelanggengan hubungan sahabatnya itu.


"Kak Zio masih capek ya, biar kita gantian aja untuk nyetir mobilnya." tawar Clarisa.


"Kalau tangan lembut mu itu menyetujui bajuku dan memijit nya pelan, mungkin capekku ini tidak akan tersa lagi." cpao Zio sa!bila menepuk-nepuk pundaknya.

__ADS_1


Clarisa tersenyum dan mengangkat tangannya dan mulai memijit perlahan pundak Zio, sentuhan tangan lembut nya membuat zio menguap Beberapa kali mengingat tempat mereka yang rindang dan hembusan angin membuat Zio mersa ngantuk. dan merobah posisi duduknya dengan tidur di pangkuan Clarisa.


Tidak ada penolakan dari gadis itu, dia terlihat bahagia bisa berduaan dengan laki-laki yang dicintainya dalam waktu yang lama. Clarisa ikut merebahkan kepalanya di atas kepala Zio hingga tanpa sadar dia ikut tertidur juga.


__ADS_2