Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Zio dan Clarissa


__ADS_3

POV. Clarissa


Clarissa tersenyum senang dan merasa puas, menatap sekolah yang terlihat mewah. serta gedung asrama Putri yang nyaman untuk ditempati itu.


"Gimana Clarisa apa kamu suka sekolah di tempat yang Om pilihkan ini" ucap Zein


"Su... suka sekali Om" ucap Clarissa takjub, sambil mengikuti langkah Om nya memasuki gedung tempat pendaftaran siswa baru tersebut.


Setelah mengikuti serangkaian tes, Serta administrasi nya. Zein menyerahkan sepenuhnya Clarissa kepada pihak asrama, Zein mengaku wali dari Clarissa, mengingat kedua orang tuanya, Gilang dan Cantika mendadak harus terbang ke Negara Belanda, pergi melayat atas berpulangnya pelayan setia mereka yaitu Madam Jane.


"Clarissa baik-baik ya disini dan jaga dirimu. Om pamit kembali pulang karena Om juga harus pergi ke Luar Negeri besok pagi. mengantarkan Catania yang sekolah dan tinggal di sana bersama adik perempuan Om" ucap Zein


"Terimakasih Om" menyalami punggung tangan Zein


Zein melangkah cepat menuju mobilnya, meskipun sebenarnya dia ingin menemui Zio dan Daniel anak sahabatnya yang juga sekolah disini, tapi mengingat urusannya yang banyak terpaksa Zein membatalkan keinginan nya tersebut.


Clarissa melangkah memasuki kamarnya, yang terdapat tiga tempat tidur per kamar.

__ADS_1


"Hay perkenalkan namaku Mentari, panggil tari aja biar lebih akrab" gadis cantik yang merupakan teman baru Clarisa dikamar ini


"Clarissa" jawab nya sambil berjabat tangan akrab


"Kayaknya kita berdua saja yang menempati kamar ini, menurut informasi yang aku dengar" ucap Tari


"Tidak masalah, malah aku senang" ucap Clarissa spontan


"Iya...aku juga kepikiran seperti kamu"


Mereka melanjutkan pekerjaan masing-masing menyusun pakaian dilemari, memasang bedcover dan seterusnya. sampai mereka merasa nyaman dikamar baru mereka itu.


"Iya itu lah salah satu alasanku, memilih disini" ucap Mentari berbaring di kasur nya yang bersebelahan dengan tempat tidur Clarissa.


Pagi Harinya, Clarissa melangkah kakinya beriringan dengan Mentari memasuki area sekolah, namun seseorang yang terlihat tergesa-gesa menabrak tubuh nya, hingga Clarissa hilang keseimbangan hingga hampir jatuh ke lantai gedung sekolah.


"Aaahhk...." teriak Clarissa refleks

__ADS_1


Namun tangan panjang kekar yang terlihat putih bersih, menangkap tubuhnya. Clarissa membuka mata perlahan. menatap wajah orang yang telah menolong nya itu


"Masya Allah Cantiknya perempuan ini" Mata Zio membulat saat pandangan mata mereka bertemu.


"Hey...tolong lepaskan tubuh saya" ucap Clarissa acuh, seakan tidak tertarik dengan pesona seorang Zio Aleksander


"Maaf tadi saya terlalu buru-buru" ucap Zio serba salah


"Tidak masalah" jawab Clarissa menarik tangan Mentari meninggalkan Zio yang masih terpaku menatap kepergian mereka


"Menarik sekali.....baru kali ini ada wanita yang membuat ku terpesona, apa karena sikap dia yang seolah-olah tidak menyukaiku dan mengacuhkan ku... Kenapa dengan perasaan ku, dan jantung ini tiba-tiba begitu saling berpacu, padahal ini pertemuan pertama ku de wanita cantik itu. bola matanya yang bulat, seakan magnet menarik ku. untuk ingin menatap nya lebih lama"


"Hoy....bengong loe Pagi-pagi gini, ntar kesambet sikuntilini baru tahu rasa" ucap Daniel yang tiba-tiba datang dari arah belakang nya


Zio terlonjak kaget dan kembali menguasai keadaan, kemudian merinding mendengar ucapan Daniel.


"Ya barusan aku ketemu Kuntilanak, upsss maksudnya Kuntilini cantik" ucap Zii, yang membuat Daniel bergidik ngeri juga

__ADS_1


"Kasian sekali kamu teman, belum pernah jatuh cinta dan pacaran, tapi sekali jatuh cinta tapi bukan sesama manusia. tapi Kuntilini.....ih takut" Daniel berlari menuju kelas meninggalkan Zio yang ikut berlari mengejarnya


__ADS_2