
"Okey terimakasih teman-teman semua, atas partisipasi nya mendukung dan mau mendengarkan nyanyianku ini, sebenarnya lagu ini sengaja aku persembahkan untuk seseorang wanita cantik. senyum nya selalu mengikuti dan menyemangati hari- hariku.
Hari ini dihadapan teman-teman semua, aku memberanikan diriku untuk mengungkapkan perasaan sayang dan cinta ku terhadap gadis itu, meskipun aku tidak tahu pasti dengan perasaan nya terhadap ku" ucap Zio sambil menatap Clarissa yang tertunduk malu saat semua mata mengarah kepada nya.
"Terima..... terima.... terima" teriak semua nya
Zio berjalan mendekati Clarissa, sambil menyerahkan setangkai bunga yang sempat dicopot nya asal di taman sekolah sewaktu hendak menaiki Bis.
Tiba-tiba tangkai bunga itu langsung patah dan sedikit rusak, karena sempat terhimpit saat Zio duduk disebelah Clarissa tadi dan melupakan bunganya yang terselip di kantong belakang celananya.
Semua tertawa termasuk Clarissa Melihat kondisi bunga, tapi Zio tidak memperdulikan itu yang terpenting baginya adalah jawaban Clarissa. dengan tangan sedikit gemetar Zio berusaha mengendalikan gejolak perasaannya nya, termasuk mempersiapkan hatinya nanti jika Clarissa menolak nya.
__ADS_1
Clarissa menerima bunga pemberian Zio, sambil tersenyum dan memikirkan kata-kata yang akan disampaikan nya .
"Kak Zio jujur aku juga tertarik dan senang bisa dekat dengan kakak. tapi untuk saat ini aku lebih menikmati persahabatan kita ini. dan biarkan lah waktu yang akan menjawab tentang perasaan ku ini. yang jelas aku ji menyayangi kak Zio" ucap Clarissa yang mersa lega telah mengungkapkan perasaan nya juga.
Zio membalas senyuman Clarissa dia sangat memaklumi alasan gadis cantik itu, Zio kembali duduk disebelah Clarissa sambil menikmati perjalanan yang terasa begitu indah
Tanpa sadar Clarissa tertidur dengan menyandarkan kepalanya di bahu kekar Zio, terukir seyum dibir Zio sambil menggeser tubuhnya agar lebih merapat lagi ke Clarissa. dan ikut tertidur juga.
Zio terbangun ketika mendengar teriakan teman-teman satu bis nya itu
Zio melirik Clarissa yang juga baru terbangun, mereka berdua melangkah turun dari bis, Clarissa merentangkan kedua tangannya sambil berputar pelan menikmati udara puncak yang begitu segar dan bersih.
__ADS_1
"Zio sini" teriak Daniel dan Azka
"Clarissa aku tinggal dulunya" ucap Zio
"Iya kak"
Zio berjalan menghampiri kedua sahabatnya itu, dan berjalan menuju kamar mereka yang sudah disediakan dan dibagi pihak sekolah.
"Ceiye..... ternyata Clarissa jadi ikut, berarti tebakan kami tepat, siap - siap saja Tuan Zio" goda Daniel
Malamnya acara sambutan dari kepala sekolah, Panitia dan para guru sengaja tidak melakukan banyak kegiatan malam ini. hanya memberitahukan susunan acara yang akan mereka lakukan selama berada di puncak ini. dilanjutkan makan malam bersama setelah itu istrahat dikamar masing-masing. karena habis perjalanan jauh banyak diantara mereka yang masih capek dan melanjutkan tidur.
__ADS_1
Dikamar nya Zio berdiri dibalkon, yang tidak jauh ternyata berhadapan dengan kamar Clarissa, senyum mengembang kembali saat matanya melirik Clarissa yang bersiap hendak tidur dengan stelan pakaian tebal.
Saat hendak menutup gorden jendela kamarnya, Clarissa juga tersenyum kearah Zio yang masih menatap kearahnya, Clarissa melambaikan tangan yang langsung dibalas Zio, dan menutup tirai kamar itu.