Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Bertemu Farrel


__ADS_3

Dirga dengan sabar membantu dan mengarahkan Mentari, sehingga dengan cepat Mentari sudah mengerti sedikit banyak tentang pekerjaan barunya itu.


Seorang karyawan wanita, Giska menatap tidak suka terhadap Mentari. karena masih terhitung jam, Mentari sudah terlihat begitu dekat dengan Dirga. orang kepercayaan Tuan Hendrawan itu.


"Dasar wanita ganjen dan sok cantik, baru masuk sudah tebar pesona. awas saja nanti. jika kamu menggaet pria idamanku Bos Farrel. maka aku akan memberi perhitungan dengan mu langsung." menatap Mentari penuh kebencian.


Dirga menangkap gelagat buruk dari Giska, segera berjalan menghampiri gadis itu.


"Giska aku peringatkan, jangan pernah macam-macam dengan Kejora, jika tidak kamu akan berhadapan langsung denganku atau Tuan Hendrawan." bentak Dirga.


"Aku tidak punya masalah dengan mu, dan apa pedulimu dengan anak baru itu." Giska tidak mau kalah.


"Itu bukan urusanmu." Dirga pergi begitu saja.


Giska berjalan mendekati Mentari, yang mulai sibuk dengan pekerjaan barunya.


"Hey anak baru, mulai sekarang aku senior mu diperusahaan ini. aku minta kamu menuruti perintah serta tugas yang akan aku berikan padamu." sedikit meninggikan suara nya.


"Iya mbak." jawab Mentari menunduk hormat.


"Mmmhhh, dasar ganjen." celetuk Giska dan berlalu menuju ruangan kerjanya.


Giska merupakan anak sahabat dari Hendrawan, tapi karena dia sudah lama sangat menyukai Farrel, sehingga dia memilih untuk bekerja diperusahaan Farrel. dari pada meneruskan bisnis keluarga mereka. namun usaha Giska untuk mendapatkan cinta Farrel. tidak pernah berhasil. bahkan Farrel beberapa kali pernah menolak nya. bukan nya kapok. namun Giska makin tertantang untuk menaklukkan seorang Farrel.

__ADS_1


Dihari pertama,


bekerja tidak ada permasalahan yang dihadapi Mentari, semua masih terlihat normal. bahkan Mentari mulai tertarik dan betah. dengan pekerjaan barunya itu.


Hari kedua bekerja,


Mentari masih penasaran dengan sosok Farrel yang begitu disegani oleh para karyawan nya.


"Kenapa sosok Farrel itu membuat ku begitu penasaran, meskipun Farrel yang ini bukanlah Farrel brengsek itu, namun warna kesukaan nya kenapa bisa sama persis dengan warna favorit ku.?" bathin Mentari, yang pernah secara tidak langsung mengintip sedikit ruangan Farrel. dimana didekor sedemikian mewah dan nyaman. dengan perpaduan warna dan peralatan kantor. yang sangat cocok dan selaras sekali.


Di hari ketiga,


Mentari bekerja belum juga bertemu Farrel, dia pun sudah melupakan rasa penasaran nya terhadap pria tersebut. dan mulai fokus terhadap pekerjaannya saja. karena perusahaan yang baru ditempatinya itu sedang terjadi masalah. kekeliruan tentang biaya pengeluaran keuangan kantor.


"Apa besok Bos yang bernama Farrel itu datang.?" semoga saja aku tidak mendapatkan masalah dengan nya nanti." Mentari mulai cemas.


Malam itu semua sibuk, tidak ada lagi canda tawa yang terdengar. wajah mereka terlihat tegang. karena nasib karier mereka sedang dipertaruhkan.berdasar laporan pekerjaan mereka nantinya.


Mentari sedikit bernafas lega, karena divisi bagian nya tidak bermasalah. hanya bagian keuangan lah yang terlihat pucat dan panik. atas kekeliruan pencatatan mereka yang tidak sesuai.


Hari keempat,


Mentari sedang sibuk dengan pekerjaan, tiba-tiba terdengar kembali suara lantang Giska yang meminta semua berdiri untuk menyambut kedatangan Farrel dan dua orang asisten pribadi nya. Frans dan Dita. Dita merupakan cewek tomboi berpenampilan bak laki-laki. yang juga ahli beladiri. begitu juga dengan fans. mereka bertiga selalu bersama.dan tinggal di apartemen yang bersebelahan.

__ADS_1


"Selamat datang Presdir." ucap mereka saat Farrel berjalan masuk dengan langkah gagah berani.


Mentari membulat kan matanya, seakan hendak keluar dari sarangnya. dia benar-benar syok saat melihat Farrel. namun dia segera menguasai keadaan.


"Ya Tuhan, ternyata dia benar-benar Farrel, laki-laki brengsek itu. semoga saja dia tidak mengenaliku lagi. dengan perubahan sedikit wajah ku dan data-data yang ku miliki." gu!am Mentari dengan tubuh bergetar.


Mentari hampir saja ambruk saat Farrel melintas dihadapannya, tenggorokan Mentari tiba-tiba tersa kering, sehingga dia tidak mampu mengeluarkan kata-kata nya.


Farrel menoleh kearah Mentari, seiring dengan langkah kakinya yang terhenti.. karena cuma Mentari karyawan yang tidak menyambut kedatangannya.


Farrel membuka kaca mata hitamnya, untuk memperjelas penglihatan nya. dan menatap lekat wajah Mentari. Dirga segera maju. dan mendekati Farrel.


"Tuan Farrel, selamat datang. ini Kejora yang baru beberapa hari bekerja di perusahaan ini. dan dia masih baru dan masih sangat grogi bertemu dengan Anda."ucap Dirga.


Farrel menyuruh Dirga untuk minggir, dengan bahasa isyarat tangannya. karena pandangan nya ke Mentari terhalang oleh tubuh Dirga.


Mentari berusaha untuk tidak terbawa emosi dan perasaan, sekuat tenaga dia mengumpulkan keberanian untuk mengucapkan kata-kata.


"Se... selamat datang Presdir.?" ucap Mentari terbata-bata.


"Bagus" ucap Farrel dan melanjutkan melangkah madu keruangan rapat.


"Mentari akirnya kamu datang dengan sendirinya sayang.?" gumam Farrel. yang akan mengikuti permainan Mentari.

__ADS_1


__ADS_2