Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Kemarahan Rama


__ADS_3

Clarisa masih tidak percaya dengan apa yang dijelaskan Farrel dan teman-teman nya, dia tidak yakin Zio tega memperlakukannya seperti itu. namun semua bukti memberatkan Zio, ditambah lagi bukti foto-foto Zio juga pernah memberikan minuman yang sama juga kepada Mentari dulunya.


"Clarisa percaya lah pada ku, Zio itu bajingan serigala berbulu domba. dia telah menghamili Mentari hingga kabur dari sekolah ini. karena tidak sanggup menanggung malu, selama ini aku mendekati Mentari karena kasihan sama dia " ujar Farrel serius


Tidak banyak yang bisa dilakukan oleh Clarisa, selain menangis dan menyayangkan kejadian itu.


Dirumahnya Rama....


Sayang aku serius"


Rama pun menyerahkan bukti percakapannya dengan pihak sekolah Zio barusan, Anyelir dengan perasaan bingung mengambil ponsel ditangan suaminya dan memutar kembali rekaman itu.


"Tidak.... tidak mungkin anakku seperti ini, aku yakin sekali jika dia difitnah dan dijebak" Anyelir menggelengkan kepala, tiba-tiba air mata meleleh di kedua pipinya yang masih terlihat cantik. diumurnya yang tidak lagi terlihat muda.


"Aku juga berfikiran seperti itu, sebaiknya sekarang aku harus pergi kesana" ucap Rama yang sedikit lega telah memberi tahu istrinya


"Pi, boleh mami juga ingin ikut dan bertemu dengan Zio, kasihan dia saat ini pasti sangat syok dan terpukul"


"Boleh sayang bersiaplah"


Anyelir segera bersiap, bahkan dia hanya mengunakan pakaian sederhana dan dandan ala kadarnya, tidak seperti Nyonya CEO yang lainnya, karena dari awal anye memang suka kesederhanaan.


Sepanjang perjalanan Anyelir terlihat gelisah dan tidak sabaran, mereka langsung menuju kesana tanpa memberi tahu atau pun menghubungi Zio terlebih dahulu.


Mobil yang dikendarai Rama melesat membelah jalanan yang mulai sepi, karena capek menangis dan kwartir Anyelir tertidur begitu saja, Rama melirik Anyelir sekilas dan menyelimuti tubuh istrinya dengan jas kerja yang belum sempat digantinya.

__ADS_1


Beberapa jam menempuh perjalanan, mobil Rama memasuki gerbang utama halaman sekolah yang luas dan mewah itu. dan memarkirnya setelah menemukan tempat yang pas.


"Sayang......Bagun kita sudah sampai"


Rama menggoyangkan pelan tubuh istrinya, yang masih terlihat berat untuk membuka matanya.


"Apa kita sudah sampai Pi ?"


Ucap Anyelir sambil menyipit kan matanya, dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling luar jendela mobil mereka.


"Iya....dan kita harus menemui pihak sekolah ini segera"


Anyelir merilekskan otot - otot tubuhnya, dan memperbaiki sedikit penampilannya karena habis tertidur selama perjalanan jauh itu.


"Nyonya dan Tuan silahkan duduk dahalu" Ucapnya hormat karena Rama buklah sembarangan orang.


Rama menghempaskan tubuhnya di sandaran kursi, Anyelir duduk disebelahnya.


"Sekarang coba kalian jelaskan apa permasalahan nya yang sesungguhnya" ucap Rama


"Ya Tuan, mohon untuk menunggu sebentar. karena Zio dan beberapa orang temanya yang memergokinya sedang menuju keruangan ini" ucap kepala sekolah sedikit gugup melihat wajah datar dan angkuh Rama


"Sekolah apa ini, menyelidiki kasus seperti ini saja kalian tidak mampu."


ucap Rama mulai emosi

__ADS_1


"Kami akan segera menyelidiki nya Tuan"


"Tidak perlu lagi, karena mulai saat ini aku akan membawa putera ku pindah jauh keluar Negeri"


"Apa tidak sebaiknya kita menunggu Zio menyelesaikan ujian akirnya dulu, karena tinggal beberapa hari lagi" ucap kepala sekolah


Saat Rama ingin menjawab tiba-tiba pintu diketuk dari luar,


"Masuk" jawab kepala sekolah. nampak Zio masuk dengan wajah lesu,


"Zio anak ku" Anyelir langsung menghambur memeluk anaknya


Tidak lama Farrel dan kedua sahabatnya juga masuk, mereka bertiga hendak memberikan kesaksian.


"Mana gadis itu ?" teriak Rama


"Dia masih syok dengan kejadian yang dialaminya, berdasarkan keterangan dokter untuk sementara Gadis itu tidak bisa dipaksa dulu, untuk menjaga psikis nya"


"Omong kosong" bentak Rama yang segera meminta surat kepindahan untuk Zio hari itu juga.


Farrel dan teman-temannya tersenyum puas, karena misi mereka untuk mengeluarkan Zio dari sekolah itu berhasil, sehingga tidak ada penghalang lagi bagi Farrel untuk mendekati Clarisa.


Setelah semua selesai, Anyelir membantu Zio untuk berberes barang-barang nya, untuk dibawa pulang namun Daniel seakan tidak terima berpisah dengan Zio begitupun dengan Azka, sehingga meminta untuk ikut dengan Zio kemanapun dia pindah sekolah.


Hal itu membuat Rangga dan pihak sekolah pusing, sehingga mau tidak mau diambil keputusan dadakan, dengan menutup kasus itu. serta memberi kesempatan Zio untuk mengikuti ujian kelulusan beberapa hari. Rama terpaksa mengalah atas bujukan Anyelir dan Rangga serta orang tua Azka.

__ADS_1


__ADS_2