Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Acara Reunian


__ADS_3

Sifat Daniel dan Azka semenjak mereka masih sekolah dan beranjak dewasa seperti ini. ternyata masih sama dan belum juga menunjukkan perubahan. keduanya masih sama-sama konyol.


"Bagaimana Azka, apa rencana kita susah kamu atur dengan rapi.?" tanya Daniel.


"Belum, karena aku tidak berani beraksi sendirian. karena kekuatan dan keberanian ku jik bersamamu." terang Azka.


"Okey, mengingat hanya kita berdua yang sampai paling duluan. Bagaimana kalau sekarang kita persiapkan segala sesuatunya nya." Daniel bersemangat sekali.


"Okey siapa takut, ini semua demi kebaikan ku dan kekasih hatiku Caca mamarica Hoy....Hoy..." sambil bernyanyi dan menggoyangkan pinggulnya.


"Ada...ada saja kamu Azka." Daniel ikut tertawa melihat tingkah Azka.


"Malam ini kamu harus berhasil meniduri Caca, tapi terlebih dahulu. kita harus mengelabui para bodyguard ayahnya." terang Daniel.


"Kalau kamu dan Agnes gimana.?"


"Aku akan mekpmakai cara ku yang dulu... taarrrra..." Memperlihatkan beberapa obat tidur yang rencananya akan dia campurkan meminum Agnes.

__ADS_1


"Apa kamu yakin, rencanamu kali ini akan berhasil. mengingat dari dulu kamu selalu gagal untuk melakukan hal itu dengan Agnes.?" ucap Azka ragu melihat kemampuan Daniel.


"Kali ini aku sangat yakin. aku bosan dengan permainan yang setengah jadi terus. aku selalu dibuat nya tersiksa." terang Daniel.


Satu jam berikutnya, suasana gedung tempat reunian sudah mulai ramai, kehebohan terjadi saat menyadari!but kedatangan Zio dan Clarisa. yang hampir berbarengan dengan Farrel yang tengah mengendong Bunga dan Mentari yang menggandeng tangan Farrel mesra.


Azka langsung memeluk erat sahabat lamanya itu Zio, mengingat mereka sudah berpisah cukup lama.


"Apa kabarmu sekarang bro.?" tanya Zio merenggangkan pelukannya.


"Ya beginilah kehidupan ku, seorang pemasok jengkol kekota."


"Hebat apanya, kalian enak bisa pacaran dan dapat Restu. kalau aku jangankan restu. kedua orang tua Caca saja membentengi hubungan kami. bahkan Caca disediakan bodyguard khusus yang ahli beladiri.," terang Azka sedih.


Semua terlihat omongan seru dan akrab, Farrel berjalan kearah Zio. Dengan jentelmen dia menyalami Azka dan Daniel. yang membuat semua melonggo mengingat mereka musuhan bebuyutan selama Sekolah.


Tanpa pikir panjang mereka Azka dan Daniel menyambut hangat uluran tangan Farrel, mereka terlihat akrab kembali. acara pun berjalan cukup meriah. pihak sekolah pun mengumumkan dan permintaan maaf mereka yang pernah salah paham pada Zio. Farrel pun ikut angkat bicara mengklarifikasi kesalahan nya itu.

__ADS_1


Setelah acara inti selesai, sekarang tinggal aca hiburan. dan sebagian juga susah pulang atau menginap dikamar yang sudah disediakan ditempat acara reunian.


Azka memberi kode agar caca mengikutinya keruangan khusus, begitu juga dengan Daniel dan Caca. sementara yang lain ada yang berjoget dan karoke sambil minum.


Zio dan Clarisa, yang kurang menyukai suasana seperti itu, lebih memilih menikmati malam dengan berkeliling mengunakan sepeda motor menuju area pantai.


"Azka." Caca langsung memeluk erat tubuh Azka ketika sudah berada diruangan itu.


"Aku merindukanmu sayang" balas Azka.


"Bagaimana caramu membujuk para bodyguard itu agar tidak masuk keruangan ini.?"


"Ada deh, rahasia" Caca mengedipkan sebelah matanya. mereka berdua tertawa senang.


Azka mengajak Caca duduk disofa sambil karoke dan minum, seperti yang dilakukan Daniel dan Agnes, serta teman-teman mereka lain.


Saat melihat Agnes lengah, Daniel secara diam-diam memasukkan obat tidur pada minuman agenes, berharap aksinya malam ini berjalan sukses. satu jam menunggu suasana mulai sepi karena sudah banyak yang pulang. Daniel beberapa kali menguap. sambil memperhatikan gelas minuman nya.

__ADS_1


"Upppzz...,. bodoh.... bodoh kamu Daniel, kamu minum obat tidur yang sengaja kamu berikan untuk Agnes. rencanamu kembali gagal." ucap Daniel frustasi menepuk jidatnya sendiri hingga akinya rebah berguling dari sofa jatuh kelantai dan tidak tahu apa-apa lagi.


Sedangkan Azka, lebih memilih pura-pura mabuk, sehingga membuat Caca khawatir dan membawa Azka kesebuah kamar dengan bantuan pelayan. saat Caca merebahkan tubuh Azka diranjang. refleks Azka berbalik dan menindih tubuh Caca.


__ADS_2